Permasalahan Kemitraan Beternak Burung Puyuh Petelur

burung puyuh petelurtelur puyuh dalam kemasan/tray

Secara umum, para petani dan peternak di Indonesia cukup mumpuni dalam berproduksi. Yang menjadi kendala kemudian ialah kurang atau tidak adanya pemasaran. Menengok negara tetangga, Thailand. Menurut yang pernah penulis baca di majalah Trubus, entah terbitan kapan aku lupa, kalau tidak salah ingat, di sana ada kementrian pemasaran hasil-hasil pertanian, sehingga petani sebagai prosuden tidak lagi khawatir kalau sampai tidak bisa memasarkan hasil pertaniannya dengan keuntungan yang sesuai.
Indonesia sebagai negara agraris yang lebih luas daripada Thailand barangkali dalam Departemen Pertaniannya ada juga bagian yang mengurusi masalah pemasaran hasil-hasil pertanian. Hanya saja penulis belum mencari referensi sampai semaksimal bagaimana departemen pertanian berusaha agar para petani dan peternak di Indonesia tidak sampai merugi.

Dalam usaha burung puyuh petelur, tidak usah khawatir dengan pemasarannya, PT Peksi Gunaraharja menjalin kemitraan dengan petani peternak, termasuk dalam pemasaran produksinya. Tentu bukan hanya PT Peksi Gunaraharja saja yang mengelola usaha burung puyuh dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai pemasarannya, ada banyak kemitraan-kemitraan yang lain. Namun penulis sebagai plasma yang bermitra dengan PT Peksi Gunaraharja cukup merasakan tidak repotnya memasarkan hasil telur burung puyuh. Sebagai produsen, bisa terkonsentrasi bagaimana memaksimalkan produksinya, tanpa terganggu dengan kekhawatiran apakah nanti laku atau tidak.

Setelah beberapa lama menjadi plasma dalam semi kemitraan dengan PT Peksi Gunaraharja, penulis menemukan beberapa permasalahan di dalamnya. Permasalahan ini tentunya lebih fokus dilihat dari sudut pandang peternak / plasma.
Ada 5 hal permasalahan dalam semi kemitraan tersebut. Kelima hal ini yang kemudian menjadi ukuran loyalitas peternak kepada PT, antara lain :

1. Pembelian bibit / DOQ.
2. Pembelian pakan.
3. Penjualan telur.
4. Penjualan apkiran.
5. Hutang.

1. Pembelian Bibit / DOQ.
Harga sekarang, Rp 1.250,- per-ekor bibit puyuh petelur merupakan harga yang relatif murah. Pihak PT sendiri terutama divisi hatchery tentu sudah memilihkan bibit yang sebaik-baiknya. Seperti yang pernah diceritakan, per-bibit-an ini juga impor dari luar negeri untuk mendapatkan bibit burung puyuh petelur yang unggul. Tentu tidak dianggap plasma / mitra PT Peksi apabila bibit mengambil dari luar PT.

2. Pembelian Pakan.
Menurut keterangan dari pihak PT, bahwa “pakan=telur”, maksudnya jumlah telur yang dihasilkan seukur dengan jumlah pakan yang dihabiskan burung puyuh. Untuk ini pihak PT sudah memberi patokan berupa range, dimana untuk 1 sak pakan dipatok menghasilkan telur sejumlah sekitar 1.350 butir. Jadi, apabila mengambil 2 sak pakan sedangkan telur yang disetor sejumlah 4.050 atau lebih, disimpulkan telah menambah 1 sak lagi yang bukan pakan dari PT. untuk kelebihan telur yang diluar range diberi harga yang berbeda (lebih murah dengan selisih sekitar Rp 6,- perbutir).
Tentang penambahan / pencampuran pakan ini nantinya akan dibahas dalam artikel tersendiri.

3. Penjualan Telur.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kemitraan puyuh petelur, PT Peksi mengelola kemitraan tersebut dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai pemasarannya. Kontinuitas produksi dan kelancaran pemasaran menjadi pokok usaha tersebut. Demikian juga sebagai perusahaan yang tentunya berorientasi profit, PT Peksi berusaha mendapatkan keuntungannya sejak pembibitan, pakan, sampai pemasaran produksi telurnya. Untuk ini, akan dianggap plasma yang kurang loyal kepada PT apabila plasma menjual telurnya ke luar PT. Hal ini juga bisa diukur dari patokan “pakan=telur”. Hanya saja patokan itu tidak mutlak berlaku dalam mengukur produksi/setoran telur ke PT, sebab bisa saja kurangnya produksi disebabkan kondisi burung puyuh yang kurang sehat atau penanganan yang kurang baik selama masa produksi.

