Sudah beberapa bulan, atau malah sudah hampir satu tahun tuntutan pembubaran Ahmadiyah dicanangkan. Namun tindakan pemerintah hanya berhenti pada keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, atau 2 Menteri ditambah Kejaksaan. Padahal yang dituntut adalah keluarnya Keputusan Presiden untuk pembubaran Ahmadiyah, sebagai suatu keputusan yang berkekuatan hukum tetap dan mengikat.
Kenyataannya, SKB malah seolah melindungi Ahmadiyah. Dilihat dari akibat hukum hanya berlaku untuk individu-individu tidak menyebarkan ajarannya, tetapi tidak menyentuh pembubaran organisasinya.
Hal tersebut menyiratkan ketidaktegasan pemerintah dalam memutuskan suatu tuntutan. Lamban dan ragu-ragu.
Ada apakah gerangan ?
Padahal kalau menyimak pembicaraan dalam video yang oleh entah siapa dimasukkan dalam youtube, terlihat ceramah FPI, FUI, dll yang demikian menggelora untuk pembubaran Ahmadiyah, bahkan pembunuhan Ahmadiyah, seharusnyalah pemerintah memberikan ketegasan untuk membuat suatu keputusan. Entah itu keputusan pembubaran atau malah keputusan legalisasi Ahmadiyah. Sehingga tuntutan akan menjadi tenang atau malah kerusuhan.
Sebagai kilas balik, coba menyimak pembicaraan ceramah yang disampaikan Ustadz Sobri Lubis tertanggal dalam video 14-februari-2008, sebagai berikut :
“….ini ternyata ada upaya oleh pemerintah RI cari muka
Semua tokoh-tokoh sekarang berebut cari muka ngebela Ahmadiyah !
Nggak terkecualinya wakil presiden Yusuf Kalla
Dia bilang apa, Ahmadiyah dibela mati-matian…
Dia bilang he itu Ahmadiyah apa
Biarkan Ahmadiyah beribadah sesuai kehendak dia !
Coba lihat saudara…
…………….
Datang lagi saudara, ini si Bahlul
Masya Allah ! Gus Dur ! dateng-dateng
He Ahmadiyah anda jalan terus
Nanti saya lindungin
Mangkanya itu FPI dan ormas-ormas yang lain
Itu sudah seperti ayam yang digorok lehernya
Tinggal tunggu waktunya nanti saya jadi presiden
Saya bubarin FPI-nya.
Coba lihat. Sampe Gusdur ikut-ikutan ngebela Ahmadiyah
Dalam rangka apa ?
Dalam rangka menjilat barat untuk dapet duwit
Supaya nanti dapat dukungan bisa ikut jadi calon presiden
Yang didukung sama iblis Amerika dan setan Inggris, saudara…!
Ini yang perlu kita ingatkan
Kalo nanti ternyata pemerintah….
Maka kami nyatakan
Kami ajak umat Islam
Ayo mari
Untuk kita perangi Ahmadiyah
Bunuh Ahmadiyah dimanapun mereka berada, saudara !
Allahu Akbar ( Allahu Akbar)…..
BUNUH BUNUH BUNUH BUNNNUUUUHH…..!!!
Nggak pa pa bunuh……
………….
Lu udah ngerusak akidah gua
Udah bukan halal lagi
Udah khalllalll…… Udah Khalllalll…!!!
…………….
Ahmadiyah halal darahnya untuk ditumpahkan
Nanti dibilang melanggar HAM
Persetan dengan HAM
Tai Kucing dengan HAM
…………….
Kira-kira kita ingatkan
Jadi kalau Ahmadiyah nggak mau kembali kepada Islam
Kita perangi atau tidak ??? (perangiiii….!!!)
Perangi Ahmadiyah !
Bunuh Ahmadiyah !
Bersihkan Ahmadiyah dari Indonesia !
Allahu Akbar…!!!
Saya pribadi maupun FPI maupun umat Islam yang lain…….
……. Bertanggung jawab kalau ada yang bunuh Ahmadiyah
Bilang disuruh…..
Bilang disuruh oleh ustad Sobri Lubis
Disuruh oleh Amir….
Kami siap tanggung jawab untuk dunia akheratnya
Untuk bunuh Ahmadiyah dimanapun entah mereka berada
Allahu Akbar….!!!”
Kemudian dalam video itu dilanjutkan dengan ceramahnya Ustadz Muhammad Khothoth dan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.
Setelah menyimak ceramah tersebut. Didukung dengan pemberitaan yang lain. Terlihat disinggung nama-nama tokoh yang membela Ahmadiyah, yaitu nama Gus Dur dan Yusuf Kalla.
