Kelebihan dan Kekurangan 3 Merk Sepeda Motor

Mau jadi blog sepeda motor ya? Wah, ya jelas tidak. Materinya tidak menguasai. Hanya mau sedikit curhat saja, pengalaman beberapa waktu lalu, sempat nguplek-uplek tiga merk sepeda motor: Honda, Yamaha, dan Suzuki. Dalam rangka memilih sepeda motor merk apa dan jenis apa yang cocok dengan kondisi badan saya.

Memang kondisi badan saya, terutama pantat, sudah terkena kelainan. Berakibat sangat sensitif jika duduk di jok sepeda motor. Kalau tempat duduknya tidak cocok,.. Linu. Sakit sekali rasanya. Apalagi pas turun dari sepeda motor. Aduh, harus berdiri dulu sebentar, menghilangkan rasa sakit.

Ambeien? Wasir?
Bukan. Bukan penyakit itu. Tapi ada perubahan posisi pada ujung tulang ekor belakang. Tulang muda atau tulang rawan. Bengkok ke arah sebaliknya. Penyebabnya tidak ketemu kenapa. Padahal tidak jatuh, terjerembab juga belum pernah.
Mau operasi, kata dokter tidak berani. Bisa malah fatal akibatnya. Katanya yang penting hati-hati saja kalau duduk. Posisi duduk tentu saja.

Terkait dengan pemilihan sepeda motor, apa tidak dirubah saja joknya di tukang jok? Atau diganti?

Sebenarnya kepikiran juga seperti itu. Tapi saya ingin yang instan. Tidak perlu repot lagi ngurusi ini itu, langsung pakai…

Pilihan pertama jatuh pada sepeda motor sport, jelas nyaman, tidak menusuk bokong, alias tidak mengganggu ujung tulang ekor yang bermasalah. Hm… Mengesampingkan masalah dana. Tapi sekarang saya sudah tidak begitu suka dengan jenis sport. Sempat terpikir Honda New Mega Pro.
Sebab dari dulu memang Honda minded. Secara tenaga atau power, baik akselerasi maupun kecepatan, jelas saya cocok.

Tapi saya tinggalkan pilihan pertama sepeda motor sport. Alasan utama sudah jarang bepergian. Apalagi jarak jauh. Aktivitas saya sekarang lebih banyak di rumah.
Selain itu, motor laki tidak bisa bawa-bawa barang. Jas hujan saja musti dimasukin tas. Repot.
Bepergian sekarang, cenderung jarak dekat. (Ukuran saya jarak dekat, PP 80 kilo meter masih termasuk dekat). Itupun dengan belanja ini itu. Maklum sudah tuwir. Kalau pakai motor sport, bawaan pakai tas kresek mau dicantelin dimana?

Lupakan sepeda motor sport. Pingin, tapi sudah tidak fungsional. Tidak praktis.

Pandangan waktu itu melayang ke sepeda motor jenis bebek. Cub ya?

Beberapa kali mencoba, tentu saja pinjam. Jok paling nyaman, hanya milik Suzuki. Mulai dari Smash Titan, Shogun juga, semuanya nyaman. Posisi duduk juga pas. Jarak 80 km, sama sekali tidak ada linu-linunya di bokong.

Tapi…. Saya masih kapok dengan Suzuki. Dulu pernah punya Smash yang lawas. Servisnya susah. Suka mbrebet-mbrebet kalau yang nyervis kurang sip.
Pernah juga beberapa hari pinjam Suzuki Thunder. Eh, karbu-nya malah bermasalah. Kalau pagi susah hidup. Macet juga jika kena hujan. Pernah nuntun pas hujan-hujan. Wah… Takut dengan perawatan Suzuki.

Kemudian sempat juga melirik pada Yamaha. Arahan pertama malah Jupiter Z lawas yang lampu depannya seperti burung hantu. Mengesankan. Pinjam lagi…
Hasilnya, tidak menusuk bokong. Tapi…. Badan rasanya remuk. Pegel-pegel. Kemudian mengaca. Oh, memang sudah tuwir, bukan ABG lagi.
Posisi jika duduk di sepeda motor Yamaha jenis bebek, memang seperti mengharuskan membungkuk. Itu saya lho…. Mungkin tinggi badan 174 bukan jadi penyebab. Tapi rancangan bodi Yamaha bebek, sepertinya memang racing gitu. Ah… Sudah bukan masanya. Mau ABG tua, badan sudah tidak mendukung.