4. Penjualan Apkiran.
Menjadi hal yang cukup merepotkan bagi peternak apabila puyuh peliharaannya sudah tua dan tidak lagi baik berproduksi. Untuk puyuh yang demikian tentu dijual menjadi puyuh pedaging, yang kemudian disebut dengan burung puyuh apkiran. Kalau jumlah apkirannya di bawah 1000 ekor mungkin belum begitu sulit menjualnya, namun kalau apkirannya di atas 5000 atau mencapai puluhan ribu tentu relatif sulit menjualnya. Untuk itu PT Peksi Gunaraharja sudah memberi solusi dengan kemampuannya membeli burung puyuh apkiran dari peternak / plasma. Pembelian burung puyuh apkiran oleh PT Peksi juga dihargai relatif tinggi, yaitu RP 2.500,- per ekor (saat ini), berapapun jumlahnya.
Secara kenyataan tetap ada juga kemungkinan menjual apkiran ke luar PT dengan pertimbangan harga pembelian yang lebih tinggi. Bagi plasma yang menjual ke luar PT ini dikategorikan termasuk tidak loyal.

5. Hutang.
Ke-4 permasalahan sebelumnya menjadi ukuran loyal tidaknya peternak/plasma terhadap PT. Secara kenyataannya ketidakloyalan itu tidak menjadi alasan PT menghentikan hubungan kemitraan, kecuali kalau ada yang keterlaluan. Namun sepertinya belum ada pemutusan hubungan kemitraan karena ke-4 permasalahan di atas, artinya belum ada peternak yang keterlaluan baik dalam bibit, pakan, penjualan telur, maupun apkiran.
Namun untuk permasalahan yang ke-5 ini pihak PT mau tidak mau harus menghentikan hubungan kemitraan. Cara penghentiannya bisa dengan tidak memberikan pakan, atau tidak memberi pesanan bibit.
Sekedar informasi saja, selama ini jumlah bedeb (hutang yang jelas tidak bisa ditagih lagi) dari peternak mencapai lebih dari Rp 1.000.000.000,-. Jumlah yang relatif besar.
Kenapa bisa ada hutang ?
Pada saat pembesaran burung puyuh sampai nilai produksi telurnya melebihi nilai pakan, pada saat itu juga peternak harus membayar pakannya terlebih dahulu secara tunai. Untuk pakan yang berupa BR, pihak PT memang tegas dalam pembayaran pakan. Tetapi pada masa pemberian pakan teluran, PT memberi kelonggaran dengan membolehkan peternak tidak membayar dulu pakan teluran selama nilai produksi telurnya belum melebihi nilai pakan yang dihabiskan puyuh. Masa ini memakan waktu sekitar 4x mengantar pakan (4 minggu). Kalau dalam seminggunya membutuhkan pakan 3 sak, berarti PT sudah memberi piutang sejumlah minimal (Rp200.000×3)x4 : Rp Rp 2.400.000,- yang memang menjadi rata2 hutang peternak terhadap PT. Selanjutnya hutang tersebut akan dipotong sedikit demi sedikit dari jumlah telur yang disetor. Piutang itu diberikan tanpa jaminan dan otomatis tanpa bunga. Piutang inilah yang kadang menjadi bedeb alias tidak bisa ditagih lagi karena hal-hal tertentu, terutama kalau peternak sudah tidak menjadi mitra PT Peksi.

Demikian sedikit tulisan mengenai permasalahan-permasalahan dalam kemitraan beternak burung puyuh petelur. Mudah-mudahan bermanfaat. Dan, selamat bermitra……….

—————————————————————

ARTIKEL TERKAIT:

Berbagi Cerita Pengalaman Beternak Burung Puyuh

Menghadapi Bulan-bulan Buruk Harga Telur Puyuh

Tips Merawat dan Memelihara Puyuh Petelur Agar Tetap Berproduksi dengan Maksimal

Syarat-syarat yang Diperlukan dalam Budidaya Burung Puyuh Petelur

Aneka Makanan dengan Bahan Telur Puyuh

Kiat Meningkatkan Keuntungan dalam Beternak Burung Puyuh Petelur dengan Mencampur Pakan (tidak Berlaku untuk Kemitraan)

Gambar Kandang Burung Puyuh PetELUR

[pic] Persiapan dan Perkembangan Pembesaran DOQ Ternak Burung Puyuh Petelur

Alamat Lengkap PT PEKSI GUNARAHARJA

Bisnis Puyuh Memang Sedang Ampuh

Beberapa Hal yang Penting Diperhatikan pada 3 Hari Pertama Pembesaran DOQ Puyuh Petelur Sistem Manual dengan Pemanasan Lampu Listrik

TELUR PUYUH: Sangat Bagus untuk NUTRISI OTAK !!!!!

