Oleh: M. Arief B. | November 12, 2009

Sajak Busuk A I U

Calon-calon bangkai bikin dosa ramai-ramai
Disana bilang A disini bilang U
Huh, siapa yang tahu !
A I U

Penguasa-penguasa jadi artis sandiwara
Cerita sana A cerita sini U
Huh, tak tahu malu !
A I U

Cukong-cukong bergaya raja
Sogok sana A sogok sini U
Huh, dasar jidatmu !
A I U

Punggawa-punggawa hukum meludahi keadilan
Sikat sana A sikat sini U
Huh, mulutmu bau !
A I U

Wakil-wakil rakyat membela yang kuat
Dukung sana A dukung sini U
Huh, hatimu palsu
A I U

Ulama dan agamawan diam membisu
Tak bilang A tak teriak U
Huh, tak patut ditiru !
A I U

Di atas negeri tanpa bangsa
Rakyat hidup terpaksa
Kemakmuran jadi ilusi
Nurani didengar tanpa arti

A I U

Oleh: M. Arief B. | November 9, 2009

Tataplah Mata Saat Berjabat Tangan

42Banyak kita temui dalam istilah, ungkapan, maupun peribahasa yang menggunakan kata “mata”. Misalnya: Air Mata Buaya, Mata-Mata, Main Mata, Dari Mata Turun Ke Hati, Mata Keranjang, dll… Mata merupakan pancaran jiwa. Dari kedalaman mata akan kita temui perasaan yang memancar dari lubuk hati yang paling dalam. Entah sedih, kecewa, senang, marah, cinta, bohong, atau bahkan pancaran mata yang hampa dan kosong.

Dalam perkelahian, peran melihat gerak mata lawan menjadi salah satu perhitungan arah serangan. Dalam pergaulan, kesan yang terpancar dari mata akan memegang peranan. Demikian juga saat kita berjabat tangan, sesibuk apapun, usahakan menatap mata orang yang dengan kita sedang berjabatan tangan. Tatapan yang minimal memberi perhatian.

Sederhana, namun menjadi pemberian yang berharga terhadap sesama.

Pesan : jangan merasa terhormat saat kita sedang dihormati.

:> tulisan ini lebih ditujukan untuk diri pribadi penulis.

Oleh: M. Arief B. | November 9, 2009

Keris Yogyakarta Sempaner Udanmas

udanmas1

udanmas2

udanmas5

Pamor : Udan Mas
Dapur : Sempaner
Tangguh : Yogyakarta, Ngentho-entho

Oleh: M. Arief B. | November 8, 2009

Hindari Stres dengan Akhlak Terpuji

DSC00000000

Kita hidup tidak lepas dari kebutuhan materi. Demi memenuhi kebutuhan materi kita melakukan aktivitas dan bekerja. Sampai-sampai banyak yang berpendapat kalau materi merupakan satu-satunya ukuran kebahagiaan. Sampai disini, masalah kebutuhan materi ternyata bisa menyebabkan stres. Terlebih apabila keinginan lebih tinggi daripada penghasilan. Atau tidak tercapainya keinginan setelah sedemikian rupa memperjuangkan tujuan. Termasuk juga keinginan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi….

Tunggu, jangan terburu memvonis pernyataan ! Setiap keinginan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi akan menimbulkan stres. Dalam proses jasmani, hal itu memproduksi hormon adrenalin. Otomatis akan tumbuh sifat mempertahankan diri, kemudian kita berjuang mendapatkan apa yang kita inginkan. Itu bagus. Jadi, stres yang ringan akan membawa dampak positif dalam kehidupan.

Lain lagi dengan stres yang negatif, stres yang berlebihan, kita akan dihantui lamunan yang berkepanjangan. Lamunan keinginan kebutuhan materi yang jauh melampaui penghasilan, atau kegagalan dalam memperjuangkan keinginan. Ini buruk. Akibatnya menjadikan kita orang yang sensitif, mungkin penyendiri, mudah marah, sulit bersosialisasi, atau juga mudah sirik melihat kesuksesan orang lain. Perasaan dan pikiran terus menerus dalam kondisi tertekan. Nah lho ! Terus menerus, apalagi berkepanjangan. Bahkan segelas air yang bobotnya ringan apabila kita pegang seharian, akan menjadi beban yang memberatkan.

