Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Permasalahan Kemitraan Beternak Burung Puyuh Petelur

burung puyuh petelurtelur puyuh dalam kemasan/tray

Secara umum, para petani dan peternak di Indonesia cukup mumpuni dalam berproduksi. Yang menjadi kendala kemudian ialah kurang atau tidak adanya pemasaran. Menengok negara tetangga, Thailand. Menurut yang pernah penulis baca di majalah Trubus, entah terbitan kapan aku lupa, kalau tidak salah ingat, di sana ada kementrian pemasaran hasil-hasil pertanian, sehingga petani sebagai prosuden tidak lagi khawatir kalau sampai tidak bisa memasarkan hasil pertaniannya dengan keuntungan yang sesuai.
Indonesia sebagai negara agraris yang lebih luas daripada Thailand barangkali dalam Departemen Pertaniannya ada juga bagian yang mengurusi masalah pemasaran hasil-hasil pertanian. Hanya saja penulis belum mencari referensi sampai semaksimal bagaimana departemen pertanian berusaha agar para petani dan peternak di Indonesia tidak sampai merugi.

Dalam usaha burung puyuh petelur, tidak usah khawatir dengan pemasarannya, PT Peksi Gunaraharja menjalin kemitraan dengan petani peternak, termasuk dalam pemasaran produksinya. Tentu bukan hanya PT Peksi Gunaraharja saja yang mengelola usaha burung puyuh dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai pemasarannya, ada banyak kemitraan-kemitraan yang lain. Namun penulis sebagai plasma yang bermitra dengan PT Peksi Gunaraharja cukup merasakan tidak repotnya memasarkan hasil telur burung puyuh. Sebagai produsen, bisa terkonsentrasi bagaimana memaksimalkan produksinya, tanpa terganggu dengan kekhawatiran apakah nanti laku atau tidak.

Setelah beberapa lama menjadi plasma dalam semi kemitraan dengan PT Peksi Gunaraharja, penulis menemukan beberapa permasalahan di dalamnya. Permasalahan ini tentunya lebih fokus dilihat dari sudut pandang peternak / plasma.
Ada 5 hal permasalahan dalam semi kemitraan tersebut. Kelima hal ini yang kemudian menjadi ukuran loyalitas peternak kepada PT, antara lain :

1. Pembelian bibit / DOQ.
2. Pembelian pakan.
3. Penjualan telur.
4. Penjualan apkiran.
5. Hutang.

1. Pembelian Bibit / DOQ.
Harga sekarang, Rp 1.250,- per-ekor bibit puyuh petelur merupakan harga yang relatif murah. Pihak PT sendiri terutama divisi hatchery tentu sudah memilihkan bibit yang sebaik-baiknya. Seperti yang pernah diceritakan, per-bibit-an ini juga impor dari luar negeri untuk mendapatkan bibit burung puyuh petelur yang unggul. Tentu tidak dianggap plasma / mitra PT Peksi apabila bibit mengambil dari luar PT.

2. Pembelian Pakan.
Menurut keterangan dari pihak PT, bahwa “pakan=telur”, maksudnya jumlah telur yang dihasilkan seukur dengan jumlah pakan yang dihabiskan burung puyuh. Untuk ini pihak PT sudah memberi patokan berupa range, dimana untuk 1 sak pakan dipatok menghasilkan telur sejumlah sekitar 1.350 butir. Jadi, apabila mengambil 2 sak pakan sedangkan telur yang disetor sejumlah 4.050 atau lebih, disimpulkan telah menambah 1 sak lagi yang bukan pakan dari PT. untuk kelebihan telur yang diluar range diberi harga yang berbeda (lebih murah dengan selisih sekitar Rp 6,- perbutir).
Tentang penambahan / pencampuran pakan ini nantinya akan dibahas dalam artikel tersendiri.

3. Penjualan Telur.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kemitraan puyuh petelur, PT Peksi mengelola kemitraan tersebut dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai pemasarannya. Kontinuitas produksi dan kelancaran pemasaran menjadi pokok usaha tersebut. Demikian juga sebagai perusahaan yang tentunya berorientasi profit, PT Peksi berusaha mendapatkan keuntungannya sejak pembibitan, pakan, sampai pemasaran produksi telurnya. Untuk ini, akan dianggap plasma yang kurang loyal kepada PT apabila plasma menjual telurnya ke luar PT. Hal ini juga bisa diukur dari patokan “pakan=telur”. Hanya saja patokan itu tidak mutlak berlaku dalam mengukur produksi/setoran telur ke PT, sebab bisa saja kurangnya produksi disebabkan kondisi burung puyuh yang kurang sehat atau penanganan yang kurang baik selama masa produksi.

4. Penjualan Apkiran.
Menjadi hal yang cukup merepotkan bagi peternak apabila puyuh peliharaannya sudah tua dan tidak lagi baik berproduksi. Untuk puyuh yang demikian tentu dijual menjadi puyuh pedaging, yang kemudian disebut dengan burung puyuh apkiran. Kalau jumlah apkirannya di bawah 1000 ekor mungkin belum begitu sulit menjualnya, namun kalau apkirannya di atas 5000 atau mencapai puluhan ribu tentu relatif sulit menjualnya. Untuk itu PT Peksi Gunaraharja sudah memberi solusi dengan kemampuannya membeli burung puyuh apkiran dari peternak / plasma. Pembelian burung puyuh apkiran oleh PT Peksi juga dihargai relatif tinggi, yaitu RP 2.500,- per ekor (saat ini), berapapun jumlahnya.
Secara kenyataan tetap ada juga kemungkinan menjual apkiran ke luar PT dengan pertimbangan harga pembelian yang lebih tinggi. Bagi plasma yang menjual ke luar PT ini dikategorikan termasuk tidak loyal.

5. Hutang.
Ke-4 permasalahan sebelumnya menjadi ukuran loyal tidaknya peternak/plasma terhadap PT. Secara kenyataannya ketidakloyalan itu tidak menjadi alasan PT menghentikan hubungan kemitraan, kecuali kalau ada yang keterlaluan. Namun sepertinya belum ada pemutusan hubungan kemitraan karena ke-4 permasalahan di atas, artinya belum ada peternak yang keterlaluan baik dalam bibit, pakan, penjualan telur, maupun apkiran.
Namun untuk permasalahan yang ke-5 ini pihak PT mau tidak mau harus menghentikan hubungan kemitraan. Cara penghentiannya bisa dengan tidak memberikan pakan, atau tidak memberi pesanan bibit.
Sekedar informasi saja, selama ini jumlah bedeb (hutang yang jelas tidak bisa ditagih lagi) dari peternak mencapai lebih dari Rp 1.000.000.000,-. Jumlah yang relatif besar.
Kenapa bisa ada hutang ?
Pada saat pembesaran burung puyuh sampai nilai produksi telurnya melebihi nilai pakan, pada saat itu juga peternak harus membayar pakannya terlebih dahulu secara tunai. Untuk pakan yang berupa BR, pihak PT memang tegas dalam pembayaran pakan. Tetapi pada masa pemberian pakan teluran, PT memberi kelonggaran dengan membolehkan peternak tidak membayar dulu pakan teluran selama nilai produksi telurnya belum melebihi nilai pakan yang dihabiskan puyuh. Masa ini memakan waktu sekitar 4x mengantar pakan (4 minggu). Kalau dalam seminggunya membutuhkan pakan 3 sak, berarti PT sudah memberi piutang sejumlah minimal (Rp200.000×3)x4 : Rp Rp 2.400.000,- yang memang menjadi rata2 hutang peternak terhadap PT. Selanjutnya hutang tersebut akan dipotong sedikit demi sedikit dari jumlah telur yang disetor. Piutang itu diberikan tanpa jaminan dan otomatis tanpa bunga. Piutang inilah yang kadang menjadi bedeb alias tidak bisa ditagih lagi karena hal-hal tertentu, terutama kalau peternak sudah tidak menjadi mitra PT Peksi.

Demikian sedikit tulisan mengenai permasalahan-permasalahan dalam kemitraan beternak burung puyuh petelur. Mudah-mudahan bermanfaat. Dan, selamat bermitra……….

—————————————————————

ARTIKEL TERKAIT:

Berbagi Cerita Pengalaman Beternak Burung Puyuh

Menghadapi Bulan-bulan Buruk Harga Telur Puyuh

Tips Merawat dan Memelihara Puyuh Petelur Agar Tetap Berproduksi dengan Maksimal

Syarat-syarat yang Diperlukan dalam Budidaya Burung Puyuh Petelur

Aneka Makanan dengan Bahan Telur Puyuh

Kiat Meningkatkan Keuntungan dalam Beternak Burung Puyuh Petelur dengan Mencampur Pakan (tidak Berlaku untuk Kemitraan)

Gambar Kandang Burung Puyuh PetELUR

[pic] Persiapan dan Perkembangan Pembesaran DOQ Ternak Burung Puyuh Petelur

Alamat Lengkap PT PEKSI GUNARAHARJA

Bisnis Puyuh Memang Sedang Ampuh

Beberapa Hal yang Penting Diperhatikan pada 3 Hari Pertama Pembesaran DOQ Puyuh Petelur Sistem Manual dengan Pemanasan Lampu Listrik

TELUR PUYUH: Sangat Bagus untuk NUTRISI OTAK !!!!!

DIJUAL: CD Video dan Buku Panduan Cara Beternak Burung Puyuh yang Benar

21 Oktober 2009 - Posted by | Catatan Saya, Dunia Puyuh, Puyuh Lama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

91 Komentar »

  1. Salam kenal to mas arief yang sangat arif krn telah bnyak berikan ilmunya sm kita2. mas, prospek bisnis ternak puyuh saat ini gmn? sangat menjanjikan tdk? trims atas jawabannya

    Arief: salam kenal juga Mas Dede. Saya peternak kecil yg skedar menceritakan apa yg saya alami.
    Tentang prospek dan profit, sampai saat ini dalam hubungannya dg kemitraan, saya anggap sangat menjanjikan.
    Trima kasih sama2.

    Komentar oleh dede adriyanto | 25 Oktober 2009 | Balas

  2. lam kenal mas, tertarik juga nih buat usaha sampingan, lokasi peternakannya dimana sih mas, masih disekitar Jakarta kah ?
    Dibales ya. Makasih.

    Arief: sama2 makasih. Lam kenal juga. Lokasinya tidak di Jakarta, mbak, tapi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Komentar oleh yuni | 29 Oktober 2009 | Balas

  3. aku pingin ternak puyuh tapi terbayang pemasaran telornya bagaimana cara ikut kemitraan dengan PT Peksi? Apakah Bisa sedang saya berada di kota purworejo jawa tengah

    Arief: sepengetahuan saya, daerah Purworejo dan Wonosobo termasuk banyak peternak yg bermitra dg PT Peksi.
    Coba hubungi langsung saja PT Peksi. Alamat dan telponnya ada di jwbn komentar
    di sini

    Komentar oleh Eny | 1 November 2009 | Balas

  4. lam kenal mas… saya sedang coba usaha ternak puyuh nich … baru 1 bulan telur harga sudah anjlok..
    kenapa bisa begitu ya mas ?…. kira2 ada tips buat saya gak nich? maklum masih pemula ….

    Arief: lam kenal juga, mbak. Mengenai penurunan harga, memang sudah langganan setiap tahunnya di bulan november dan desember, kadang sampai januari. Tips-nya yang pokok ya BERTAHAN aja sampai nanti datang harga bagus. Sepertinya itu tips jitu di semua bidang agribisnis menghadapi penurunan harga. Besok2 lagi perlu di-manaje untuk pembesaran atau awal ternak jangan mepet bulan2 harga buruk. Saat ini penurunan harga sebenarnya tidak mengganggu banget ya, tidak sampai rugi, hanya memang menurunkan penghasilan. Terima kasih dan tetap semangat !!

    Komentar oleh lucia | 11 November 2009 | Balas

  5. lam kenal mas areief,..
    mas sy ditawari sodara u usaha ternak puyuh, katanya sukup menjanjikan. saudara sy ada di sukabumi (cicurug). dan yg lbh bgs kalo usaha pembibitannya.. Dia (saudara sy) selain memproduksi telur juga menetaskan sendiri, tp kt temen itu ga mungkin krn tidak bisa dicampur antara usaha telor (petelor) dg breedingnya. apa bener begitu mas? sy bukan di sekolah peternakan.. maklum… dan terima kasih

    Arief: salam kenal juga, mas Tiyo.
    Sampai saat ini berdasar yang saya alami, saya menyetujui kalo agribisnis puyuh masih cukup menjanjikan.
    Mengenai mungkin/tidaknya pencampuran usaha antara breeding dan layer, saya belum berani menjawab dg pasti, karena usaha saya merupakan hubungan kemitraan dimana saya tidak menjangkau sampai bidang penetasan / hatchery. Minta maaf kalo jawabannya mengecewakan… Hehe, saya juga tidak sekolah di peternakan kok, mas. Jadi kita sama-sama :)
    Saya yakin mas Tiyo bisa memperhitungkan dg hati2 dalam melepas modal terjun di agribisnis.
    Mudah2an sukses.
    Trima kasih sama-sama.

    Komentar oleh tiyo | 11 November 2009 | Balas

  6. lam kenal mas arief..
    saya mahasiswa peternakan UGM yg lg pgn mempraktekkan ilmu saya dengan beternak unggas. kali ini saya pengen ternak puyuh, tapi masih ragu, katanya bulan2 ini lagi jatuh harga telur, kira2 bulan apa yang menjanjikan bahwa harga telur puyuh akan naik??berapa harga telur di pasaran pada november 2009 ini??
    terima kasih..

    Arief: Lam kenal juga, mas Ragil… Anda sudah mempunyai modal disiplin ilmu, tentu akan lebih baik nanti. Memang bulan-bulan ini harga sedang jatuh, keterangannya coba anda baca di tulisan saya “menghadapi bulan-bulan buruk harga telur puyuh”. Harganya naik kalau sudah di luar bulan-bulan buruk (november-desember). Jadi biasanya bulan2 ini dipakai untuk start awal beternak. Mengenai harga, sekarang masih dihitung berdasar biji-an. Rencana mulai 2010 sudah dihitung kilo-an. trim’s. mudah2an manfaat.

    Komentar oleh Ragil Yuliatmo | 20 November 2009 | Balas

  7. terimakasih atas sarannya mas. pasti berguna.
    Bagaimana caranya ikut kemitraan dengan PT Peksi??apaka bisa selain puyuh, misalnya broiler atau ayam kampung gt??
    Tolong beri saya alamat PT Peksi, saya juga berada di daerah jogja.
    terimakasih.

    Arief: mf, blsnya cm pake hp, jadi copasnya tidak praktis.; mgnai alamat pt peksi, sudah saya tulis di jwbn2 komentar tulisan sy ‘berbagi cerita pengalaman beternak burung puyuh’.

    Skdar info saja, sampai skarang pt peksi hanya bgerak bidang burung puyuh. Untk kejelasan semi kemitraan, m0ngg0 hubungan lgsg saja dg pt peksi.

    Sama2 trimakasih…

    Komentar oleh Ragil Yuliatmo | 20 November 2009 | Balas

    • mas arief,,mw tanya..klo DOQ kan msh dkasi BR kan??berapa gram si DOQ membutuhkan BR per hari per ekor??
      terimakasih..

