Puisi Sapu Lidi
Sama-sama lidi
mari berjuang dan bersatu hati
Jika sendiri
paling dipotong-potong jadi tusuk gigi Baca selebihnya »
Puisiku Puisi Petani
Puisiku Puisi Petani
bukan puisi indah penuh arti
Aku tulis dengan berani
Saat menggagahi bumi
Baca selebihnya »
Selingkuh [puisi]
Selingkuh [puisi]
- – - – - – - – - – - -
Manis bibirmu
Lempar aku ke langit semu
Dua api menyatu
Kita saling ganggu
Di paruh waktu
Tenggelam dalam hasrat menggebu Baca selebihnya »
Masihkah Ada [puisi]
Masihkah ada
Tempat dimana aku bisa
Lepas dari penat
Bebas dari masalah yang mengikat
Menjerat erat
Seperti rubung lalat-lalat yang melekat Baca selebihnya »
[puisi] Kucubit Pipimu Nona
[puisi] Kucubit Pipimu Nona
- – - – - – - – - – - – - -
- – - – - – - – - – - – - -
Kucubit pipimu, Nona
Agar tak muram cahaya
Rintik duka menancap di hati
Wajahmu murung sekali
Kucubit pipimu, Nona
Kan kusibak segala duka
Hidup ini hanya sementara
Kenapa lara kau piara Baca selebihnya »
[puisi] Sosok Ngeri Penguasa Negeri
[puisi: Sosok Ngeri Penguasa Negeri]
- – - – - – - – - – - – - – - – - -
Mulutnya api
Membakar tanah Ibu Pertiwi
Bersayap serakah
Selusupi jiwa-jiwa pongah
Dengan tangan besi
Mengacak-acak nurani
Kaki seperti akar
Kemana-mana menjalar Baca selebihnya »
[puisi] Wanita dalam Dekapan
[puisi] Wanita dalam Dekapan
- – - – - – - – - – - – - – - – - – -
Kubilang rindu
Wajahmu merona
Padahal rindu palsu
Membuat kau bahagia Baca selebihnya »
[puisi] Laba-Laba
[puisi] Laba-Laba
- – - – - – - – - – - -
Laba-laba raba-raba
Kau merayap dalam gelap
Ujung sana ujung sini
Tak ada yang engkau dapat
Lama-lama rama-rama
Entah apa yang kau sikat
Kumpul sana kumpul sini
Tak peduli yang sekarat
Lagu Kerja Bangsa Semut
Di sana banyak makanan
Bangunkan semua teman
Siapa itu di bale-bale
Jangan tunggu sampai sore
Tabuh genderang
Raih hidup nan cemerlang
Baca selebihnya »
Banci Pinggir Kali
Namaku banci pinggir kali
Jalan pelangi kusam kulalui
Antar aku sampai ke kota ini
Jangan salah kira
Pandai aku berhias dalam gulita
Bikin wajahku cantik seperti luna maya
[Banci pinggir kali duduk di terang lampu kota
Gempita deru malam
menjadi teman setia
Menunggu nafsu berkeliaran tanpa rupa]
Baca selebihnya »
[puisi] Ketika Lelah
[puisi ketika lelah]
Dalam cibir senja yang menggantung.
Langkahkan rasa ke dunia kata.
Coretkan berdetik luka.
Torehkan seribu lelah gulana,
mencengkeram,
menerkam
sendi-sendi jiwa.
Tertatih-tatih dalam resah.
Mencari adakah sepercik asa.
Bak secercah cahaya.
Menerobos dinding suram.
Menuntun dalam kegelapan.
Penerang pekat.
Benderang kehidupan. Baca selebihnya »





