Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Wow… indahnya Lukisan Besi !!

Monalisa !!
Tentu banyak yang mengenal lukisan Monalisa dengan keindahan matanya. Bahkan konon, modelnya pun nggak ada.
Atau jam yang meleleh… masih ingat betul waktu kecil melihat di majalah, ada gambarnya jam meleleh. Jam kok bisa meleleh, jam model mana ya.. Tapi akhirnya juga tahu kalau itu ternyata lukisan.
Juga lukisan-lukisan realis Rustamaji di majalah wanita dulu.. bener-bener seperti foto.
Masih banyak dan banyak lagi lukisan yang sangat indah untuk dinikmati.
Semua itu adalah lukisan ! ! ! !

Melihat dan menikmati lukisan, membayangkan pula sang pelukis yang sedang menorehkan atau bahkan menyiramkan cat di kanvas.
Dengan segenap perasaan, ungkapan jiwa, semangat, dan background suasana hati sang pelukis, menghasilkan karya-karya yang rruarrr biasa indahnya.
Piccaso, Da Vinci, Monet, van Gogh, sampai Raden Saleh dan Affandi… Nama-nama famous dan melegenda.
Kekuatan jiwa mereka menjadi ruh untuk lukisan-lukisan mereka.

Terus bagaimana kalau memandangi dan menikmati sebilah keris ?
Apakah bisa disamakan dengan memandang dan menikmati keindahan lukisan ?

Empu, sebutan untuk pembuat keris, tentu juga mencurahkan segenap ungkapan jiwa, raga, rasa, semangat, suasana hati….. bahkan dengan laku keprihatinan dalam menciptakan karyanya. Sehingga menjadi sebilah keris, yang tentu saja juga sebagai karya yang rruarrr biasa…!!
Bukan cat dan kanvas sebagai media ekspresinya, tetapi dengan bahan-bahan yang semuanya bersifat sebagai zat besi. Karena itu sepertinya tidak meleset jauh, kalau keris boleh juga kemudian disebut sebagai lukisan besi !!

Menikmati keris sebagai lukisan besi, tentu bukan semata-mata pamor, tetapi keseluruhan badan keris.
Pamor, wilah, bentuk wilah, termasuk ricikan, dipadu dari berbagai bahan dan diterapkan dengan teknik yang rumit menumbuhkan bayangan akan ketelitian, ketlatenan, dan laku keprihatinan sang empu mengekspresikan keseluruhan makna hidup dan kehidupan empu dalam sebilah keris.
Akan sangat sempit kalau mempertimbangkan hal yang demikian, kemudian kita menganggap keris hanya sebagai senjata tajam. Kenapa harus dibuat sedemikian sulit dan rumit kalau sekedar untuk menusuk?

(hehe… sampai disini tulisan agak macet, terlalu penuh sesak di benak, keinginan mengungkapkan keindahan lahir batin dari sebilah keris…)

Memandangi keris dengan lebih dalam…
Memandangi keris dengan rasa yang juga lebih dalam…
Filosofi hidup, ungkapan kekuatan jiwa, ekspresi segenap rasa sang empu, semuanya hidup di sebilah keris !!

Hidup, berarti bisa berbicara, bisa bercerita, bisa memberi gambaran yang dapat kita tangkap juga hanya dengan rasa. (kok seperti ndengerin nyanyi sunyi seorang bisu aja ya ??? hehehe…)

Besi dalam kondisi panas membara, ditempa dengan kehalusan rasa. (Konon ada juga yang dengan cara dipejet dengan jari… weleh weleh ).
Penempatan pamor sekaligus pengarahan bentuk dan arah untuk tiap-tiap bagian keris, tidak dengan sembarangan kehendak. Kesemuanya pada akhirnya menjadi suatu wujud. Wujud yang bagaimanapun rinci sekecil-kecil bagian bentuknya, adalah juga tidak sembarangan. Semuanya menjadi satu kesatuan makna.
Jadi, sebilah keris mengandung makna yang tak terhingga dalamnya. Sampai sekecil bagian maupun bentuk dari sebilah keris, tetap mengandung makna. Makna apa ?
Tentu makna yang ingin diungkap diekspresikan sang empu dalam lukisan besinya.
Bisa saja berupa pesan, berupa gambaran, atau bisa jadi berupa kekuatan (?) !!

Mengingat itu semua, akan lebih ‘berasa’ kalau kemudian memiliki keris dengan dasar pandangan primordial. Apa adanya dengan bentuk suatu keris, adalah keinginan dari sang empu, adalah tangan sang empu.
Bukan semata-mata keinginan pasar kemudian keris-keris asli buatan empu dahulu menjadi bahan barang souvenir yang dirubah, lurus menjadi lekuk, dikinatah, diukir kepala naga, ditambahi ricikan, atau bahkan diubah menjadi keris pejetan.
Maksudnya tentu dibuat lebih indah, lebih komersil, akan tetapi telah hilang jiwa dan ekspresi rasa sang empu.
(apa jadinya kalau lukisan diri affandi ditambahi lukisan anting-anting di hidungnya?? Atau menjadi kolektor lukisan repro?? hehehe…).

Terus bagaimana apabila dasar pandangan primordial diterapkan untuk keris-keris yang sudah keropos?
Apakah juga kemudian akan mengoleksi keris-keris yang keropos atau bahkan bisa dibilang remuk?

Selama ratusan tahun dalam kepemilikan entah beberapa generasi, tentu ada beberapa pemilik yang tidak merawatnya, sehingga menjadi keris keropos.
Apakah makna yang dikandungnya juga ikut keropos ?
Apakah rasa jiwa sang empu yang tersimpan di bilah itu juga ikut keropos ?
Jawabnya, bisa iya bisa tidak !!

Ada keris keropos yang masih utuh berjiwa semangat bermakna pesan atau bahkan berkekuatan penuh yang dimaksud empu, tetapi ada juga keris keropos yang benar-benar keropos sampai sejiwa-jiwanya.
Untuk keris-keris yang ibaratnya orang sudah tidak mempunyai darah setetespun, dari pandangan primordial, enteng-enteng saja untuk dilebur menjadi keris yang indah sebagai souvenir.
Tetapi untuk keris keropos yang masih utuh menyimpan jiwa semangat ekspresi sang empu, seolah seperti ikut melebur tangan batin sang empu.
(Sampai saat inipun masih menjadi PR, bagaimana membedakan keris keropos yang benar-benar keropos dengan keris keropos yang masih bersemangat).

Menikmati keris, berarti menelusuri rasa dan kehendak sang empu.
Sampai terjadi penyatuan jiwa dalam cipta yang hening antara penikmat, sang empu, dan bilah keris itu sendiri.
Seperti bertemunya teman yang sehati.
Berjalan kian kemari dalam rasa yang sama.
Nyaman.
Dan akan semakin dalam makna yang terasa….!!!

 

 

[ditulis oleh: M. ‘Arief B]

Iklan

16 Juli 2008 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. […] https://ariefmas.wordpress.com/2008/07/16/wow-indahnya-lukisan-besi/ Kategori Pilih Kategori Bambu Petuk Batu intermezzo – tulisan Keris Peta Biru Alam – Gambar Mistik Rantai Babi Uncategorized /* 0 ) { location.href = "http://dewaputususila.wordpress.com/?cat="+dropdown.options%5Bdropdown.selectedIndex%5D.value; } } dropdown.onchange = onCatChange; /* ]]> */   […]

    Ping balik oleh Indahnya Keris Besi 2 « Dewa dan Niki | 3 November 2009 | Balas

  2. […] WOW… INDAHNYA LUKISAN BESI !!! […]

    Ping balik oleh Wah… Apa Iya Keluarga Obama Percaya Mistik Keris ??? « Ariefmas's Weblog | 20 Maret 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: