Hukum Menggugat !!!

Biarpun langit runtuh, hukum harus tetap ditegakkan !!!

Betapa hebat dan penuh semangat, tekad untuk menegakkan hukum. Biarpun langit runtuh, berarti apapun yang terjadi, hukum harus tetap berlaku, harus tetap tegar, harus tetap tegak !!

Namun apa to sebenarnya hukum itu ?

Kenapa harus ditegakkan?

Apa gunanya kalau tegak ?

Apakah hukum hanyalah sekedar singkatan Harus Utamakan Keadilan Untuk Masyarakat?

Tentu bukan sekedar singkatan itu….!!!

Secara makna, hukum adalah sekumpulan peraturan yang mengikat, baik tertulis maupun tidak tertulis, mengandung sanksi, yang bertujuan untuk ketertiban bersama, untuk keadilan, untuk ketentraman, untuk melindungi hak dan kewajiban dalam masyarakat.

Lebih singkat dan jelasnya, hukum adalah peraturan.

Hukum berdampingan dengan kekuasaan. Hukum menjadi alat kekuasaan. Penguasa membutuhkan hukum untuk kekuasaannya. Kekuasaan mengatur rakyat. Kekuasaan menjalankan kenegaraan. Kekuasaan menjalankan tata pemerintahan demi untuk ketertiban, ketentraman, untuk kesejahteraan rakyat. Juga untuk menjaga kekuasaannya.

Hukum bersifat pasif. Karena tidak lebih dari sekedar benda mati. Bisa berupa tulisan-tulisan, untuk hukum tertulis. Bisa berupa kesepakatan, untuk hukum tidak tertulis.

Untuk mengaktifkannya, membutuhkan alat-alat hukum. Untuk selanjutnya disebut penegak hukum.

Secara umum dipahami, penegak hukum dalam tata masyarakat adalah sederetan orang-orang yang menjadi organ-organ penegakan hukum, yaitu hakim, jaksa, pengacara, dan polisi. Masing-masing organ mempunyai kelembagaannya sendiri-sendiri di dalam tata pemerintahan.

(kecuali pengacara, kan tidak ada menteri pengacara seperti halnya menteri kehakiman, atau pengacara agung seperti halnya jaksa agung).

Kesemuanya itu, dalam rangka hukum sebagai alat negara dalam menjalankan kenegaraannya, alat pemerintah dalam menjalankan kepemerintahannya.

Kemudian hukum berjalan dengan aktif. Siapa melanggar, akan mendapatkan sanksi. Baik sanksi dipenjara, dikurung, atau didenda. Sehingga tercipta ketertiban dan ketentraman suatu negara.  Namun apakah sesederhana itu?

Permasalahan-permasalahan hukum muncul silih berganti. Di berbagai bidang hukum, permasalahan tak kunjung henti. Baik dalam bidang hukum pidana, hukum perdata, hukum dagang, hukum pemerintahan, hukum tata negara, hukum acara, bahkan hukum yang menjadi dasar atau pondasi negara.

Kekacauan hukum dipandang dari orang-orang di luar alat-alat hukum, ibarat gunung es, sepertinya berjalan dengan wajar dan lancar, tetapi sebenarnya bergolak. Rasa hukum telah hilang. Pertanggungjawaban hukum itu sendiri, tidak lebih dari sekedar profesi-profesi dalam masyarakat. Masing-masing alat mengabdi untuk kepentingan profesi dan penghasilannya, bukan mengabdi untuk kepentingan hukum. Hingga akhirnya menghilang makna hukum itu sendiri.

Mafia peradilan, jual beli kasus, manipulasi peraturan, perlakuan yg berbeda untuk pelanggar yang pejabat atau anak pejabat, menjadi permasalahan-permasalahan untuk hukum. Untuk nurani hukum. Untuk bersihnya hukum aktif. Untuk keadilan. Untuk kepentingan bersama. Untuk keseimbangan hak dan kewajiban semua-muanya.

Semua individu adalah sama di depan hukum.

Terus bagaimana kenyataannya? Apakah benar-benar sama di depan hukum ?

Kenapa harus muncul ungkapan-ungkapan sinis seperti misalnya Kasih Uang Habis Perkara untuk menyindir KUHP ?

Atau protes-protes dari pihak terdakwa karena putusan yang tidak sesuai kesepakatan saat transaksi ‘dagang sapi’ ?

Mengapa terbentuk sikap masyarakat yang oportunis dalam memandang hukum?

Hukum menggugat…..!!!!!  Karena akhirnya hukum menjadi alat negara dan bahkan menjadi alat dari profesi-profesi hukum, bukan untuk kepentingan hukum dan keadilan, tetapi untuk kepentingan pribadi-pribadi pemegang hukum.

Biarpun langit runtuh, hukum harus tetap ditegakkan !

Tetapi bagaimana kalau hukumnya sudah runtuh lebih dahulu ?

 

 

About these ads

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s