DIJUAL: CD Video dan Buku Panduan Cara Beternak Burung Puyuh yang Benar

About these ads

93 gagasan untuk “Permasalahan Kemitraan Beternak Burung Puyuh Petelur

  1. slm kenal pak arief , sy lgi cari bibit puyuh petelur ni brp per ekor nya & brp maksimal pengambilan ny trus bisa di kirim ? trmsh
    mohon jawaban ny..Asslmkm

  2. bung arief lam kenal.
    aku jadi tertarik dengan bisnis puyuh. kira kira syarat lokasi yang baik untuk ternak yang gimana ya? o ya njenengan jogjane pundi nggeh? pengen dolan buat nanya nanya. nuwun. . . .

  3. salam kenal mas…..

    mas saya adalah pengusaha pembibitan puyuh
    akhir2 ini saya punya masalah mas…

    hasil dari pada perslangan saya banyak yang gagal
    padahal sebelumnya hasil persilangan dari induk itu selalu berhasil
    namun akhir2 ini puyuh2 yang dihasilkan banyak yang banci / yaang biasanya pada saat menetas bibit yang berwarna kuning itu coklat betina dan hitam jantan

    tetapi sekarang sekitar 50%banci semua
    saya minta tolong untuk jawaban nya mas
    atau mas smsm ke no 087850059845
    nanti saya telepon mas
    terimakasih banyak ya mas……..

  4. slm knl ms zaky
    sekedar berbagi pengalamn krna penah jga ngalamin mslh kyak ms,biasanya anakan banci dikarenakan usia indukan yg sudah tua usia 1thn lebih..jdi sebaiknya ms zakie melakukan peremajaan indukan

  5. mas salam kenal,saya orang medan mau coba ternak puyuh, saya coba 500 ekor tp sebelum itu saya coba dulu 30 ekor mau nanya? sebenarnya umur berapa hari puyuh mulai produktif untuk bertelur? dan bagaimana memberi pakan yang sudah mulai bertelur?

  6. mas saya tertarik mau ternak burung puyuh………..
    tp saya gk tau mau beli bibit puyuh nya di mana……….
    saya dari sumatra.
    kalo mas-mas ada yang jual tolong hubungin saya.
    di nomor 083177344426
    tolong ya mas.
    di tunggu…
    add FB saya kalo ada>>helmimonic@ymail.com

  7. Sy sangat tertarik beternak brg puyuh, apa bisa gabung, gimana caranya. di Cimahi saya belum melihat ada peternak puyuh, atau mungkin sy yg kuper. tolong Mas saya sangat berharap imformasi lebih jelas dan nyambung

  8. salam knal dr sulton,saya dijawa timur {malang},bs g saya ikut bergabung dlm kemitraan mas,soalnya saya pingin sekali usaha puyuh,tp tdk tahu mo kmn memasarkanx…mksh ats waktux n info..

  9. salam kenal mas arief,,? saya tinngal di semarang saya sudah mulai ternak puyuh 8 bulan awalnya saya cuma beli telur 1500 dan ahamdulillah sudah punya 6000 ekor,dengsn cara menetaskan telor sendiri denngan mesin penetas buat sendiri. satu mesin muat 1000 butir,telur bisa juga bisa dari kami,djamin betinanya lebih banyak! mungkin kalo ada temen2 yg mau minat modal kecil untuk beli puyuh siap telur(dere)insa allah dngan punya mesin sendiri bisa lebih mandiri dan modal tidak besar.dan kandang juga untuk ukuran 1000 ekor bisa pesan hubungi kami,,makasih sblunya mas arif,

  10. salam kenal mas, saya tertarik sekali dgn ternak burung puyuh ini, tapi saya nggak tau harus membeli bibit dimana soalnya saya tinggal di Sumedang-Jawa Barat, apakah memungkinkan kalo membeli bibit ini dari PT. PEKSI di Yogyakarta, apakah ada jasa pengiriman dgn penambahan biaya transportasi. Tolong solusinya. Makasih.

  11. saya punya rencana menjadi peternak puyuh, nanti sekitar bulan september, say akan membeli sekitar 2000 ekor, bibit siap telor..
    saat ini saya sedang membuat kandang pemeliharaan…
    saya ingin tahu harga per ekor burung puyuh siap telor…

  12. assalam.pak mo nanya berpa harga DOQ petelur umur sehari untuk 100 ekor dan berapa ongkos kirimnya untuk kab.banggai kepulauan,sulawesi-tengah.trims mohon balasannya.

  13. Ping-balik: Gambar Kandang Burung Puyuh Petelur (Facelift) « Ariefmas's Weblog

  14. Ping-balik: Begini Menata Telur Puyuh Kemitraan PT Peksi Gunaraharja yang Baik dan Benar [foto] « Ariefmas's Weblog

  15. halo bung salam kenal,saya berencana merintis peternakan burung puyuh petelor,minta alamat u kemitraan yg ada d daerah jateng d mana??thank sebelumnya.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s