Terus bagaimana kita agar tidak terjerumus dalam jurang ke-stres-an yang berlebihan? Akhlakul karimah lah yang akan menghindarkan kita dari stres buruk berlebihan.

Apa saja akhlakul karimah / akhlak terpuji / akhlak mahmudah / akhlak mulia yang menghindarkan kita dari stres yang jahat itu? Diantaranya adalah syukur, qona’ah, sabar, dan tawakkal.

SYUKUR berarti memuji. Semua yang Allah SWT berikan kepada kita adalah nikmat yang tidak terkira. Apapun ! Sungguh keterlaluan bila tidak mensyukurinya. Syukur ada dua, yang pertama mengucapkan “alhamdulillah”, segala puji syukur hanya kepada Allah Ta’ala. Yang kedua dengan tindakan mensyukuri nikmat; memanfaatkan sebaik-baiknya di jalan yang benar dan diridhoi Allah Ta’ala. Kekuatan jasmani dan kesehatan pikiran merupakan nikmat, maka pergunakan untuk ibadah. Bekerja, mencari nafkah, berpikir positif, menyayangi keluarga adalah termasuk ibadah. Semua tergantung niatnya. Yaa Allahu Yaa Rochman Yaa Rochiim !! Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya sebaik-baik hamba Allah adalah orang yang suka memanjatkan puji dan syukur kepada Allah” (Riyadhus Shalihin 27). Ibnu Abbas menceritakan: Rasulullah SAW bersabda: “orang pertama yang akan dipanggil masuk surga, adalah orang-orang yang senantiasa memuji Allah dalam keadaan lapang dan dalam keadaan sempit” (Tanbighul Ghafilin 197).

QONA’AH berarti menerima apa adanya. Segala yang terjadi, berapapun rezeki yang kita dapatkan, merupakan pemberian dari Allah Ta’ala. Kita sudah berjuang segenap daya, baik dalam mencari rezeki maupun demi mendapatkan sesuatu keinginan, maka apapun dan berapapun yang kita dapatkan harus kita terima dengan senang hati. Itu cukup. Rasa cukup lah yang membuat kita kaya. Tanpa rasa cukup, maka sampai dunia dan seisinya menjadi milik kita pun masih kurang dan akan selalu kurang. Keserakahan dan ketamakan lah yang membuat kita miskin. Menerima dengan ikhlas dan rela, untuk kemudian berjuang dan bekerja lagi. Menerima dengan tidak terpaksa, walau kadang kita harus melatihnya dengan memaksa. Tapi jangan salah memahami qonaah sebagai sikap nrimo atas pemberian yang tidak adil dalam hubungannya dengan sesama makhluk, yang identik dengan ketidakmampuan, ketertindasan, atau malah patah semangat. Konteksnya berbeda. Akhlakul karimah qona’ah ini ditujukan sebagai sikap kita di hadapan Yang Maha Kuasa. Allahu Akbar !! “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR Bukhari Muslim).

SABAR berarti menahan diri dari gundah dan emosi, menahan lisan dari keluh kesah dan menahan fisik dari perbuatan yang tidak terarah. Hidup kita ini sudah merupakan masalah, juga merupakan kumpulan masalah. Dalam hidup tidak lepas dari pahit getir susah senang bahagia nyaman khawatir gelap terang semua berkumpul jadi satu. Seperti halnya Allah Ta’ala menciptakan dunia ada dataran, jurang, gunung, lembah.. mengajarkan kita tidak ada sama rata sama rasa dalam kita menjalani kehidupan. Jadikanlah hidup ini anugerah. Untuk itu maka sabar harus kita sematkan menjadi akhlak dalam menjalani kehidupan. Tidak terburu-buru dan jangan terburu nafsu dalam bertindak segala sesuatu. Sing kepenak tapi ojo sak kepenak e. Yaa Allah Yaa Karim. “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS 3: 146)

TAWAKKAL berarti pasrah. Kepasrahan hanya ke hadirat Allah Ta’ala. Kepasrahan setelah kita berikhtiar berdaya upaya semaksimal kita bisa. Tawakkal akan mengantar kita pada ketenangan. Bagaimanapun hidup mati jodoh dan rejeki sudah ada di dalam ketentuan-Nya. Namun Allah Ta’ala memberi kita kemampuan untuk berikhtiar, harus kita pergunakan. Bahkan ikhtiar itu sendiri merupakan pemberian. Kita akan dimudahkan menuju pada apa yang telah Dia tentukan untuk kita. Maka dalam berdo’a, jangan lupa mintalah kita diberi ketentuan yang baik di dunia dan akhirat, nasib yang hasanah, ajal yang khusnul khotimah. Untuk itu harus kita tekankan sedalam-dalamnya pengertian dalam pribadi, bahwa kita adalah makhluk-Nya, kita adalah ciptaan-Nya, kita adalah hamba-Nya. Karena itu sepenuh bulat lahir batin jiwa raga kita di dalam kuasa-Nya. Yaa Allah Yaa Sami’u Yaa Qoriibu Yaa Mujiibu Yaa Syariu Yaa Muntaqimu Yaa Syadiidal Bathsyi Yaa Jabbaru Yaa Qoharu… “Jikalau engkau telah bulat tekad –untuk melakukan sesuatu- maka bertawakkallah kepada Allah” (QS 3: 159).

Itulah beberapa akhlakul karimah yang menghindarkan kita dari stress yang buruk, stres yang berlebihan. Akhlakul karimah tidak akan menjadikan kita orang yang sempit pandangan, terpuruk, hina, dan tidak berguna. Tetapi akhlakul karimah akan membangun kita menjadi manusia utama dan bertakwa. Amin.

Pesan: apabila akan memindahkan semua barang-barang dari dalam kamar, angkatlah satu persatu, jangan sekaligus bersamaan. Maka beban terasa lebih ringan.

:> tulisan ini lebih ditujukan untuk diri pribadi penulis. Tema dan beberapa pengertian diadaptasi dari berbagai sumber yang lupa nama-nama sumbernya (sak-kelingane). Jazakumullah untuk berbagai sumber.

Sholat !!!!!!!!!!!!

Oleh: M. Arief B. | November 6, 2009

Menunggu Lanjutan Realiti Show Cicak vs Buaya

DSC0
DSC

Akhir-akhir ini stasiun televisi semakin kreatif dan inovatif menyuguhkan acara-acara yang cukup menghibur pemirsa. Terutama acara yang bersifat realiti show, sebut saja Termehek-mehek yang masih memikat hati, atau acara Realiti Religi yang cukup menyentuh perasaan, kemudian ada acara Bukan Sinetron, Kado Istimewa, Ayahku Memang Hebat, Jika Aku Menjadi, terus yang bau-bau sulap-nya Uya Memang Kuya… dan sederet acara realiti yang lain. Acara-acara yang membikin pemirsa terkadang memasukkannya dalam salah satu jadwal kegiatan rutinitas harian atau mingguannya. Menarik memang.

Ada juga acara yang cukup menduduki rating tinggi, yaitu acara-acara yang mengobral sisi hidup para selebriti. Iya, katakan saja acara gosip. Menandakan ternyata banyak juga pemirsa yang hobi menggosok-gosok biar sip, alias nge-gosip. Sempat membuat MUI berang dan memfatwakan haram. Tapi mana digubris, tetep jalan terus. Asyik memang bisa melihat obral-obralan meng-ekspose sisi pribadi para selebritis, baik itu artis, politisi, bahkan kehidupan pribadi da’i. Mau gimana lagi. Syukur-syukur bisa mencari sisi positifnya, siapa tau.