Seperti kita tahu, terlepas dari masing-masing pribadinya, siapa Gus Dur dan siapa Yusuf Kalla.
Gus Dur sudah jelas, adalah orang NU bahkan tokoh NU, selain sebagai cucu pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, juga sedikit waktu pernah mencicipi jadi Presiden RI.
Sedangkan Yusuf Kalla, selain sebagai wakil presiden dan pengusaha besar, Yusuf Kalla-pun entah hanya formalitas atau sungguh –sungguh adalah mantan atau masih menjabat sebagai anggota Dewan Mustasyar NU di Sulawesi. (?) Berarti juga orang NU.
Sekali lagi, ada apakah gerangan tokoh-tokoh famous yang notabene orang-orang NU demikian sangat membela Ahmadiyah…???
Kalau menyimak ceramah dakwah Ustad Sobri Lubis di atas, dituduhkan bahwa pembelaan dari si bahlul Gusdur dan wapres Yusuf Kalla adalah untuk kepentingan politik. Terutama kepentingan menyongsong pencalonan kepresidenan tahun 2009 mendatang.
Tetapi bukan sesederhana itu. Itu tuduhan yang sedikit meleset. Sebenarnyalah pembelaan tokoh-tokoh NU terhadap Ahmadiyah adalah indikasi dari KETAKUTAN NU yang berlebihan. Ketakutan terhadap bayangan yang diperkirakan menjadi kelanjutan setelah secara nyata turun Keppres Pembubaran Ahmadiyah.
Apalagi melihat ceramah dakwah Islam yang demikian gagah dan garang, yang mengobarkan semangat jihad untuk kepentingan akidah Islam. ( semangat untuk membunuh, membunuh, dan membunuh…). Juga membikin Banser dan Anshor se-Indonesia menjadi ketakutan setengah mati, pada sembunyi di ketiak ibunya (padahal belum dibunuh aja kok sudah setengah mati ya ).
Kenapa jadi takut ???
Apakah orang-orang NU yang diwakili tokoh-tokoh NU tersebut di atas takut dibunuh oleh FPI, setelah Ahmadiyah habis ???
Apakah khawatir orang-orang NU termasuk juga santri-santri dan kyai-kyai se-Indonesia takut dibantai oleh FPI ???
Iya, sudah jelas. Pembelaan itu adalah indikasi NU ketakutan. Tapi bukan ketakutan sekedar takut dibunuh, atau dibantai, atau bahasa halusnya ditumpas habis oleh FPI. Tetapi ketakutan akibat setelah Ahmadiyah dibubarkan, adalah giliran NU juga dituntut untuk dibubarkan.
Kenapa ? Melihat pada alasan utama tuntutan pembubaran Ahmadiyah oleh FPI adalah karena merusak akidah Islam, yang dapat diartikan merusak kemurnian ajaran Islam, karena pengakuan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi ( pengakuan sudah lebih dari seratus tahun yang lalu ).
Maka NU-pun bisa memperoleh giliran dengan alasan yang sama untuk dituntut dibubarkan, yaitu merusak akidah Islam, merusak kemurnian ajaran Islam. Karena NU sendiri sudah berpuluh-puluh tahun cukup kenyang dengan tuduhan dan di-cap sebagai kumpulannya pengidap TBC (Tahyul, Bid’ah, dan Churofat).
Dengan diselenggarakannya sholawatan, tahlilan, barzanji, manakib-manakib, ziarah kubur, mungkin juga thoriqoh-thoriqoh, dan banyak hal lagi sebagai tindakan kemusyrikan, kultus individu, pemujaan arwah, yang kesemuanya itu dapat dianggap juga merusak akidah Islam, merusak kemurnian ajaran Islam, seperti halnya Ahmadiyah.
Maka, tinggal tunggu waktu saja, apabila Ahmadiyah berhasil dibubarkan dengan Keppres, seperti,ayam digorok lehernya maka NU juga dituntut dibubarkan dengan alasan yang sama, yaitu merusak akidah Islam. Langkah selanjutnya setelah NU dibubarkan bisa jadi adalah meratakan dengan tanah semua kuburan-kuburan para wali, para kyai, atau bahkan kuburan Nabi karena dianggap menjadi jalan kemusyrikan, yaitu pemujaan arwah. Selanjutnya lagi, kemudian membakar semua naskah sholawat-sholawat karena menjadi jalan kultus individu. Merusak akidah islam. ( Candi borobudur dan candi prambanan bakal habis juga ya ? kan jadi tempat pemujaan oleh agama lain ! malah jelas nyata-nyata syirik. Wah, tapi habis berapa kg TNT ya untuk pengeboman candi borobudur ?? ).
