Membaca berita di Koran dan mengikuti tayangan televisi melihat bagaimana Mbok Minah diadili karena mencuri 3 buah kakao membuat kita bangga. Kondisi penegakan hukum di Indonesia tidak perlu dipertanyakan lagi. Demikian tegas, lugas, sigap dan sudah terbukti.
Kasus pencurian seperti yang dilakukan Mbok Minah itu memang selayaknya mendapatkan ganjaran hukum yang setimpal. Sehingga efek “membuat jera” pelaku-pelaku tindak pidana dapat terlaksana. Tujuan selanjutnya tentu untuk menjaga ketertiban hukum di masyarakat, terciptanya tatanan hukum yang stabil dan mantap.
Tanpa ada ketegasan penegakan hukum seperti penanganan kasus Mbok Minah, maka aparat-aparat penegak hukum hanya akan dilecehkan masyarakat. Hal tersebut diharapkan tidak terjadi. Aparat penegak hukum merupakan sendi-sendi berdirinya hukum di negeri ini. Penegak hukum tidak bisa dibuat main-main. Masyarakat harus paham hal seperti itu. Jika tidak paham, maka harus “dipaksa” agar paham; dengan cara seperti yang sudah dilaksanakan, yaitu ketegasan penegakan hukum terhadap Mbok Minah.
Apabila tidak ada ketegasan, tentu masyarakat yang biasa mencuri kakao di kebun milik PT RSA akan terus berlanjut dan seenaknya saja. Mereka akan menganggap bahwa penegak hukum itu hanya mainan. Tetapi setelah penegak hukum bertindak tegas, maka pencuri-pencuri kakao itu pasti akan berpikir seribu kali sebelum melaksanakan niatnya. Dari sini lah kemudian diharapkan tercipta keamanan dan ketertiban lingkungan di masyarakat.
Salut untuk penegak hukum Indonesia !!!!




