Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Apa Maunya Manusia ?

Pagi-pagi melihat jalanan, melihat orang-orang melintas, melihat orang-orang sibuk tak tentu arah…. Ada yang menuju utara, selatan, barat, timur.. Ada yang berjalan, ada yang naik mobil, sepeda motor, sepeda…

 

Ada yang mau ke pasar, ada yang mau ke kantor, mau kerja buruh bangunan, ada yang ke sekolah atau nganter sekolah, ada yang mau berangkat kuliah, ada yang mau ke bandara, ada yang pulang dari terminal, ada yang baru pulang dari lembur semalam, ada yang mendatangi janjian, ada yang tanpa tujuan……

 

Entah apa yang ada dalam benak mereka….

 

Bisa jadi ada yang sambil mikir utang, mikir saudaranya di seberang, mikir belum nggarap PR, mikir cari modal, mikir pacar, mikir suami atau istri, mikir untung, mikir bangkrut, mikir belum bayar listrik, mikir anak, mikir belum makan, mikir pulsanya kosong,

 

mikir mau nyaleg, mikir belum ngasih makan ayam, mikir kerjaan, mikir atasan, mikir bawahan, mikir bikin kunci palsu, mikir nyapu rumah, mikir pindah rumah, mikir cari kontrakan, mikir tamu penting, mikir ngelobi pejabat,

mikir cari pembantu, mikir nggak punya duwit, mikir belum nyeterika baju kemarin….

Mikir apa lagi hayo !!!???

Seribu orang melintas, berarti seribu pemikiran di masing-masing orang..

Entah apa yang mereka inginkan….

 

Lebih luas lagi pada waktu sama, sangat mungkin terjadi bermacam-macam tingkah manusia di hamparan bumi bulat bundar ini…

 

Ada yang masih nongkrong di closet, di sungai, di semak-semak, ada yang berlari-lari dikejar musuh, dikejar massa, atau malah dikejar anjing,

 

Ada yang sedang makan, sedang ngrokok, sedang minum,

Ada yang sekarat, sedang tidur, atau nyantai-nyantai di sofa,

Ada yang sedang membunuh, sedang dibunuh, sedang digebuki, ditembak, atau menembak,

Ada yang sedang ngitung uang atau utang, keuntungan atau kerugian atau malah impas,

Ada yang sedang kerja, atau main judi, atau lagi nge-game, atau cuma duduk-duduk,

Ada yang sedang tersesat di hutan, di gunung, di lautan, atau di jalan-jalan perkotaan,

Ada yang sedang mencium istri,

 

Ada yang sedang …

Ada yang tertawa-tawa ngakak, atau sedang menangis, atau sedang cemberut, atau sedang sedih atau pura-pura sedih,

Ada yang sedang pentas musik, atau sedang ngamen, atau cuma gitaran di kamar,

Ada yang sedang tafakur berdoa, di masjid, di kamar, di gereja, atau di pinggir sungai,

 

Macam-macam tingkah dan kejadian manusia pada waktu yang sama. Jadi ingat kata-kata di salah satu iklan rokok “susahnya jadi manusia”. Apa ya memang susah jadi manusia ? Yang bener aja !!

 

Sebenarnya bukan susah atau senangnya menjadi manusia. Tetapi apa maunya manusia ?

 

Apa maunya manusia dengan segala macam tingkahnya itu. Apa maunya, berarti mempunyai tujuan, mempunyai maksud, mempunyai arah, mempunyai keinginan. Kalo yang kerja, ingin gaji atau reputasi. Yang ngamen, ingin ada yang memberi receh.

Yang berjalan, tentu mempunyai tujuan, minimal satu langkah di depannya adalah tujuannya.

 

Tetapi secara global adalah apa tujuan hidup manusia?

 

Disebut manusia karena masih hidup. Kalau sudah mati namanya jadi bangkai manusia…!!

 

Apa tujuan hidup hanya untuk menunggu mati ? Sambil menunggu mati itu kemudian berkegiatan, bertingkah laku.. Kok kelihatannya sangat ironi kalau tujuan hidup adalah menunggu mati.

 

Apa maunya manusia, berarti manusia sebagai subyek, primer, yang menentukan, menjadi sudut pandang.

Kalau apa maunya manusia berdasar pada dogma religi, maunya adalah untuk beribadah, untuk nantinya setelah mati agar mendapatkan surga.

 

Nah, terus apa maunya manusia tanpa dikerangkeng atau dikurung dengan yang ‘di luar manusia’. Tetapi manusia itu sendiri yang menentukan maunya hidup. Apa coba ??!!

 

Segala tingkah laku, maunya ya hanya sebatas untuk tingkah lakunya. Sedangkan maunya yang secara global hidup, dari sudut pandang manusia sebagai subyek yang primer, adalah tidak ada maunya !! Tanpa tujuan, tanpa maksud.

 

Akhirnya, apa maunya manusia (masih hidup berarti manusia !), sebenarnya adalah : tidak ada maunya….!!!

 

Lho kok bisa tidak ada maunya ???

 

Ya jelas bisa saja. Sebenarnya apa to maunya hidup manusia ini? Tidak ada manusia yang tahu. Karena hidup itu sendiripun manusia juga tidak tahu, Kok tiba-tiba hidup? Kok tiba-tiba ingin mempertahankan hidup? Rasanya tidak ada manusia yang hidup ini dengan sengaja, dengan menyadari. Tidak ada !!! Nah lho………….!!! (Tunjuk jari kalau ada yang menyadari !!! Minimal masih ingat saat di dalam rahim.. :p )

 

Bagaimana mau tahu tujuan hidup atau apa maunya hidup, sedangkan niat untuk hidup dan tinggal di planet bumi ini saja tidak ada !!!

 

Hidup dan apa maunya manusia hidup, menjadi misteri terbesar buat manusia. Buat akal pikiran manusia. Buat kita !!!

 

 

21 Juli 2008 - Posted by | Catatan Saya | , , , ,

1 Komentar »

  1. […] Selengkapnya, silahkan baca DI SINI […]

    Ping balik oleh Apa Maunya MANUSIA ??? « Ariefmas's Weblog | 15 April 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: