Cara Menghitung Modal Usaha dari Pinjaman Bank, Agar Aman

Cara Menghitung Modal Usaha dari Pinjaman Bank, Agar Aman.

Terlepas dari halal atau mengharamkan bunga bank, nyatanya hampir semua usaha, menggunakan modal pinjaman bank, yang tentu saja ber-bunga. Sebutlah itu riba. Tapi mana alternatifnya?

Nah, agar aman. Agar tidak terperosok di belakang hari. Perlu dihitung-hitung terlebih dahulu. Apakah usaha yang akan akan jalankan, berani menggunakan modal dari pinjaman bank atau tidak. Jika setelah dihitung ternyata tidak berani, jangan dipaksakan. Tunda dulu usaha.

Kadang, modal usaha pinjaman bank memang bisa menolong, tapi tak jarang juga, bisa bikin melolong. Melolong kesakitan. Karena terbelit hutang.

Sebenarnya yang saya maksud pada postingan ini, bukan hanya pinjaman bank. Tapi termasuk juga pinjaman dari sumber lain, yang model dan sistemnya sama dengan bank. Katakanlah itu dari koperasi, maupun usaha-usaha swasta, bahkan kalau boleh saya masukkan juga, yaitu leasing kendaraan. Tak jarang leasing kendaraan pun menjadi tempat pelarian, sebagai sumber modal usaha.

Sebenarnya pada postingan kali ini, memang lebih menyorot UKM, Usaha Kecil dan Menengah. Dengan adanya modal pinjaman bank, rakyat kecil bisa mempunyai usaha. Taruh kata KUR, Kredit Usaha Rakyat, dengan pinjaman yang kadang bisa melebihi nilai jaminan.
Sepertinya bisa menolong. Tapi juga bisa bikin melolong. Melolong kesakitan. Karena terjerumus… Terjerumus dalam kesulitan ekonomi yang lebih dalam. Dalam sekali.

Modal pokok terus berkurang.

Yang perlu diingat dan dipahami, dalam sistem pinjaman bank, dengan pengembalian angsuran bulanan, modal akan terkikis. Sedikit banyak sedikit. Lambat laun modal akan berkurang, dan terus berkurang. Semakin lama, modalnya semakin sedikit. Karena selain bunga, tiap bulan juga mengembalikan pokok pinjamannya.
Tiap bulan uang pinjaman-nya menurun, tetapi bunganya tetap. Sampai akhir bulan pengembalian pinjaman.
Mungkin analisa tersebut tidak berlaku untuk pinjaman dengan sistem bunga menurun.

Melihat pada kondisi tersebut, tidak perlu heran, jika omset usaha bisa semakin lama juga semakin menurun, karena modal pokok yang menurun jumlahnya. Sering tidak disadari oleh peminjam / kreditur.
Apabila keuntungan tidak menutup atau mengganti modal yang menyusut. Ya siap-siap saja mencari akal bagaimana caranya. Bisa jadi akan berlaku gali lubang tutup lubang. Terus… Dan lubangnya akan semakin dalam dimana-mana.

Persentase keuntungan usaha harus besar.

Menyorot saja pada KUR, Kredit Usaha Rakyat. Dihitung jumlah pinjaman Rp 5 juta, jangka waktu 24 bulan.
Hitung saja angsuran perbulannya Rp 260 ribu.
Bunga Rp 50 ribu.
Berarti, pengembalian modal pokok perbulan: Rp 210 ribu.

Berdasar pada uraian tersebut, berarti keuntungan usaha yang harus didapat minimal 10%. Kenapa 10%?

Untuk menutup angsuran perbulan yang Rp 260 ribu saja, hasil keuntungan usaha harus 5,2% dengan omset atau uang yang berputar sejumlah Rp 5 juta pada bulan pertama.
Bulan kedua, omset atau uang yang berputar tinggal Rp 4.790.000. Bulan ketiga, berkurang lagi menjadi Rp 4.580.000. Dan seterusnya modal pokok kian berkurang. Tapi keuntungan harus tetap.
Maka untuk bertahan, keuntungan juga harus terus bertambah. Persentase harus semakin naik. Untuk mengganti pengurangan modal pokok yang ikut dikembalikan.

Mungkin tiap jenis usaha mempunyai perhitungan sendiri. Sepengetahuan saya, ada jenis usaha dengan modal tetap, dan ada yang dengan modal berputar.

Mohon koreksi apabila ada kesalahan.

Kesimpulannya. Memang tepat yang selama ini dipersyaratkan. Bahwa pinjaman bank, lebih untuk suntikan dana penambahan modal usaha, yang sudah berjalan, dengan keuntungan yang juga sudah bisa diperkirakan.

Tapi tetap perlu hati-hati. Karena ternyata, dalam dunia usaha, tidak ada yang pasti. Perlu memikirkan alternatif-alternatif, jika sampai terjadi kejadian tidak terduga.
Selain itu, penting juga mengendalikan nafsu. Nafsu meng-konsumsi uang. Tidak jarang jika sudah memegang uang dari kredit bank, lupa jika itu uang pinjaman.

About these ads

4 gagasan untuk “Cara Menghitung Modal Usaha dari Pinjaman Bank, Agar Aman

  1. sebenarnya secara tidak sadar kita sendiri sudah di bekali modal yang sangat luar biasa apa iti?…ya..diri kita sendiri ini modal uatamanya ,bukan uang…atau sejenisnya..coba gali,terus… anda punya bakat yang luarbiasa “burung bisa makan tanpa harus punya uang ,kitapun demikian pasti kita bisa makan walaupun tidak punya uang,,ok..TERUS SEMANGAT JANGAT PANTANG MENYERAH .TUHAN MENCIPTAKAN KITA TIDAK UNTUK DNG MAIN-MAIN TAPI DENGAN SEMPURNA…SALAM

  2. wah…trimakasih banget atas infonya…selama ini saya selalu bingung akan modal kerj asaya…taapi wal hasil,seperti yg ditulis diatas….tutup lubang gali lubang…moga2 saya bisa menjadi seorang yang hati-hati dan sukses dalam bekerja setelah membaca posting diatas,,,,,

  3. Kok Burung dipakai contoh sih..? Kalua burung makan Di restaurant nggak bayar paling juga di usir, coba kalau kita makan direstouran nggak bayar , di gebugin atau masuk penjara dipanggilin Polisi. kalau ngasi contoh jangan ke binatang mas ! saya paham maksud anda benar , ( jangan marah ya becanda dikit biar nggak serius lah. )

    Menurut saya Kita deberikan kelebihan untuk berpikir dan mencari jalan yang terbaik , dan kita harus niat melakukannya semua sungguh sungguh. hidup hanya sekali, coba kita lihat ke belakang sebentar saja 5 tahun ke belakang. pada saat anda berdiri sekarang ingatkah anda ada nggak problem yang sudah beres selama 5 tahun kebelakang. PASTI jawabannya YA khan.. Jadi .. Jalani hidup dan tetap bergerak usahakan maju ke depan pasti berhasil. Saya Ibaratkan pelari kelas Dunia, Kalau nggak juara 1, juara 2, atau juara 3 , kalau nggak dapet sama sekali ! wah paling tidak kita adalah pelari dunia .mewakili negara pokoke, jalani bekerja yang keras ulet. dan kalau kita tak mengenal putus asa ! PASTI BERHASIL SIL SIL Tidak ada alasan kita tidak berhasil bila kita sudah lakukan itu. Semoga bermaanfaat jangan lupa bersedekah semampu kita pasti kunci kita berhasil !

    Semoga bermaanfaat untuk kita semua !

    Kom

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s