      Arief: iya, benar, Mas Ragil. Sewaktu pembesaran DOQ memang pakan hanya murni BR. Seperti halnya dg puyuh pedaging. Untk kebutuhan pakan BR, per-1000 ekor membutuhkan 1 sak / 50kg BR /minggu. BR sudah dari PT.
      Sama2 trima kasih :)

      Komentar oleh Ragil Yuliatmo | 23 November 2009 | Balas

  8. Mas arief,,mw tanya ni..
    Di PT Peksi jual PYP dan BR ga??
    sekarang haraga masing2nya berapa ya??
    blh tau alamat lengkapnya PT peksi mas??

    Arief: Mengenai PYP dan BR, saya kurang tau dijual keluar atau tidak. Selama ini kita nerima pakan sebatas jatah sbg plasma dalam semi kemitraan ini.
    Mengenai harga BR sekitar Rp 247.500 per-sak/50kg. PYPnya skarang harga Rp 209.000 per-sak.
    Mengenai alamat PT Peksi, Mas Agus silahkan klik saja di jawaban komentar artikel saya yg ini
    Mudah2an manfaat.

    Komentar oleh Agus Effendy | 23 November 2009 | Balas

  9. saya beternak puyuh, jumlah 200 ekor, sya membeli puyuh umur 1 bulan tapi saya kewalahan karena banyaknya pakan yang dihabiskan, sementara telurnya hanya 15-17 butir perhari sehingga tidak mencukupi untuk pembelian pakan. apakah ada solusinya dengan masalah ini?

    Arief: Jumlah telur yg dihasilkan sama sekali tidak imbang dg pengeluaran pakan. Sebenarnya dicari dulu penyebabnya; karena pakan kurang, karena faktor kesehatan, karena kualitas puyuh yg memang tidak bagus, atau karena lingkungan yg tidak nyaman.
    Saya kira 4 faktor itu diteliti dulu, mas. Baru nanti mencari solusi.

    Komentar oleh sabri | 25 November 2009 | Balas

  10. Mas arief,mw tnya,biasanya puyuh dkasi makan brp kali sehari?skali makan dkasih brp gram PYP??
    Trimakasih,,

    Arief: Sebenarnya dikasih makan 2x sehari pagi dan sore sudah cukup. Tapi tergantung ukuran wadah pakannya juga. Kalau pake pralon seperti kandang punya saya, lebih baik 3x, apalagi kalo jumlah masih full. Pemberian pakan yg malam skedar ‘ngejok’ aja. Jadwal bisa disesuaikan. Hal ini saya anggap masih menjadi kekurangan ‘model kandang’ yg saya pakai.
    Mengenai jatah pakan PYP, rata2 22 gram per-ekor per-hari.
    Trim’s sama2.

    Komentar oleh Raiya | 28 November 2009 | Balas

  11. S’lam Kenal Mas Arif. Saya tertarik dengan tulisan mas tentang puyuh kalau boleh saya mau dong berkunjung ke tempat Mas. Telpon saya 021 – 36181919 / 0812 807 46306

    —————–
    Arief: boleh-boleh saja kalau pas main ke jogja ya…

    Komentar oleh Dalfis Ariyanto | 15 Desember 2009 | Balas

  12. mas arief,sy petrnk itik mo ganti puyuh. minta alamat lengkap yg jual DOQ. dimana ya mas?? ok trims by Heru banjar ciamis.

    Komentar oleh heru | 16 Desember 2009 | Balas

  13. mas arief,sy petrnk itik mo ganti puyuh. minta alamat lengkap yg jual DOQ. dimana ya mas?? ok trims by Heru banjar ciamis. no tlp 08814020740

    ——————–
    Arief: kalau untuk daerah ciamis saya tidk paham ya, mas. atau coba hubungi langsung pt peksi gunaraharja saja, barangkali melayani delivery sampai ciamis? setahu saya kalau untuk blitar bisa dikirim, mungkin jarak jogja-blitar sama jogja-ciamis selisihnya tidak begitu jauh ya?
    mengenai alamat dan telpon pt peksi mas Heru bisa lihat di postingan2 saya, atau di jawaban2 komentar yang dulu-dulu.
    trims juga sama-sama. mudah2an bermanfaat.
    sukses untuk mas Heru !!!

    Komentar oleh heru | 16 Desember 2009 | Balas

  14. Assalamu’alaikum Mas Arif,kenalkan sy seorang sarjana perikanan selama ini sy bekerja sbg tenaga pendamping teknologi perikanan di luar DIY.Kebetulan sy bc di koran kalo PT Peksi Gunaraharja bk lowongan utk posisi TS.Membaca tulisan Anda ini sy jd ada ref kalo perusahaan ini t’nyt ckp bagus dan memperhatikan masalah sosial jg,bnr kan Mas?Sy jd lbh semangat,krn sy jg pgn kerj di jogja agr bs dkt dg keluarga.Mhn saran dari mas Arif.Terimakasih

    ——-
    Arief: sampai saat ini, demikianlah yang masih saya rasakan dan alami seputar kemitraan dg pt peksi gunaraharja. Terutama dalam hubungannya dengan rata2 TS yang berhadapan langsung dengan peternak. Mengenai keadaan dalam pt peksi sendiri, saya malah belum pernah bersentuhan, jadi tidak berani menilai apakah sebenarnya pt peksi sesuai dengan postingan saya ini atau tidak. Walaupun pt peksi memang bukan usaha sosial, tapi saya lihat ada rasa kekeluargaan dan keakraban antar karyawan pt peksi.
    Saran saya, tetap semangat dan mudah2an kita bisa bertemu.
    Terima kasih sama-sama.

    Komentar oleh Ikhsan | 19 Desember 2009 | Balas

  15. Mas Arif, Sya tertarik dengan berternak puyuh petelur, tetapi saya dengar pt. peksi membuka kemitraan puyuh pedaging ya mz…. Lau boleh tau gmn jdi mitra puyuh pedaging……????

    ———-
    Arief: benar, mas. PT Peksi juga kemitraan puyuh pedaging. Hubungi langsung PT Peksi, alamat dan no.telp ada di jawaban komentar atau postingan2 saya yg lain mengenai puyuh

    Komentar oleh sigit | 22 Desember 2009 | Balas

  16. Salam kenal mas arif..saya di magelang,udh lebih 2 th beternak puyuh,tertarik dg analisis yg mas tulis,kendala yang saya hadapi adalah sulitnya mempertahankan produktifitas puyuh usia 6 bulan ke atas,mohon sedikit share-nya.o ya gmn mbelek-nya..sudah ada solusi lom?nek belum saya butuh banget tu mbelek buat pupuk salak.nuwun

    ——
    Arief: trims perhatiannya.
    6 bulan ke atas, kalo jumlah populasi sudah menurun tentu jumlah produksi juga menurun, kalo tidak sebab lain terkendala kesehatan.
    mengenai kotoran, sebagian saya pakai sendiri, sebagian besar saya kasihkan ke tenaga yang mbersihkan kotoran.
    Kalo memang perlu bner, mungkin bisa saya kontak peternak lain.

    Komentar oleh Ahmad hasan rifai | 27 Desember 2009 | Balas

  17. Salam kenal mas arief, posisi saya ada di Sidoarjo Jawa Timur nih, saya sebenarnya adalah pedagang Dedak/Bekatul biasanya saya kirim ke peternak Bebek dan saapi, akhir-akhir ini usaha agak macet ingin sekali saya beternak Puyuh, katanya mas pengiriman bibit ke blitar PT.RP mau, menurut mas mau ndak kirim ke sidoarjo.masalah kandang kira2 kalo beli dimana ya?terma kasih.Telp : 03170097430.