Mencoba Yamaha Vega yang baru. Jas bukak iket blangkon. Sama jugak sami mawon. Tidak ada bedanya dengan Jupiter.
Bahkan pernah iseng main ke show room sepeda motor bekas milik temen, pinjem Yamaha Vixion. Walah… Apa memang harus posisi racer ya…? Dipaksakan tegak. Pegelnyaaa…. Mbungkuk terus, juga badan jadi kaku-kaku. Hehehe…
Pandangan selanjutnya, ya ke Honda. Memang dari dulu sudah akrab dengan merk satu ini.
NMP sudah jelas tadi di atas. Arahan ke Honda jenis bebek.
Sepeda motor Honda lawas: Kharisma. Wah, tidak berani lagi coba-coba. Jok-nya paling menggigit. Cukup 15 km saja, ujung tulang ekor sudah terasa linu.

Hm, mungkin kalau Honda Revo siapa tau agak mendingan pikir saya. Walah…. Selain bokong linu, badan juga kaku-kaku. Posisi duduknya tidak enak. Mesinnya juga lelet. Dipakai boncengan di tanjakan. Kena semua yang tidak saya sukai: sering disalip.

Ini dia. Akhirnya ke Supra X 125. Jago di tanjakan. Maklum, daerah saya pegunungan. Boncengan dengan Honda Supra X 125, apalagi yang PGMFI, tanjakan serasa dataran. Kecepatan 60 kmj sip-sip saja dengan gigi dua. Mantap.

Tapi..

Kalau pas mengendarai dan habis mengendarai tidak terasa sakit di bokong. Ujung tulang ekor juga tidak linu. Kalau linu, rasanya seperti tulang dipukul palu. Sakit.

Jok Honda Supra X 125 sempat saya anggap cocok. Saya kira nyaman. Tapi…. Lho…. Kalau malam tiap kali mau merebahkan badan. Bokong rasanya ngilu. Oh… Ternyata jok Honda Supra X 125 masih menggigit juga.
Gud bae…. Tidak kepikiran lagi.

Nah, tidak sengaja, pernah pinjam matic Honda Vario. Walah, pas banget. Nyaman man man di bokong. Sama sekali tidak menggigit. Malamnya juga nyaman. Tidak ada efek lanjutan.
Tapi… Hehe. Kecepatan 90 km/jam saja rasanya badan bergetar semua. Apalagi di tanjakan. Lemot.
Tidak mantap juga nih matic. Biarpun tuwir, masih biasa main 100 – 120 km/jam.
Ini sih Vario memang motor pasrah.

Ya sudah… Memang orang rewel…. Jadinya sampai sekarang belum menemukan pilihan. Untuk dipakai seterusnya, menjadi cinta abadi, yang siap mengantar kemana-mana.

Kalau yang Honda Supra X 125 Helm in belum mencoba.

About these ads

10 thoughts on “Kelebihan dan Kekurangan 3 Merk Sepeda Motor

  1. dari beberapa motor yang dicoba…….kyknya memang belum ada yang pas ya gan……
    gimana kalo alternatif terakhirnya pke “sepeda” aja……hemat dan tentunya menyehatkan kita…….hehehe

  2. sdh tiga tahun pakai suzuki titan fine2 saja bro,ragate baru rantai gir set,oli sama ban rumah juga dipegunungan.lereng lawu tepatnya bensin juga irit.sekarang malah nambah hayate …

    • Saya juga punya SMASH TITAN,, bener” gak kecewa sma skali broo,,

      dan titan udah di uji 60 JAM NON STOP di buat geber” an di sirkuit sentul,, !!

      dan yang di miliki suzuki yg tidak dimiliki oleh merek lain adalah GETARANNYA minim buanget,, wlpun udah 100 kpj masih ttep anteng stangnya,,

      apalagi mesin terbukti bandel,,

      klo mnurut ku suzuki yg jelek suzuki thunder dan smash lama, YANG KEBETULAN ANDA PAKAI ITU,, :D

      coba deh pakai suzuki keluaran sekarang,, gak akan nyesel deh, cuman penampilannya aja kurang, tapi soal mesin suzuki dan kawasaki juaranya,, !

  3. new suzuki thunder 125 larinya lebih garang bro dari pada yg model lama ,tanjakan juga lumayan kuat,,boleh deh adu ama tiger, ato vixion

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s