Ketika Guru Sekolah Menyapa dengan Ramah
Saya mempunyai seorang “anak”, sekarang duduk di kelas 3 SMP (kelas 9 ya?). Saya akui memang termasuk anak bandel. Salah satunya (ternyata) suka bolos sekolah.
Kami semua sudah berusaha agar si “anak” ini mempunyai semangat lagi untuk tetap sekolah. Termasuk sudah terhubung dengan kepala sekolah yang bersangkutan. Dan dengan bijaksana beliau tetap menerima si “anak” tadi asalkan masih mau sekolah. Maklumlah, mungkin perjuangan beliau membesarkan SMP swasta tersebut sejak dari hanya satu kelas sampai sekarang sudah berkelas-kelas, saya saksikan sendiri sejak saya masih kecil. Menjadi pertimbangan keputusan itu.
Namun ada satu guru yang menegakkan disiplin peraturan sekolah. Mungkin tanggungjawabnya sebagai guru BP haruslah begitu. Bersikeras agar si “anak” ini dikeluarkan dari sekolah berdasar dari data absen yang ada.
Akhirnya kami semua duduk semeja untuk mencari solusi bersama. Selanjutnya si “anak” mungkin memikirkan bahwa sedikit hari lagi sudah lulusan, mau “muncul” juga di sekolahan untuk mengikuti pelajaran.
Tapi ternyata ya hanya sekali itu saja kehadirannya. Sampai di sekolahan langsung disambut oleh Ibu Guru BP tadi, dan dengan ramahnya menyapa: “Ngapain kamu sekolah, percuma, sama saja berangkat nggak berangkat sekolah kamu tetep nggak lulus kok…”
Yach, namanya juga anak bandel. Mendengar kata-kata seperti itu ya langsung pulang. Cuma sebentar di rumah. Setelah itu menghilang lagi entah kemana. Sampai sekarang. Ealaaah…
*artikel ini saya posting juga di Kompasiana




sama-sama begitu juga dengan saya
tt
oke
Ceritanya bagus sekali ..
Sebuah motivasi hidup