Nah, itulah kenapa tokoh-tokoh NU demikian membela Ahmadiyah. Sebenarnya disebabkan saking ketakutan kalau NU mendapat giliran dituntut dibubarkan atau bahkan dibantai habis oleh FPI, karena NU menjadi organisasi yang juga bisa dianggap merusak akidah Islam.
Image
okezone
Jalan Medan Merdeka, Jakarta kembali dipadati massa unjuk rasa, Rabu (27/8). Ribuan massa Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Istana Negara untuk kesekian kalinya dengan tuntutan yang masih sama, yaitu bubarkan Ahmadiyah. Dalam orasi yang ditujukan pada Presiden SBY, salah seorang muslimah FPI mengatakan, “Kami dulu memilih engkau. Ketika BBM Naik kami tidak protes. Ketika harga sembako naik kami juga tidak protes. Tapi kami hanya meminta kepada engkau, bubarkan Ahmadiyah!”
Ia juga menyatakan Habib Rizieq harus dibebaskan, karena Habib Rizieq seorang ulama dan tidak terlibat dalam insiden Monas.
Orator lainnya juga meminta SBY mendengarkan keinginan para demonstran agar Pemerintah bertindak tegas dalam kasus aliran sesat Ahmadiyah, yaitu dengan membubarkannya melalui Keppres.
“Wahai Presiden SBY, dengarkan suara kami. Dengarkan cita-cita kami. Bubarkan Ahmadiyah,” teriak Habib Jindan dari Gerakan Cinta Nabi (GCN) yang disambut dengan takbir dari massa FPI.
Sebelumnya, ribuan massa FPI melakukan long march dengan menggunakan kendaraan bermotor dari markas mereka di Jalan Petamburan, Jakarta. Tampak pula massa dari Laskar Aswaja, Forum Betawi dan massa lainnya ikut bergabung di sana. Sebelum melakukan long march, massa menggelar sholawat nabi di rumah Ketua Umum FPI Habib Rizieq Shihab
Oleh: arul on September 2, 2008
at 11:42 am
Ya, tema nabi palsu bener-bener jadi kartu truf yang lumayan kuat dan strategis untuk mengajak “seluruh umat Islam Indonesia” menjatuhkan kartu-kartunya yang sama…
Indonesia memang lahan subur untuk meneruskan perselisihan. Kwantitas Umat Islam-nya yang termasuk besar menjadi “rebutan” berbagai aliran pendapat dalam Islam..
Padahal semua perselisihan Umat Islam Indonesia dari dulu sampai sekarang ini cuma imbas dari perselisihan global dan internasional, bahkan imbas dari keadaan perselisihan sejak berabad-abad yang lalu [yang kemudian dibawa masuk ke Indonesia setelah dikemas dengan bermacam-macam rupa]…..
sampai sekarang dan entah sampai kapan….
Oleh: ariefmas on September 3, 2008
at 8:37 am
wah.. ini ngomyang (=mengigau) tiak karuan namanyaa…
:) agak ngawur deh
Oleh: Kang Nur on September 5, 2008
at 11:25 am
kang Nur, namanya juga waton njeplak.. dan harusnya dulu pake nama ngomyang’s blog ya ?? Hehehe….
Tidak karuan dan ngawurnya tergantung orang2 itu ngakui atau tidak…
Minimal bisa paham makna yang tersirat..
Oya Kang Nur, nek ada pidato pak Karno yang lain mbok ditampilke di blog, nanti tak copy ne… Tq kunjungannya…
Oleh: ariefmas on September 6, 2008
at 1:03 pm
sobri lubis mantan penjahat yang pura2 tobat aja jadi keliatan sok bersih aja
lagian riziek itu juga ngak tau ya nenek moyang sesungguhnya!! riziek itu bukan keturunan nabi bohong sekali saya yang jamin
nama saya juga
habib jack al kalijaga
—————————————
ariefmas : tapi habib jack al kalijaga ini lak bukan gun jack to ???
Oleh: jack kalijaga on September 10, 2008
at 7:19 am
ingat saya maz
Oleh: Aroez on September 25, 2008
at 4:28 pm
Iii..serem juga nih!
Untuk direnungi:
Mulut kita berteriak: Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!, tapi hati kita mengobarkan kebencian, apakah itu bukan menghina Kesucian Allah?
Orang baik mana mungkin mengobarkan kebencian pada orang lain, apalagi Allah? TIDAK LOGIS KALAU ALLAH YANG MAHA KASIH ITU MEMBUAT HATI DAN PERBUATANMU PENUH KEBENCIAN APALAGI PEMBUNUHAN.
Maaf,
Tapi aku yakin ariefmas cuma bercanda.
Dalam sanubari, ariefmas tau kalo iblis itu mau menghalalkan apa saja demi membunuh manusia, kenapa? Karna iblis dengki pada Allah yang selalu hendak menyelamatkan ciptaannya sendiri.
Iblis? Hehehe.., dia tidak bisa menciptakan apa-apa, dia hanya bisa mengadu domba manusia agar timbul kebencian lalu gelap mata, lalu membunuh. Segala daya upaya mengobarkan kebencian akan dia lakukan, dengan memakai apa saja, apapun akan dia halalkan demi satu tujuan. Dengan demikian siapa saja yang berlaku jahat pada sesama ciptaan Allah maka dia (sadari atau tidak) tengah mengemban perintah iblis, iblis tengah merasuki hatinya.
Mengapa aku berkata demikian? Karena kita Semua tau Allah itu Maha Suci dan Tiada Tercela.Kebenaran Allah bukan kebenaran yang mengada-ada, atau karena maunya sendiri.
Kebenaran Allah adalah Kebenaran Sejati bukan karena kebenaran yang dibuat-buat, dipaksakan, dikondisikan. Kebenaran Allah bukan kebenaran abu-abu.
Kebenaran Allah tidak akan disangkal siapapun karena memang demikian, contohnya ‘mengasih’
Bukan kebenaran sejati kalau kita manusia saja sudah paling bertolak belakang dalam menilai.
“Membunuh sesama manusia” apakah itu kehendak Allah atau kehendak iblis? Bawalah ini kehati nurani untuk merenung, ingat, jangan terlambat karena dikuatirkan kita duluan mati selagi hati kita penuh dendam kesumat si Iblis akibatnya kita masuk neraka, mau?
Ingat PEMBUNUH = IBLIS
Oleh: erensdh on Oktober 21, 2008
at 10:36 am
[...] Allah… Mengapa ada seperti ini, ya Allah? Kata bathinku pilu, saat membaca blog ini Sedih sekali hatiku, oleh karena itu aku titip komentarku [...]
Oleh: BUNUH BUNUH BUNUH BUNUUUUHH….!!! Bunuh Ahmadiyah dimanapun merekah berada « Erensdh’s Weblog on Oktober 21, 2008
at 11:13 am
Apa yang disampaikan oleh ketiga ustad tadi adalah benar menurut syar’i. Permasalahannya adalah tidak semua dari kita memiliki kemampuan yang sama yang dapat menangkap kebenaran tersebut. Selain dari itu, tempat dimana kita berpijak sekarang ini bukan negara agama sehingga secara otomatis baik hukum maupun action yang dipakai pun akan kontra.
Maju terus FPI, FUI, MMI. ALLAH SWT SELALU MERIDLOI. AMIN.
Oleh: shafa on Desember 15, 2008
at 8:02 pm
Hik.. Hik.. Hik..
Udah jangan sedih mas ariefmas, Allah itu Maha sempurna KasihNya.. Dia memberi tubuh kita dengan keragaman bentuk serta keragaman warna-warninya untuk beragam tujuan maupun manfaatnya. Hal yang sama juga ada pada lingkungan kita: tumbuhan, hewan maupun manusianya termasuk benda mati pun demikian, beraneka ragam. Inilah yang menjadikan kehidupan kita ini nyata, indah serta menggairahkan! Bukanlah ini menyebabkan kita bisa mensyukuri nikmat Allah?
Bukankah fakta bila kita berlomba-lomba menjadi the best? Jadi yang terbaik? Dan itu ada pada semua sisi kehidupan kita.
Walaupun demikian sesama(manusia) yang lemah tidak kita tinggalkan begitu saja, karena ‘kasih’ kita membantu. Lalu sesama(manusia) yang ‘jahat’ tidak segera kita musnahkan begitu saja (bunuh), lagi-lagi karena ‘kasih’ kita mesti menyadarkannya. Bukankah Allah mengukur dan menilai kita dari sejauh dan semampu apa kita membantu serta menyadarkan sesama(manusia)?
Lalu mengapa kita sok terbaik tapi kita membenci bahkan membunuh sesama(manusia)? Bukankah Allah memberi kita yang baik maupun yang jahat dengan sinar matahari yang sama? Demikian juga akan halnya hujan, udara, bahkan bencana maupun rezeki tanpa memandang siapa siapa kita, apa agama kita dan apa pilihan politik kita?
Hanya kesombongan, kepongahan,ketamakan, diskriminatif, sukuisme, rasisme, fasisme, fanatisme maupun egoisme kitalah yang membuat kita kehilangan nurani berganti ‘wah’ jahatnya!
Ah, andai saja kita mau mencintai sesama seperti diri kita sendiri?
Eh, mas ariefmas masih marah ya? Maafin kalo ada yang salah..
Oleh: erensdh on Juli 6, 2009
at 8:28 am