Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Puisi Sapu Lidi

Sama-sama lidi
mari berjuang dan bersatu hati

Jika sendiri
paling dipotong-potong jadi tusuk gigi Baca selebihnya »

22 Januari 2012 Posted by | Puisi | , , | 1 Komentar

Puisiku Puisi Petani

Puisiku Puisi Petani
bukan puisi indah penuh arti
Aku tulis dengan berani
Saat menggagahi bumi
Baca selebihnya »

19 Januari 2012 Posted by | Catatan Saya, Puisi | , | 2 Komentar

Selingkuh [puisi]

Selingkuh [puisi]
- – - – - – - – - – - -

Manis bibirmu
Lempar aku ke langit semu

Dua api menyatu
Kita saling ganggu

Di paruh waktu
Tenggelam dalam hasrat menggebu Baca selebihnya »

5 Desember 2011 Posted by | Puisi | , | 1 Komentar

Masihkah Ada [puisi]


Masihkah Ada [puisi]

Masihkah ada
Tempat dimana aku bisa
Lepas dari penat
Bebas dari masalah yang mengikat
Menjerat erat
Seperti rubung lalat-lalat yang melekat Baca selebihnya »

4 Desember 2011 Posted by | Catatan Saya, Puisi | , , | Tinggalkan Sebuah Komentar

[puisi] Kucubit Pipimu Nona

[puisi] Kucubit Pipimu Nona
- – - – - – - – - – - – - -
- – - – - – - – - – - – - -

Kucubit pipimu, Nona
Agar tak muram cahaya
Rintik duka menancap di hati
Wajahmu murung sekali

Kucubit pipimu, Nona
Kan kusibak segala duka
Hidup ini hanya sementara
Kenapa lara kau piara Baca selebihnya »

16 November 2011 Posted by | Catatan Saya, Puisi | , | 4 Komentar

[puisi] Sosok Ngeri Penguasa Negeri

[puisi: Sosok Ngeri Penguasa Negeri]
- – - – - – - – - – - – - – - – - -

Mulutnya api
Membakar tanah Ibu Pertiwi

Bersayap serakah
Selusupi jiwa-jiwa pongah

Dengan tangan besi
Mengacak-acak nurani

Kaki seperti akar
Kemana-mana menjalar Baca selebihnya »

15 November 2011 Posted by | Catatan Saya, Puisi | , , , , | 1 Komentar

[puisi] Wanita dalam Dekapan

[puisi] Wanita dalam Dekapan
- – - – - – - – - – - – - – - – - – -

Kubilang rindu
Wajahmu merona
Padahal rindu palsu
Membuat kau bahagia Baca selebihnya »

12 November 2011 Posted by | Catatan Saya, Puisi | , , , | Tinggalkan Sebuah Komentar

[puisi] Laba-Laba

[puisi] Laba-Laba
- – - – - – - – - – - -

Laba-laba raba-raba
Kau merayap dalam gelap
Ujung sana ujung sini
Tak ada yang engkau dapat

Lama-lama rama-rama
Entah apa yang kau sikat
Kumpul sana kumpul sini
Tak peduli yang sekarat

Baca selebihnya »

11 November 2011 Posted by | Catatan Saya, Puisi | | Tinggalkan Sebuah Komentar

Lagu Kerja Bangsa Semut

Di sana banyak makanan
Bangunkan semua teman

Siapa itu di bale-bale
Jangan tunggu sampai sore

Tabuh genderang
Raih hidup nan cemerlang
Baca selebihnya »

10 November 2011 Posted by | Catatan Saya, Puisi | , | Tinggalkan Sebuah Komentar

Banci Pinggir Kali

Namaku banci pinggir kali
Jalan pelangi kusam kulalui
Antar aku sampai ke kota ini
Jangan salah kira
Pandai aku berhias dalam gulita
Bikin wajahku cantik seperti luna maya

[Banci pinggir kali duduk di terang lampu kota
Gempita deru malam
menjadi teman setia
Menunggu nafsu berkeliaran tanpa rupa
]
Baca selebihnya »

9 November 2011 Posted by | Catatan Saya, Puisi | , , , | Tinggalkan Sebuah Komentar

[puisi] Ketika Lelah

[puisi ketika lelah]

Dalam cibir senja yang menggantung.
Langkahkan rasa ke dunia kata.
Coretkan berdetik luka.
Torehkan seribu lelah gulana,
mencengkeram,
menerkam
sendi-sendi jiwa.
Tertatih-tatih dalam resah.
Mencari adakah sepercik asa.
Bak secercah cahaya.
Menerobos dinding suram.
Menuntun dalam kegelapan.
Penerang pekat.
Benderang kehidupan. Baca selebihnya »

30 September 2011 Posted by | Catatan Saya, Puisi | , , , , | Tinggalkan Sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.