Universitas Brawijaya Bangun Pembangkit Kincir Air

Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) kincir air di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Rektor Universitas Brawijaya Yogi Sugito kepada Media Indonesia, Minggu (21/3) mengatakan pembangunan PLTMH itu menghabiskan dana Rp132 juta. Dana itu bersumber dari bantuan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui program penerapan ilmu dan teknologi tahun anggaran 2009 sebesar Rp52 juta sedangkan UB menyumbang dana Rp80 juta.

“Dengan demikian Universitas Brawijaya sudah membangun dua pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) kincir air di dua lokasi yakni di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang,” tegasnya.

Pembangunan PLTMH tersebut dilakukan setelah tim mikrohidro UB melakukan survey lapangan di 33 kecamatan di Kabupaten Malang tentang sumber mata air yang layak dikembangkan untuk PLTMH.

Hasil penelitian menyebutkan di Kabupaten Malang ada sekitar 9 lokasi sumber mata air yang memenuhi syarat untuk dikembangkan menjadi PLTMH, salah satunya di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, yang memanfaatkan aliran air dari air terjun Coban Sewu.

Anggota tim mikrohidro Budiono Mismail menerangkan tekanan air dengan debit 200 liter per detik yang menggerakkan kincir angin di desa itu mampu menghasilkan listrik mencapai 2 ribu watt. Namun, tekanan air yang digunakan untuk PLTHM di Desa Bendosari, Pujon, belum dimanfaatkan secara
optimal karena hanya diambil 3 liter per detik.

“PLTHM itu hanya untuk penerangan listrik secara terbatas. Sehingga kabel listriknya jangan terlalu panjang agar listrik tidak habis di aliran kabel,” kata dosen Jurusan Elektro, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya tersebut.

Kepala Desa Bendosari, Khoiron, mengatakan PLTMH bantuan UB tersebut untuk menerangi sebanyak 25 kepala keluarga (KK) dari 177 KK di Dusun Tretes yang sejauh ini belum menikmati layanan listrik. Sedangkan jumlah pendudik di desa itu sebanyak 1.010 KK, kini seluruhnya sudah mendapat layanan listrik.

“Menurut rencana listrik dari PLTMH ini juga digunakan untuk layanan air bersih,” tegasnya.

Fakultas Teknik Universitas Brawijaya membangun PLTMH ini dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Kedepan Desa Bendosari akan dijadikan daerah binaan.

Manfaat bagi penduduk desa setempat setelah dibangunnya PLTMH untuk memenuhi listrik dan untuk menggarakkan pompa air listrik guna menambah pasokan air baku.

Data di Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Pemerintah Kabupaten Malang menyebutkan sejauh ini masih ada sedikitnya 1.500 warga yang tersebar di 19 kecamatan dari 33 kecamatan yang ada belum mendapat layanan listrik. [Media Indonesia]

About these ads

4 thoughts on “Universitas Brawijaya Bangun Pembangkit Kincir Air

  1. ass.saya sedg melakukan uji coba pembuatan kincir….skrg sudh beroprasi namun mengalami beberapa kndala..dmn saya bisa mencari info…mhn bantuan

  2. Assalam…untuk membuat pembangkit listrik dan untuk pemakaian sekitar 50 kk dengan menggunakan tenaga air berapa besar dinamo yg dipakai dan dari lokasi ke rumah sekitar 500 meter. mohon inf trims.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s