Oleh: M. Arief B. | September 15, 2008

Amerika dan Umat Islam di Indonesia

 

 

Sebenarnya tidak ada kepentingan apapun aku tulis ini. Tapi angan-angan harus dituangkan. Setelah membaca blog-blog yang lain, juga artikel-artikel yang kebetulan kutemukan. Kalau sudah berkaitan dengan Amerika dan Umat Islam, rata-rata ber-argumen untuk kemudian membenci dan mengajak benci pada satu makhluk bernama Amerika ( kecuali microsoft-nya……!! ).

 

 

Hanya sekedar hasil renungan, sekedar pemikiran, tanpa dasar disiplin ilmu yang terkait, juga tanpa bukti konkret, dan hanya didukung minimnya informasi politik internasional, kucoba menulis ini ; Amerika dan Umat Islam di Indonesia.

 

 

Anggap saja sebagai bahan presentasi di forum warung angkringan sambil menikmati segelas teh atau kopi. Sehingga terbuka untuk pencerahan dan atau koreksi apabila ada kesalahan dari hasil renunganku. Tetapi koreksi harus dengan dasar argumentasi, bukan persepsi. Sehingga akan memuaskan untukku yang sekedar berfantasi……

 

 

Sebenarnya apakah Amerika memang layak dibenci oleh Umat Islam di Indonesia ?

 

Terus Amerika yang mana? Terlalu luas kalau tidak diberi batasan-batasan. Apakah penduduknya? Negara-nya? Pejabat-pejabat penguasa di pemerintahannya? Strategi politiknya? Sekutu-sekutu-nya? Produk-produk teknologi-nya? Atau semuanya yang penting Amerika?

 

 

Tapi warga muslim yang tinggal di sana tidak termasuk “Amerika” juga kan ?!!?

 

 

Kita tahu Indonesia bukan Negara Islam, tetapi kwantitas Umat Islam-nya mayoritas, bahkan jumlahnya terbanyak di banding negara-negara lain yang berbentuk negara Islam.

 

Kwantitas bisa menjadi salah satu modal berharga untuk suatu gerakan. Maka, kwantitas Umat Islam di Indonesia sangat berpotensi menjadi gerakan yang layak diperhitungkan di dunia internasional.

 

 

Selain itu, kondisi ekonomi Indonesia masih juga prihatin. Otomatis kondisi rakyatnya juga prihatin. Padahal mayoritas beragama Islam… Dus, otomatis Umat Islam di Indonesia mayoritas juga dalam keadaan prihatin.

 

 

Ada yang aneh dengan kondisi ini, padahal sebagai negara yang berkembang, tentu Indonesia masih membutuhkan bantuan. Hanya saja sebagai negara dengan mayoritas umat Islam, anehnya mengapa sedikit sekali bantuan dari negara-negara Islam. Apakah memang tidak ada kepedulian atau ada penyebab lain ? Atau negara-negara Islam juga sedang dalam kemelut sehingga tidak sempat memperhatikan kondisi umat Islam di Indonesia ?

 

 

Walaupun sebagian negara-negara Islam sedang dalam kemelut, tetapi sebagian besar lain dalam kondisi makmur dengan simpanan baitul maal yang berlebih. Tidak seberapa kalau sekedar memberi bantuan untuk Indonesia, karena mereka juga memikirkan kondisi Indonesia dengan mayoritas muslimnya, sekaligus juga memikirkan investasi..

 

 

Sebenarnya tidak aneh, karena bantuan-bantuan itu memang tidak bisa masuk ke Indonesia. Jika 100% yang mau masuk, paling hanya 10% yang berhasil. Itu pun tidak seluruhnya bisa dinikmati rakyat.

 

Lain lagi kalau bantuan itu dari negara barat ( baca : Amerika dan sekutu-sekutunya ), bantuan akan masuk dengan mudah dan lancar (bantuan dalam bentuk hutang, dan rata-rata yang disebut bantuan memang dalam bentuk hutang). Padahal bisa jadi bantuan itu cuma dana milik pejabat jaman dulu yang terkatung-katung di luar negeri…. malah mungkin cuma bunganya.

 

 

Itu memang skenario Amerika. Jangan sampai umat Islam di Indonesia menjadi kuat. Suatu potensi berbahaya jika dibiarkan kuat. Berbahaya untuk kehidupan internasional yang sedikit banyak sudah dikuasai Amerika sebagai polisi dunia.

 

 

Dan itu cara Amerika melemahkan umat Islam di Indonesia, dengan menghalangi bantuan-bantuan dari negara Islam. Dampaknya pun luar biasa. Bukan saja tidak bisa maju, tetapi secara umum umat Islam di Indonesia seperti berjalan di tempat. Malah terancam kemunduran. Bagaimana mau memikirkan kemajuan, sedangkan untuk hidup sehari-hari dan menyekolahkan anak-anaknya saja susah….

 

 

Cara menghalanginya tidak secara langsung, namun lewat birokrasi.

Birokrasi diikat dengan hutang,

Diikat dengan penguasaan terhadap sumber-sumber komoditi vital yang dimiliki. ( minyak dan gas bumi, juga bahan-bahan tambang lainnya ).