    ———–
    Arief: salam kenal juga dengan pak alex… mengenai pengiriman doq ke sidoarjo, coba bapak hubungi langsung pt peksi gunaraharja ini alamat dan nomer telponnya:

    alamat PT peksi gunaraharja :
    Kantor pusat : Ngasem, Selomartani, Kalasan, Yogyakarta. telpon (0274) 7102587
    Kantor perwakilan : Pulo, Dsn III, Brosot, Galur, Kulonprogo, Yogyakarta. telpon (0274) 7492647

    Mengenai kandang, saya kira Pak Alex pesan di tukang kayu saja (saya juga begitu)
    Trima kasih sama-sama. mudah-mudahan manfaat..

    Komentar oleh M.Alex Muhajirin | 29 Desember 2009 | Balas

  18. salam kenal mas arief ….
    ingin juga spt njenengan
    saya baru pesen 2000 puyuh dari PT Peksi datangnya juni.
    jogjanya mana njenengan , aku d paliyan.
    nanti aku belajar sama mas arief ya ….!
    mohon bimbingannya

    ——–
    Arief: wah, paliyan gudangnya jago2 peternak puyuh lho, mas. Jumlah piaranya rata2 di atas 10rb.
    Datangnya juni? Lama banget, mas. Ini ada tmen pesen 4000 datangnya maret, tapi tmen ini jelas nggak jadi ternak. Kalo mas purn0m0 siap dan mau bulan maret, saya negokan ke pt biar dialihkan atas namanya ke mas purnomo.

    Komentar oleh purnomo | 4 Januari 2010 | Balas

  19. lam kenal aku musdar dari sulsel pengen usaha ternak puyuh petelur tapi tidak tau dapat dimana bibitnya tolong infonya

    ——-
    Arief: untuk daerah sulses saya tidak paham. Coba hubungi pt peksi, siapa tau mereka minat melebarkan sayap ke sulsel.

    Komentar oleh musdar | 4 Januari 2010 | Balas

  20. salam kenal, saya pengin beli burung puyuh apkiran. dimana saya bisa mendapatkannya? saya domisili daerah Lippo Cikarang. trims

    ——–
    Arief: puyuh apkiran maupun pedaging bisa didapat dari pt peksi.
    Kalo minat jadi pengepul, hubungi langsung pt peksi atau lewat website-nya http://dagingpuyuh.com

    Komentar oleh tri rondhiyani | 4 Januari 2010 | Balas

  21. As.mas saya andi di serang bnten saya peternak puyuh ingin melebarkan usaha skarang saya beternak 2000 eknr puyuh rencana pengen 10 rb gmn mas caranya bermitra dgn peksi gunaharja dan ada cbngnya ngak mas di serang bnten

    ———-
    Arief: Maaf baru balas. Mohon maklumnya.
    Keinginan yang bagus untuk pengembangannya.
    Mengenai kemitraan dg pt peksi untuk ke daerah banten, coba hubungi langsung pt peksi gunaraharja….

    Komentar oleh Andi ferdian | 11 Januari 2010 | Balas

  22. mas arif, saya peternak baru. untuk mensiasati pakan supaya tidak boros, bagaimana campuran yg baik antara py3 dengan bekatul untuk 1000ekor puyuh?

    tks
    bayu

    ———-
    Arief: Sebelumnya trima kasih sudah berkunjung.

    Mengenai mencampur pakan dengan bekatul, kalo untuk peternak kemitraan, saya hanya menyarankan untuk tidak dicampur.

    Tentang pencampuran dg pyp, 1 bekatul: 2 pyp saya kira sudah maksimal ya, mas.
    Itu saja perlu ditambah vitamin egg rutin di minuman untuk menjaga kwalitas telur agar tidak terlalu kropos dan ringan.

    Keliatan kalo pas direbus, telur hasil pakan campuran biasanya mengambang (kemungkinan karena isi telurnya tidak penuh)

    Sementara demikian dulu.
    Mudah2an manfaat.

    Komentar oleh bayu latif herlambang | 23 Januari 2010 | Balas

  23. MAU TANYA, GEMANA PUYUH KAMI YANG SUDAH BERTELUR KIRA2 DUA BULAN,TAPI HASILNYA BELUM BISA MAXS, BARU MENCAPAI 70 % ( KAMI PUNYA 1000 EKOR )

    ———–
    Arief: 70% sudah termasuk bagus. Namun sebenarnya perlu diperkirakan dahulu apakah jumlahnya masih genap 1000.
    Terutama apabila pembesaran sendiri. Berapa jumlah kematian kemarin.

    Komentar oleh Al Fatah,S.PdI | 2 Februari 2010 | Balas

  24. Kami peternak puyuh petelur pemula dan kami mencoba 1000 ekor, tapi ada masalah sbb :

    1. Knapa puyuh kami yang sudah dua bulan bertelur,tapi hasilnya baru 70 % belum bisa
    maxs, ( 80 / 90 % ),apa penyebapnya dan bgmn cr mengatasinya ?

    2. Ada sklompok puyuh kami ( 1 kotak 25 ekor ), maka sdikit,tinja sdikit dan
    telurnya juga hanya 20 %, ada apa ya? bgmn mengatasinya ?

    3. Apa boleh, memberikan Vitamin ( stimulan ) diberikan bareng dg obat sakit
    ( Trimizyn ),lewat minuman? Bgmn penjadwalan yang benar mas ?

    Demikian masalah kami,trimakasih atas nasehat dan responnya

    ————
    Arief: Trima kasih juga pertanyaannya.
    Saya akan coba menjawab, namun jawaban saya jelas bukan jawaban dari ahli/pakar, saya hanya peternak kecil2an.
    Sebenarnya bisa lebih pas dijawab oleh petugas2 kesehatan dan pemeliharaan dari pt peksi gunaraharja.

    1. Mengenai produksi telur yg 70%, sama seperti pertanyaan dari pak Alfatah SPdI (kebetulan IP adress nya juga sama persis dg mas Slamet), tentu yg perlu dipastikan adalah jumlah populasinya apakah masih genap 1000 atau tidak, jika pembesaran sendiri, bisa dilihat saat naik kandang.
    Jika jumlahnya masih tepat 1000 populasi, baru kemudian diusahakan mencari sebab2 lain untuk selanjutnya mencari solusinya.
    Sangat kebetulan minggu ini saya mencoba satu merk pakan, ternyata hasilnya kurang bagus; disamping jumlah produksi menurun 100 butir, bobotnya juga menurun, biasanya rata2 diatas 10kg / 900 butir / ikat, 1 minggu ini rata2 skitar 9,8 kg.

    2. Mengenai 25 ekor yang dikandang sendiri, itu memang disendirikan sebab sakit atau bagaimana, mas ?

    3. Menurut keterangan dari petugas pt peksi waktu penyuluhan, katanya obat2an tidak baik bila dicampur vitamin. Saya sendiri belum pernah mencampur yg demikian.
    Saya juga pernah memberi trimizyn, dibimbing peternak lama, semua minuman dibersihkan total terlebih dahulu.

    Trima kasih juga untuk mas Slamet, mudah2an bisa mendapatkan jawaban yang lebih tepat dan memuaskan untuk solusi masalah2nya mas Slamet.

    Komentar oleh SLAMET | 2 Februari 2010 | Balas

    • Saya ingin menawarkan Nutrisi Organik Cair dan Pestisida Organik.
      Keunggulan produk kami :
      1. NOC MAREM Premium
      Untuk Ternak Unggas ( Puyuh,Ayam Pedaging,Ayam Petelur,Burung Dara)
      a) Dapat memperbaiki proses metabolisme, proses pencernaan menjadi sempurna sehingga ternak sehat dan produktif dan konsumsi pakan ternak berkurang.
      b) Dapat mencegah/mengobati penyakit MSA dan SENOT.
      c) Hasil produksi yang diperoleh bisa meningkat sampai dengan 30% dan mempercepat masa panen.
      2. Pestisida BHISMA Premium
      Untuk Ternak Unggas :
      a) Mengilangkan bau amoniak pada kotoran sehingga suhu udara akan menjadi normal.
      b) Mencegah penyebaran virus H1N1 (flu burung).
      c) Membantu meningkatkan hasil penetasan telur.
      d) Aman digunakan untuk ternak.

      Komentar oleh yose | 8 Juni 2010 | Balas

  25. Trimakasih mas Arif, kalo bisa saya diberi tahu “Email dari PT Peksi Gunaraharja ” skali lagi matur nuwun

    Komentar oleh SLAMET | 3 Februari 2010 | Balas

  26. Mas Arif, saya P Slamet Godean, tolong mas, bgmn caranya untuk bergabung dengan PT Peksi Gunaraharja tsb, dimana saya akan menambah Puyuh petelur tapi yang usia siap telur ( dere ),dan terus terang belum punya modal mas, apa bisa …..? Nuwun

    Komentar oleh SLAMET | 3 Februari 2010 | Balas

  27. Mas Arif, karena kmarin sy ngebel di PT Peksi dg M Anang,katanya disana tdk mlayani kemitraan puyuh dere ( siap telur ),kalo bener, apa ada solusi dari m Arief, saya bisa menghubungi siapa dimana ? Agar sy bisa mengembangkan puyuh petelur tapi dari usia siap telur ( dere ). Ato mungkin ada pihak lain yang bisa pinjami modal buat pengembangan puyuh tsb mas…..matur suwun

    Ohiya maslupa, jika di PT Peksi harga telur dari peternak perbiji brp?/ dos hg brp ?

    —————
    Arief: Maafkan pak baru balas sekarang :)
    Pertanyaan yang kemarin sampai belum terrespon juga.

    Iya Pak, sepertinya Pak Anang memang manajer kemitraan.

    Kemitraan dengan pt peksi dimulai dari doq, tidak dari dere.

    Mengenai hal2 lain, kabar2nya ada sebuah grup yahoo yang mendiskusikan segala hal mengenai budidaya puyuh petelur, pusatnya di jalan kaliurang, dan katanya tidak berkaitan dg pt peksi. Tapi sampai sekarang saya belum sempat searching. Kalo bapak ada informasi, saya sangat senang bapak berkenan membagi informasi ke saya (maaf) :)
    Biar saya juga bisa ikut bergabung dan mendapat pencerahan lebih dalam mengenai budidaya puyuh petelur.

    Soalnya di dalam group itu, admin2nya merupakan peternak2 besar dan pengusaha2 puyuh (kabarnya begitu..)

    Mengenai harga puyuh, saya kirim via email saja….

    Trima kasih sama-sama, Pak.

    Komentar oleh SLAMET | 4 Februari 2010 | Balas

  28. Trimakasih mas Arif…..
    Karena saya mrpkn peternak pemula,mk seandainya berbagi cerita belum ada yg bermanfaat mas,tp tak apa sy akan coba bercerita
    Sy adlh PNS bawah yg sdh lama ingin punya sampingan sbg hsl tambahan, mk kerjasama dg bank sy ada modal.Akhir Oktober 2009 sy buat gubug induk puyuh ( 6mx4m ).Dinding 1 m dari bwh saya batako,selebihnya dg bambu,atap genting,lantai plester biasa ( kira2 abis 5 jt an ).Tgl 10 Nop 2009 kandang puyuh dtg kapasitas 1000 ekor (pesan) ukuran p=50cm, l=50cm dan t=30cm (sy isi 25 )jd ada 40 kotak,dmn tiap kotak kami nomeri,shg mdh dlm pengecekan. Puyuh dtg tgl. 12 Nop 2009, minum dg system nepel, harga kandang dg tower dan pralon serta nepel 2 jt.
    Mulai bertelur tgl. 22 Nop 2009. Telur pertama 20 btr, 45 btr, 70 btr, 100 btr, dmkn sd 750 btr,namun krn iklim dsbgnya mungkin saat ini hny mampu bertelur 650 bj.
    Dalam rangsum idealnya 2x sehari(pagi sblm kerja dan jam 15.00, kmdn malam kami jok sckpnya. Rata2 rangsum 19 – 20 kg/hari.sjk 3 mgu yl, rangsum kami campur dg (PY3, bekatul,layer,mineral dg perbandingan= 50kg,20kg,9kg dan mineral 1,5 kg ) Untuk minumnya (Anti stres,air,vitamin,air,termizin ) Dg campuran tsb total biaya Rp 383.000 habis 4 hari. Kami emang blm bisa berhitung krn, modal sy dari pinjam bank,( mnrt mas Arif gimana cr menghitungnya? mks ).
    Kiranya ini sdikit cerita saya dlm saya memulai berternak puyuh, dan kami yakin bhw sngat bnyk hal2 yg menyimpang dari Ilmu Puyuh Petelur, mk dg kerendahan hati yg dalam kami mhn maaf, dan atas respon ataupun saran dari pihak manapun kami siap menerima, demi suksesnya dlm kami berternak puyuh petelur, smoga Tuhan Yang Maha Pengasih akan selalu menyertai kita semua ( khususnya para peternak puyuh )

    Komentar oleh SLAMET | 9 Februari 2010 | Balas

  29. Trima kasih juga, Pak…
    Demikian juga saya mengharapkan ada respon dari manapun untuk komentar dari Bpk Slamet.

    Namun sementara kalo boleh saya berpendapat, akan mencoba merespon. Sekaligus juga menunggu koreksi.

    Kalo boleh saya kira-kira, total modalnya diatas 10 juta ya, Pak ?
    Sekitar 12,5 juta ?
    (Saya anggap 10 hari menjadi 2 minggu masa belum berproduksi).

    Dg produksi 650 butir perhari, dan dianggap populasinya masih utuh 1000 ekor, coba kalo saya perhitungkan dg kemitraan, tentu dengan harga di bawah pasar.
    =>7 hari x 650 : 4550 butir
    =>4550 x 150 : Rp 682.500,- (asumsi harga 150 saya ambil dari harga minimal bulan normal, kalo sekitar puasa dan lebaran harganya mencapai diatas 160 per-butir)
    =>1000 populasi utuh diasumsi membutuhkan pakan 3 sak @Rp 200.000/sak, harga sekarang.
    Total membutuhkan pakan 3 x 200.000: Rp 600.000
    =>Keuntungan bersih sementara: 682.500 – 600.000 : Rp 82.500 / minggu.

    Masih untung, Pak walaupun mepet.

    Apalagi kalo dijual keluar dengan harga yg lebih tinggi dari PT, ditambah pakan juga dicampur yg otomatis mengurangi pakan dari PT, tentu keuntungannya lebih besar lagi.

    Tetapi bila populasinya sudah tidak penuh 1000 ekor, otomatis pakan juga disesuaikan jumlahnya.

    Tapi dg ukuran pembeliannya per-kilogram, saat ini saya masih menyesuaikan, belum bisa menghitungnya.

    Berkaitan dg BEP, sebaiknya modal rumah induk tidak diikutsertakan dahulu dalam perhitungan.

    Tentang modal pinjaman dari bank untuk ternak puyuh petelur, menurut saya untuk periode pertama, kita belum bisa menikmati hasilnya, misalnya ada ya jelas hanya sekedarnya.
    Hal ini saya kurang begitu paham.

    Namun saya mengharapkan Bapak mencapai kesuksesan. Yang tentu saja bisa menjadi industri peternakan dengan menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja.

    Kalo ada salah, mohon diralat.
    Kesejahteraan dan kesuksesan selalu untuk Pak Slamet.

    Komentar oleh ariefmas | 10 Februari 2010 | Balas

  30. salam kenal mas arif,apa puyuh yg pernah bertelur bisa bertelur lagi,karena sekarang tdk bertelur, umurnyasih baru 6 bulanan.dulu kan ada 1000 hasilnya bagus[75%nan] lalu 3 bln kemudian aku tbh 1000.ternyata kurang bgs yg terakir ini,makananya pun bors [tdk masuk / rugi]trus cuma aku kasih bekatul&tdk bertelur.skrg ini sdh aku pilihi tggl 1000an.bgmn apa masih bisa telur lagi kl diberi pyp?
    matur nuwun sanget mas arif,skrg saya di mranggen,demak.smoga selalu arif…betul3x.(upin-ipin)

    Komentar oleh dhierow | 10 Februari 2010 | Balas

    • salam kenal juga mas dhierow :)
      mengenai pertanyaan mas dhierow ini, saya belum berani menanggapi. saya tak konsultasi dulu dengan senior-senior peternak… ndak papa ya ?
      tapi saya perlu tambahan info dulu, kira-kira sudah berapa lama ya ngadatnya ???

      barangkali diantara pembaca ada yang berkenan memberi tanggapan ???

      matur nuwun sama-sama dan amiiin atas doanya.

      Komentar oleh ariefmas | 10 Februari 2010 | Balas

  31. Mas Arief, saya menghaturkan terima kasih, atas respon dan perhitungannya ani sangat bermanfaat bagi kami, dan eman prediksi saya bhw di th ini jelas blm bgitu klhtan hslnya, krn terutama modal pinjaman bank.
    Saya jg berharap bgitu, entah skarang/ di masa yadt ada keberhasilan buat ternak saya syukur bs mnuju kesuksesan. Amien…. Amien…..
    Smoga Mas Arief sukses dalam karier dan bahkan sukses dlm keluarga
    Trimakasih Mas Arief, Tuhan Memberkati
    Ohiya Mas, mautanya,jika menambah puyuh baru, apkh dlm memasukan ke kandang akan membuat STRESS PUYUH LAMA, DAN BRAPA HARI YA STRESSNYA ? Trims

    Komentar oleh SLAMET | 15 Februari 2010 | Balas

    • Trima kasih doanya dan demikian juga untuk Pak Slamet semoga selalu dalam lindungan cinta dan kasih Tuhan .. Selalu sukses dalam karir dalam usaha dalam keluarga….

      Menjawab komentar mengenai per-puyuh-an… Menurut hemat saya, sebaiknya diusahakan masing-masing kandang mempunyai umur yang se-periode. Begitu Pak. Lebih simple-nya untuk menjaga pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas telur. Tetapi apabila terpaksanya dicampur dalam satu kandang, masih bisa diusahakan per-tingkat atau per-kotak mempunyai umur yang se-periode.
      Hal ini penting juga untuk peternak kemitraan, sebab sangat disayangkan kalau puyuh yang muda dicampur yang tua ter-ikut diapkir.
      Andaipun terpaksa juga, menurut saya kok tidak begitu terganggu ya Pak. Kecuali kalau puyuh muda membawa virus, ini lain lagi masalahnya :)
      Namun begitu, terkadang ada perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, sebab ada beberapa hal yang masing-masing berbeda untuk tiap-tiap peternak tergantung bagaimana yang dialami masing-masing.
      Mudah-mudahan manfaat.

      Trima kasih dan tetap semangat beternak puyuh :)

      Komentar oleh ariefmas | 15 Februari 2010 | Balas

  32. maaf mas…ini dian yang kemaren mintak saran mas masalah budidaya puyuh 1000 ekor awal.
    ada yang kurang jelas… untuk BR dan layer perhitungan pemberian pakan nya sampe minggu keberapa ya mas?

    Komentar oleh dian | 15 Februari 2010 | Balas

  33. maaf mas…ini dian yang kemaren mintak saran mas masalah budidaya puyuh 1000 ekor awal.
    ada yang kurang jelas… untuk BR dan layer perhitungan pemberian pakan nya sampe minggu keberapa ya mas?
    n bisa kasih gambaran perhitungan laba dari per 1000 ekor mas? makasih sebelumnya

    Komentar oleh dian | 15 Februari 2010 | Balas

    • trima kasih untuk pertanyaannya… semakin banyak pertanyaan dan apalagi sanggahan, menjadi kita semakin ingin tau terutama yang kita tidak tau..
      tidak ada pertanyaan dan atau sanggahan, sepertinya relatif sulit ya untuk maju :)

      langsung saja saya jawab pertanyaannya:

      ” untuk BR pemberian pakan bagusnya sampai minggu ke-6, menurut aturan sebenarnya minggu ke-5, nah yang minggu ke-6 ini pakan BR dicampur dengan pakan Layer. ini hanya berdasar yang biasa saya lakukan ya….
      lepas dari 6 minggu sudah murni Layer / pakan teluran / PYP

      “mengenai gambaran perhitungan laba per-1000 ekor, bisa diambil patokan rata-rata Rp 200rb per-minggu.
      Hanya saja untuk kelipatan keuntungan sepertinya tidak bisa dikalikan dengan jumlah populasi yang semakin banyak. katakanlah 1000 keuntungannya 200rb belum berarti kalau 10000 keuntungannya kemudian 2jt per-minggu, sebab kalau 10000 tentu ada penambahan operasional, misalnya gaji karyawan, dll.

      kemudian ada lagi pendapat saya mengenai keuntungan bersih yang 200rb, bagi saya itu masih setengah bersih terutama pada periode pertama. yang bener-bener keuntungan bersih paling sekitar 40% dari 200rb, yang 60% untuk pengembalian modal. kemudian setelah kembali modal, keuntungan yang bener2 bersih sekitar 60%, tetapi kita sudah punya minimalnya kandang teluran selain kembalinya modal.

      trima kasih sama-sama dan diharap pertanyaan lagi selanjutnya, sekaligus jawaban ini juga tak lebih dari pancingan yang mudah2an ada yang menyanggah atau menambah keterangan meluruskan atau memberi alternatif jawaban lain.

      Komentar oleh ariefmas | 15 Februari 2010 | Balas

  34. salam kenal semua. salam kenal buat mas arif yang arif……saya juga mau belajar y………

    Komentar oleh abou | 17 Februari 2010 | Balas

    • Mudah-mudahan bermanfaat..
      Sama saja saya juga masih belajar… :)

      Komentar oleh ariefmas | 17 Februari 2010 | Balas

  35. salam kenal bwt mas arif…sya tertarik menjadi peternak puyuh yang ingin saya tanyakan apa saja yang harus saya siapkan jika ingin menjalin kemitraan dengan PT.. trima kasih sebelumnya untuk informasi saya tinggal di wonogiri

    Komentar oleh gunawan | 22 Februari 2010 | Balas

    • salam kenal juga buat mas gunawan….

      terutama yang berkaitan dengan PT, keinginan menjalin kemitraan tidak ada persiapan khusus.
      istilahnya kita pesan tidak perlu membayar, tapi kalau mau memberi uang muka, pasti tidak ditolak…
      baru nanti sekitar 1-2 minggu sebelum hari H DOQ turun, perlu konfirmasi jadi atau tidaknya dari calon plasma.

      begitu dulu informasinya mengenai perlu/tidaknya persiapan untuk menjalin kemitraan ???

      Komentar oleh ariefmas | 22 Februari 2010 | Balas

  36. menyambung pertanyaan diatas apakah jika ingin menjalin kemitraan pihak PT akan melakukan survey lokasi seperti hal nya dgn kemitraan di ayam potong? apakah saya bisa pesan bibit puyuh di pt, membeli pakan dan obat-obatan tanpa menjalin kemitraan trima kasih seblumnya dan sukses terus buat mas arief serta peternak peternak puyuh lainnya

    Komentar oleh gunawan | 23 Februari 2010 | Balas

    • yang dimaksud kan survey kelayakan kandang, dll ya ? sepengetahuan saya, tidak ada survei seperti kalau ayam potong seperti itu…
      hanya mungkin semacam survey 1-2 minggu sebelum kedatangan terutama untuk konfirmasi jadi atau tidaknya.

      mengenai pesan bibit, ambil pakan, dan ambil obat2an dari pt peksi tanpa ikut kemitraan, sepertinya tidak bisa ya mas.. namun untuk lebih jelasnya silahkan kontak mengenai hal tersebut langsung ke pt peksi, sebab siapa tau ada kebijaksanaan tersendiri yang saya tidak tau.

      alamat dan telpon pt peksi silahkan klik saja DI SINI

      Komentar oleh ariefmas | 23 Februari 2010 | Balas

  37. mas saya peternak puyuh,menjadi plasma peksi selama 3 piriode.mo nanya ma…????
    kompensasi pembayaran pakan bisa hutang sampe puyuh ber pruduksi,…gmn,,,trima kasih atas jawabanya……..

    Komentar oleh apry | 25 Februari 2010 | Balas

  38. Trima kasih kunjungan dan pertanyaannya…

    Keterangan mengenai hutang dengan PT, sebenarnya mau saya edit di postingan ini…. Tapi biarlah saya edit di komentar saja.

    Pada intinya, sebenarnya tidak boleh ada utang kepada PT. Sejak awal sampai berproduksi, semua pembayaran harus cash. Sepertinya begitu.

    Namun kenyataannya, banyak juga plasma yang ‘boleh’ utang, terutama untuk pakan setelah BR. Jadi DOQ dan BR harus dibayar.

    Kenyataan yang saya alami, utang tersebut bisa dibayar dengan produksi telur. Sekalian diperhitungkan.

    Tapi bisa jadi tergantung kebijaksanaan TS Kelilingan masing-masing.
    Sebagai tambah informasi saja, TS Kelilingan wilayah yang menangani daerah saya, katanya sudah ditegur PT, karena memberi utang bukan hanya pakan teluran, tetapi BR juga diutangkan. Dan termasuk TS Kelilingan yang paling banyak ‘utang peternak’nya.

    Demikian sedikit informasi dari saya.
    Mudah2an bisa bermanfaat.

    Komentar oleh ariefmas | 25 Februari 2010 | Balas

    • trimakasih mas atas jawabannya…saya mau tanya lagi mas,,,,,kalo untuk pembatasan plasma sbtlny ada ngak…….??????

      Komentar oleh apry | 3 Maret 2010 | Balas

  39. untuk daerah malang kemitraan puyuh apa harus di jogja juga, mengingat jarak malang joga lumayan jauh, apa di malang khususnya, jawa timur pada umumnya, perwakilan PT Peksi apakah ada? trimakasih

    Komentar oleh atet yp | 27 Februari 2010 | Balas

    • ternyata banyak juga yang menanyakan demikian… tetapi setahu saya untuk kemitraan dengan PT Peksi Gunaraharja, paling jauh baru Purworejo dan Wonosobo…..
      Tapi untuk lebih jelasnya coba Mas Atet hubungi langsung PT Peksi, siapa tau ternyata sudah buka cabang di Jawa Timur.
      Alamat dan nomer telponnya ada di sini: Alamat LEngkap PT Peksi Gunaraharja

      Trimakasih sama-sama. mudah-mudahan bermanfaat…

      Komentar oleh ariefmas | 27 Februari 2010 | Balas

  40. SLAMAT PAGI MAS ARIEF…..
    MAU TANYA NIH… PADA 5 HARI YG LALU, KANDANG PUYUH SY KEMASUKAN TIKUS, DAN WLPUN PADA MALAM ITU TIKUS BISA KAMI USIR, TAPI SAMPAI SEKARANG PRODUKSI TELUR PUYUH KAMI BERANGSUR2 MENURUN, BAHKAN DARI 700 BTR ( 1000 EKOR ), SKRG MENURUN DRASTIS HNY BERTELUR 475 BTR, GIMANA YA MAS CARA MENGATASINYA AGAR PRODUKSITELUR KEMBALI MEMBAIK. SEMENTARA INI BARU SAYA ATASI DG :ANTI STRES & VITAMIN MAS,
    DEMIKIAN MASALAH SAYA MAS, MOHON SARAN & NASEHAT MAS ARIEF. MATUR NUWUN……

    ————————————————————

    Arief: Matur nuwun juga Pak untuk kunjungan dan pertanyaannya….
    Maaf agak lama membalas komentar, seharian tadi belum sempat buka internet… :)
    jadi, selamat malam untuk sekarang…

    Waduh,….. mengenai tikus, saat-saat ini saya juga sedang bermasalah, Pak.
    Tidak hanya blusukan ke dalam kandang, selain makan telur, mereka juga beranak pinak di wadah kotoran.
    Tapi sampai saat ini sepertinya tidak mengganggu produksi. Yang sekarang baru berumur belum ada 2 bulan saja juga tetep merangkak naik produksinya. alias sepertinya tidak begitu terganggu dengan tikus yang bersliweran.
    Yang saya khawatirkan hanya kalau populasi tikusnya terlalu banyak kemudian juga terlalu banyak makan telur. Tapi untuk itu sudah saya sediakan di beberapa tempat telur yang apkiran, skurlah ada juga mau makan.
    Namun yang perlu diperhatikan berdasar penyuluhan dari PT, salah satu penyebab penyakit berak hijau berasal dari air kencing tikus atau kotoran (agak lupa).
    Ingin juga saya membasminya, tapi saran yang saya dapat baru pakai cara meracun. Ini ssaya kurang setuju. Bisa jadi ssalah-ssalah ada sisa racun yang masuk ke pakan puyuh, malah repot juga nantinya.
    barangkali bapak ada solusi dan berkenan berbagi ? Terima kasih sebelumnya.

    Mengenai penurunan produksi yang oleh Bapak dianggap karena tikus masuk kandang, saya kira usaha Bapak sudah tepat, yaitu dengan pemberian antistress. Ditunggu dulu sekitar 3 hari bagaimana reaksinya. Dan sementara itu, tolong diusahakan pakan jangan sasmpai terlalu lama terlambatnya.
    Tapi penurunan produksi puyuh milik Bapak termasuk drastis sekali, maaf ya Pak sekedar berpendapat.

    Mudah-mudahan permasalahan bapak segera teratasi, dan puyuhnya segera pulih produksinya, bahkan meningkat…

    Terima kasih sama-sama….

    Komentar oleh SLAMET | 4 Maret 2010 | Balas

  41. Met Sore mz….. Salam Kenal, Apakah PT.Peksi membuka kemitraan untuk itik pedaging…. Makasih mz atas jawabanya…..

    —————————————
    Arief: langsung saja saya jawab ya mas….
    PT Peksi sampai saat ini hanya mejalin kemitraan bidang puyuh, baik petelur maupun pedaging.
    jadi belum membuka kemitraan bidang lain.
    Salam kenal juga dan terima kasih kunjungannya….

    Komentar oleh ari | 5 Maret 2010 | Balas

    • Selamat pagi mas Arief, ga papa terlambat, saya paham kesibukan mas Arief kok
      Kan lebih baik terlambat drpd tdk ada balasan, ya kan Mas……?
      Terimakasih atas penjelasan dan Doanya,dmkn juga t4 mas Arif, tapi Puji Tuhan alias Al Hamdulillah ( mf jk salah ejaanya ), mulai kemarin sdh merangkak 600 butir mas.
      Mas Arief, apakah sebaiknya untuk pakan t4 saya kembali murni saja ya Mas ?
      Dan ada sementara info dari teman, bhw untuk pakan bisa dicampur dg pasir lembut, katanya biar ” pencernaan lebih sempurna ” gimana mnurut mas Arief tntg info tsb ?
      Jadi mnrt mas Arief ” Penurunan Produksi Telur ” bukan krn tikus ya Mas ?
      Ohiya Mas, untuk memberi Minuman dg ( Vitamin, Vita stres dan Obat sakit ) yang benar itu, diberikan 3 (tiga) hr berturut2 ataukah diberikan tiap satu hari scara bergantian ? Mohon penjelasan mas Arief, matur nuwun……

      Komentar oleh Slamet | 13 Maret 2010 | Balas

      • tidak apa-apa salah eja… maklum kok:) tapi besok lagi nulisnya digabung ya pak :) jadi Alhamdulillah :)

        sebelum saya menjawab beberapa pertanyaan, sebelumnya perlu saya tekankan lagi bahwa postingan mengenai puyuh di sini intinya bahw saya bercerita, begini ini cara saya memiara puyuh.. begitu Pak. jadi malah saya mengharapkan juga tukar informasi.. istilahnya sambil menulis, tapi juga sambil ngangsu kawruh….

        ikut senang kondisi puyuhnya sudah mulai menampakkan hasil.. mudah2an segera berangkat normal kembali.

        terkait dengan pakan murni, terutama yang berkaitan dengan kemitraan PT Peksi, sangat ditekankan untuk pemberian pakan murni. dan ternyata memang kwalitas telurnya terlihat jelas perbedaan antara yang pakan campur dan yang murni.
        namun semuanya akhirnya kembali pada masing-masing peternak plasma, sebab bagaimanapun juga puyuh yang dipiara plasma bukanlah milik PT tetapi sepenuhnya milik plasma. namun apabila kualitas telur baik, tentu di pasaran akan lebih mempunyai daya saing…

        mengenai dicampur dengan pasir, wah…. merupakan tambahan informasi untuk saya. trima kasih share-nya :)
        bisa jadi bahan nantinya kalau ngumpul-ngumpul ngobrol dengan temen-temen plasma.
        tapi sepertinya memang jenis unggas suka “nothol-nothol” batu, serpihan bata, pasir juga ya Pak… sepertinya secara alami yang bebas berkeliaran sudah otomatis memperbaiki pencernaan mereka. tapi bagaimana dengan puyuh yang selalu terkurung?
        bener Pak, bisa jadi bahan pertanyaan juga untuk petugas-petugas dari PT nantinya.. trima kasih

        sampai sekarang saya masih belum merasakan gangguan oenurunan dari bersliwerannya tikus. cuma memang berkurang jumlah telurnya, tapi karena jadi santapan utama tikus. dan seperti yang kemarin, sebenarnya kotoran dan pipisnya bisa menjadi sebab penyakit berak hijau (kolera). ini yang mengkhawatirkan.

        kalau obat sakit, sampai sekarang saya belum pernah pakai.
        tapi rutinitas yang ssaya pakai hanya : 2 hari vit egg, 1 hari vit c, 1 hari anti stress, 2 hari kembali vit egg.
        walaupun sebenarnya tergantung kebutuhan juga, sedang memerlukan atau tidak.
        namun untuk saya sudah jadi kebiasaan begitu.
        tapi kadang juga 2 hari tidak saya beri campuran apa-apa untuk minumnya, hanya waktu sore, selama dua hari saya beri gula pasir.

        tentu saya mengharapkan pengalaman juga dari panjenengan

        sangat maturnuwun juga dari saya :)

        Komentar oleh M. 'Arief B. | 14 Maret 2010 | Balas

      • salam kenal pak..
        silahkan coba produk saya pak..
        produk saya bisa meningkatkan hasil produksi telur puyuh , bisa membantu dalam proses penetasan telur. dan juga ada pestisida organik yang berfungsi untuk mencegah penyebaran virus H1N1 dan menghilangkan bau amoniak pada kandang ternak.

        Komentar oleh yose | 8 Juni 2010 | Balas

      • untuk info lebih lanjut hubungi 085229813300

        Komentar oleh yose | 8 Juni 2010 | Balas

  42. salam..
    saat ini saya menjual CD cara ternak burung puyuh yang benar, hanya dengan harga 50 ribu.
    CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknya
    langsung di lapangan. dan ada juga buku panduannya setebal 242 halaman (berwarna) harga 60 ribu.
    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.

    terima kasih

    Komentar oleh solvapotter | 16 Maret 2010 | Balas

    • mas saya ingin coba ternak burung puyuh tp saya gk tau beli bibitnya di mana……..
      saya dari sumatra…..
      kalo mas jual bibit puyuh tolong hubungin saya di nomor>>083177344426

      Komentar oleh helmi | 22 Januari 2011 | Balas

  43. [...] Permasalahan Kemitraan Beternak Burung Puyuh Petelur [...]

    Ping balik oleh Berbagi Cerita Pengalaman Beternak Burung Puyuh « Ariefmas's Weblog | 19 Maret 2010 | Balas

  44. Assalamu’alaikum, lam kenal, mas saya sangat tertarik sekali tuk beternak burung puyuh dan ingin menjalin kemitraan dengan PT PEKSI, tapi apakah PT PEKSI punya cabang di Jawa Barat, karena saya berdomisili di Indramayu, makasih atas jawabannya dan tuk mas Arif semoga sukses selalu amin…!

    Komentar oleh Mulyadi | 10 April 2010 | Balas

    • Waalaikumsalam.
      Terimakasih untuk ketertarikannya pada dunia puyuh.
      Tapi setau saya kemitraan PT Peksi Gunaraharja belum menjangkau wilayah Jawa Barat khususnya Indramayu.
      Atau berminat menjadi perintis?
      Namun untuk lebih jelasnya silahkan menghubungi langsung PT Peksi dengan nomor telpon dan alamat lengkap di http://ariefmas.wordpress.com/alamat-lengkap-pt-peksi-gunaraharja

      Terima kasih atas doanya. Amin.
      Salam kenal juga…

      Komentar oleh M. 'Arief B. | 10 April 2010 | Balas

      • mohon bantuannya mas.q ada pertanyaan.adakah bibit di daerah randublatung.blora?ini no hpqmakasih….!

        Komentar oleh aric sugi | 30 April 2011 | Balas

  45. [...] Permasalahan Kemitraan Beternak Burung Puyuh Petelur [...]

    Ping balik oleh Peternak Puyuh Kemitraan PT Peksi Gunaraharja Dihajar Habis-Habisan di Tahun 2010 (1) « Ariefmas's Weblog | 13 April 2010 | Balas

  46. Nice info….btw berdasarkan pengalaman anda, BEP-nya bisa dicapai setelah berapa lama??

    salam

    Komentar oleh Thomas | 21 April 2010 | Balas

    • Dengan syarat rumah/kandang induk tidak berlebihan, setaun, melesetnya 14 bulan sudah balik modal.
      Tapi kalo kondisi harga seperti sekarang, sepertinya lebih lama lagi.
      Trims sempat menengok postingan lama.

      Komentar oleh 'Arief | 24 April 2010 | Balas

  47. mas klo ternaknya g pakek kandang gmana jd d buat kyak bebek gtu? apakah menggangu pertumbuhan, kondisi kesehatan,produksi telur trimakasi

    Komentar oleh dery sutisna | 11 Mei 2010 | Balas

  48. wah keren nih blognya….

    Komentar oleh buzzynews | 8 Juli 2010 | Balas

  49. Mas Arief,
    salam kenal, saat ini saya masih membaca referensi yang ada hubungannya dengan beternak puyuh petelur, jika teori sudah ok, saya akan melangkah ke prakteknya…

    Komentar oleh Yayuk | 13 Juli 2010 | Balas

  50. selamat pagi mas,

    mas mw tanya bagaimana kita mengetahui bahwa bibit puyuh petelur itu baik?
    saya kan rencana mw beternak puyuh kira-kira saya bisa dapat bibit yang paling unggul itu dimana?apakah bisa beli 2 pasang saja jantan n betina?trus pakannya yang paling bagus apa mas?
    dan bagaimana caranya untuk memeliharanya?terima kasih mas sebelumnya……..

    Komentar oleh Dita | 19 Juli 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.