Akhir-akhir ini pemirsa juga disuguhi acara-acara yang sebenarnya juga realiti show, bahkan tidak ada rekayasa dari stasiun tivi. Tanpa ada judul “realiti” pun tayangan-tayangan ini merupakan kenyataan dan bukan fiksi. Ada realiti tragedi, realiti penghilangan nyawa, juga realiti hukum dan politik dalam negeri. Bahkan ditayangkan dengan kebanggaan masing-masing stasiun tivi bisa menyiarkan secara ekslusif, langsung, dan yang pertama. Tentu saja, acara realiti penghilangan nyawa bisa kita lihat prosesnya dalam siaran langsung beberapa waktu yang lalu, penggerebekan teroris yang cukup dramatis. Kemudian realiti tragedi bisa kita tonton siaran langsung saat banyak orang ketakutan dan berlari-lari dalam siaran musibah gempa baik di Jawa Barat maupun Padang dan sekitarnya. Yang sekarang ini, realiti kehidupan hukum dan politik dalam negeri sejak penayangan kasus Antasari Azhar sampai siaran-siaran langsung sekitar peristiwa-peristiwa seputar cicak versus buaya..

Realiti show yang terakhir ini bikin dag dig dug pemirsa, bagaimana ending ceritanya. Cukup mendebarkan. Penayangan yang kemarin, ribut-ribut tentang pembebasan Bibit dan Candra. Pembentukan Tim Pencari Fakta. Makelar perkara. Mafia peradilan. Sidang Mahkamah Konstitusi yang memperdengarkan transkrip rekaman penyadapan telepon yang menghebohkan dari Anggodo Widjaja dan Ong Yuliana Gunawan. Tuduhan kriminilisasi KPK. Juga ditayangkan bagaimana ratusan ribu facebookers mendukung pembebasan Bibit Candra. Pro KPK dipropagandakan dimana-mana, sampai-sampai ada nada sambung, juga ringtone nada lagu KPK di dadaku. Rame pokoknya. Keren !!!

Tayangan langsung berikutnya bisa ditonton bagaimana Kapolri dan jajarannya berdialog dengan komisi III DPR RI dalam rangka klarifikasi semua tuduhan yang diarahkan pada lembaga kepolisian ini. Kurang ramai, tapi cukup keren juga tayangannya. Tidak ada adu mulut, apalagi adu jotos, dialog dilaksanakan dengan santun dan tentram. Bisa ditonton bagaimana Kapolri berhadapan dengan politisi-politisi, menjelaskan kronologi semua yang telah dilakukan Polri. Tayangan ini cukup mempengaruhi opini publik. Diantaranya banyak sms atau pesan facebook yang ditayangkan sebuah stasiun tivi mendukung kinerja Polri. Lain dengan sehari yang lalu sebelum ada dialog dengan DPR ini, kebanyakan mengkritisi bahkan ada yang seolah menghujat lembaga Polri.

Kemudian ada tayangan bagaimana Tim 8 sebagai Tim Pencari Fakta memanggil Komjen Susno yang sementara mengundurkan diri sebagai bareskrim Polri. Dituduhkan Komjen Susno Duadji ini menerima dana sampai milyaran. Tapi sayangnya tayangan yang langsung ini tidak jadi, karena dialog diadakan dengan status ter-tutup. Pemirsa agak kecewa.

Tayangan selanjutnya sepotong-potong, ada yang tayangan langsung dan ada yang recorded. Tayangan-tayangan yang sepotong-potong ini cenderung berupa counter balik dari pernyataan-pernyataan Kapolri di depan komisi III DPR RI. Ada salah satu stasiun Televisi yang secara eksklusif menayangkan bagaimana Ari Muladi membantah semua pernyataan Kapolri.

Bagaimana realiti show yang benar-benar realiti ini selanjutnya?
Pokoknya ikuti terus. Benar-benar keren… Cool…. Dan mantaaaaaap !!!

( tonton terus tayangan realiti hukum dan politik sambil menunggu dengan dag dig dug der bagaimana ending semua ini, happy ending atau sad ending. Tentu happy ending di satu pihak, berarti sad ending di pihak lain. Tapi harapan kita semua, mudah-mudahan akan berakhir happy ending untuk semuanya, yang berarti happy ending untuk kelanjutan reformasi hukum dan politik, terutama reformasi segala bidang di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta. Indonesia tanpa korupsi !!! ).

Tulisan Sebelumnya »

Kategori