Diikat dalam bidang perbankan.

Juga diikat dengan pengawasan HAM dan demokrasi dalam kehidupan bernegara ( pelanggaran terhadap HAM, menjadi causa yang absah untuk menindak negara lain ).

 

Intinya, terjadi penjajahan sistem.

 

 

Sehingga selain Amerika dan sekutu-sekutunya, pemerintah tidak bisa menerima bantuan dari negara-negara Islam

 

Selain itu, kerakusan pemimpin-pemimpin di masa dahulu, antara lain dengan menyimpan dananya di luar negeri. Didukung juga dengan tradisi korupsi mulai dari yang kecil sampai yang cukup untuk memenuhi APBD, menambah sempurnanya keprihatinan rakyat. Yang mana kasus-kasus pembobolan uang negara itu hilang seperti kabut menjelang siang. Entah bagaimana dengan larinya Edi Tanzil dan spesiesnya. Tidak ada kelanjutannya. Kenapa tidak dihukum mati saja waktu itu. Biar arwahnya saja yang lari dari penjara. Apakah jumlah dana yang dibobol belum layak untuk dasar tindak subversi yang berakibat rapuhnya kepercayaan rakyat terhadap negara ??

 

Kondisi rakyat yang sebagian berorientasi enak kepenak sebagai bentuk konsumerism, juga menjadi faktor yang makin memberatkan. Karena untuk itu, negara menuruti dengan cara hutang dan terus hutang. Demi subsidi dan profit calo-calo resmi.

 

 

Lengkap dan relatif sempurna !!!

 

 

Ya, lengkap dan relatif sempurna untuk makin melemahkan potensi umat Islam. Apalagi didukung dengan sistem politik demokrasi yang berlaku di negeri ini, umat Islam semakin memprihatinkan. Umat Islam terpecah-pecah dalam banyak partai yang masing-masing mengusung kepentingannya sendiri-sendiri. Ini merupakan bentuk keprihatinan umat Islam Indonesia secara politik dan kenegaraan.

 

 

Sebenarnya ada kepentingan apa Amerika berbuat seperti itu?

 

 

Setelah keruntuhan Al Qaeda, Saddam Husein, Taliban, dan kelompok-kelompok Anti Amerika di Timur Tengah. Diprediksi akan terjadi pengalihan kekuatan Anti Amerika ke Indonesia sebagai negara dengan mayoritas umat Islam. Kalau Indonesia menjadi basis gerakan itu, maka akan menjadi gerakan yang dahsyat dan relatif sulit dihadapi. Bukan sekedar kedahsyatan dalam bidang perlawanan fisik, namun juga perlawanan bidang ekonomi.

 

 

Gerakan-gerakan Islam keras selanjutnya memang muncul di Indonesia sebagai lanjutan dari Timur Tengah. Merupakan kepanjangan tangan yang berupa alumni-alumni hasil didikan dari Afganishtan, Iran, dll. Bermodalkan isu jihad dan rasionalisme Islam, menarik perhatian dan menarik banyak umat Islam untuk bergabung. Umat Islam yang lain yang tidak mau bergabung akan berhadapan dengan serangan-serangan kebencian mereka.

 

 

Itu semua bertujuan menambah kekuatan, mencari rekan seperjuangan sama-sama muslim. Indonesia mau dijadikan basis mereka yang sudah berantakan di Timur Tengah setelah runtuhnya Saddam, Taliban, Al-Qaeda…. ( AS-lah di bawah pimpinan Presiden George W Bush yang mengakhiri kekuasaan Saddam dengan tuduhan memiliki senjata pemusnah massal dan mendukung jaringan terorisme Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden – kompas ).

 

 

Pemerintah sendiri sengaja tidak sengaja sudah menjadi kepanjangan tangan Amerika untuk bertindak memangkas bibit-bibit gerakan itu. Secara kenyataan memang sudah terlaksana. Dengan dasar penegakan hukum positif yang berlaku, pemerintah Indonesia absah untuk memberi putusan apapun buat aksi-aksi yang hakekatnya merupakan bibit-bibit gerakan Islam keras Anti Amerika lanjutan dari Timur Tengah.

 

 

Tuntutan Pembubaran Ahmadiyah.

Kemudian mengenai tuntutan pembubaran Ahmadiyah, tidak ada kaitannya langsung dengan itu semua.. Malah membingungkan, sebab pemikir yang mendalangi tuntutan pembubaran Ahmadiyah bisa dari alternatif 2 sumber, bisa dari pemerintah, tapi juga bisa dari gerakan Islam keras.

Sama-sama untuk pengalihan konsentrasi.

 

 

Buat pemerintah, merupakan pengalihan konsentrasi dari kondisi dan kebijakan negara. (Toh tidak ada susahnya buat pemerintah mengangkat isu itu).

 

Buat gerakan Islam keras, merupakan pengalihan konsentrasi dan bentuk kompensasi untuk jangan terobsesi pada kegagalan sementara, menjadikan Indonesia sebagai basis kekuatannya.

 

 

Ahmadiyah sebagai gerakan yang besar dan kuat di luar Indonesia, juga sudah lama eksis di Indonesia, kenapa baru sekarang dituntut dibubarkan ? Kenapa adanya tuntutan itu setelah masuknya gerakan-gerakan Islam keras dari Timur Tengah dan gagalnya serangkaian aksi-aksi mereka di Indonesia?

 

 

Dosa fatal secara syariah islam tentang pengakuan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi palsu, itu pengakuan yang berabad lalu. Kenapa dulu-dulu tidak ada reaksi membubarkan Ahmadiyah secara internasional ?

 

Penggunaan nama Ahmad sebagai nama lain dari nabi Muhammad, dulu sempat kupikir sebagai strategi agar laku di Indonesia, karena Ahmadiyah berarti pengikut Nabi Ahmad (nama lain dari Nabi Muhammad).

Tetapi ternyata tidak, karena mereka memang mengakui nama Ahmad diambil dari nama Mirza Ghulam Ahmad. Dimana Ahmadiyah berarti pengikut Mirza Ghulam Ahmad.  

Mungkin tuntutan pembubaran itu dirintis secara nasional dari Indonesia dahulu, baru kemudian berkembang secara internasional. Tetapi itu tidak logis, karena harusnya sudah tahu kalau bumi Indonesia terbuka untuk kemajemukan keyakinan, di bawah dasar negara

Pancasila dan UUD 1945.

 

Atau mungkin tuntutan itu karena Ahmadiyah dianggap menodai agama dan merusak akidah Islam, sehingga diadakan pembersihan dari dalam ? Tetapi itu juga malah membawa rentetan panjang pertentangan di dalam umat Islam di Indonesia. Sebab setelah alasan nabi palsu, masih banyak pemahaman umat Islam lain di Indonesia yang bisa dianggap merusak akidah Islam. Berarti pemahaman lain nantinya juga bisa dituntut dibubarkan dengan alasan merusak akidah Islam, versi mereka.

 

 

Kalau melihat dari sudut pandang gerakan Islam keras, sebagai lanjutan dari artikel konyol ku dulu. Jangankan nabi palsu, di Indonesia ini masih banyak keyakinan lain yang bahkan bisa dianggap ber-tuhan-palsu juga eksis berabad-abad. Bukankah harusnya itu dituntut lebih dahulu untuk dibubarkan atau menjadi agama terlarang, karena lebih berbahaya untuk akidah Islam ?

 

Atau jangan-jangan, karena Ahmadiyah tidak mau diajak kerjasama oleh rombongan gerakan Islam keras untuk bersama-sama beraksi di Indonesia ?

 

 

Bagaimana Menghadapi Strategi Amerika.

 

Sebenarnya mau aku tulis meniru salah satu iklan parfum :

………………………selanjutnya terserah anda….

 

Tetapi ada salah satu alternatif cara melawan Amerika, ini kalau mengikuti pemikiran rombongan Islam garis keras Anti Amerika,

caranya yaitu :

= melepas semua ikatan-ikatan dengan Amerika yang selama ini membelit negara dan pemerintahan.

= Kemudian hutang-hutang dilunasi dengan gali lubang tutup lubang.

= Selanjutnya semua komoditi yang semula dipegang Amerika, dialihkan penguasaannya.

= Langkah terakhir ialah memutuskan hubungan diplomasi dengan Amerika dan sekutu-sekutunya.

Namun,

ada satu syarat untuk melaksanakan cara itu, yaitu : kuasai dulu pemerintahan !!

 

Dan berikut-berikutnya bisa diperkirakan,

hanya akan ada satu kata : PERANG !!!


Tanggapan

  1. saya pernah baca di suatu media bahwa setelah peristiwa WTC 11 September 2001 itu, bukan hanya pemerintah Bush lalu mnjadikan itu sbg dasar utk kalap; namun juga cukup banyak warga Amerika yg lalu penasaran utk tahu apa dan bagiamana sesungguhnya Islam itu. entah berita itu benar apa tidak. kalao berita itu benar, tetaplah usaha utk melakukan pemahaman antar budaya itu ada faedahnya. :)
    —————————–
    ariefmas : trima kasih udah mampir. tapi anehnya di WTC, kok 3000 orang Yahudi Israel yang kerja di sana, hari itu nggak ada yg masuk… Jangan2 Israel malah sudah tau ya, Kang… Atau pelaku sebenarnya malah……?

  2. informasi yang di berikan sanagat bagus kalau tadi anda menyatakan trik melawan amerika tapi mesti oleh pemerintah, cuman mau mengungkapkan pendapat sebenarnya kita bisa ikut andil dalam memerangi amerika dan sekutunya dengan hal-hal yang kecil sehari-hari di mulai dalam belanja kita di sarankan tidak membeli pruduk-pruduk mereka, lebih bagus lagi kita selalu berbelenja di toko- toko urang muslim dengan begitu akan menghasilkan dua sisi yang baik memajukan orang muslim dan melemahkan orang kapir, dengan membeli pruduk amerika dan sekutunya kita ikut andil menjadikan mereka kuat dan akhirnya mereka juga yang menghancurkan kita. terima kasih


Beri tanggapan

Your response:

Kategori