Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Sekolah untuk Kemajuan Bangsa

 

Melihat anak-anak murid dengan sungguh-sungguh mengikuti pelajaran di dalam kelas. Pikiran menerawang jauh, memikirkan kejadian-kejadian masa lalu, memikirkan kelanjutan nasib negeri ini, memikirkan kemajuan bangsa. Sambil disadari, bahwa memang hanya dan hanya bisa sekedar memikirkan. Toh, menjadi salah satu dari banyak orang yang termasuk orang pinggiran di tanah air ini, buat apa to mikir yang bukan wajib menjadi tugas pokoknya !! Negara dan bangsa kan sudah dipikir sama orang-orang besar di atas sana !!

Tapi pikiran tetap menjadi pikiran, yang minta untuk dituangkan.

Dari keadaan dalam kelas dengan anak-anak usia sekolah dasar, dari keadaan seperti ini juga dulu di awal-awal kemerdekaan, ditanamkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Juga dari suasana belajar seperti ini, kemudian menelurkan tokoh-tokoh besar yang sangat berarti untuk penegakan dan mempertahankan tegaknya negara.

Bagaimana keadaannya apabila tidak ada sekolah ? Wah, bisa dibayangkan betapa repotnya orang-orang tua memberi pengarahan kesadaran berkebangsaan. Apa ya sempat di tengah-tengah kesibukan sehari-hari, mengajari baca tulis dan menghitung. Tentu standar kemampuan yang dibutuhkan dalam kemasyarakatan juga menjadi semrawut. Tidak ada pewarisan keahlian suatu bidang tertentu kepada angkatan yang lebih muda. Bisa-bisa menjadi masyarakat yang tanpa tatanan.

Lho, jaman kerajaan-kerajaan dulu kan juga tidak ada sekolahan ? Nyatanya bisa jadi masyarakat yang tertata ! Tapi apa ya bener tidak ada sekolahan ? Kalau tidak ada sekolahan, bagaimana para punggawa dan perabot kerajaan bisa berinteraksi atau membuat perjanjian dengan kerajaan lain? Bagaimana juga hasil-hasil sastra bisa muncul?


Itu tidak begitu penting untuk pembahasan ini. Yang penting itu sekarang. Untuk bangsa yang sekarang.

Sejak kemerdekaan sampai sekarang ini, sudah berapa saja kepala pemerintahan, juga berapa kali ganti menteri yang membawahi dan bertanggung jawab atas pendidikan di negeri ini. Hasilnya ? Sampai saat ini, ya seperti ini. Berapa kali disebut-sebut adanya ledakan pengangguran. Urutan ke berapa negara ini dalam urutan negara korupsi di dunia. Terseok-seok sebagian besar penduduk negeri ini untuk mendapatkan kesejahteraan hidup. Hutang negara yang tak kunjung padam. Pemerataan kemakmuran, menjadi hal yang menggantung di awang-awang.

Ujung-ujungnya, sekolah sebagai basis pendidikan formal, juga menjadi sorotan. Penekanan pendidikan apa yang diajarkan di sekolah-sekolah sehingga begini jadinya? Apa ditekankan pada moral kebangsaan dengan kemampuan SDM yang tinggi, sehingga menjadi orang yang memikirkan kesejahteraan bersama? Atau ditekankan nantinya hanya untuk menghasilkan produk-produk pendidikan yang sekedar menjadi mesin pencetak uang? Terus harus yang bagaimana, kurikulum apa yang cocok diterapkan untuk sekolah, sehingga bisa menghasilkan orang-orang hebat yang mendukung dan menyokong kemajuan bangsa? Apakah terus menerus lembaga pendidikan masih juga hanya dijadikan obyek riset para ahli, dengan ganti menteri ganti wudel ganti kurikulum?

Pertanyaan hanya membentur pertanyaan. Kenyataannya, bidang yang pokok yang menjadi modal tegaknya negara dan majunya bangsa, yaitu sekolah, adalah dipegang orang-orang di atas sana dengan segenap kemampuan dan keahliannya dalam bidang pendidikan. Orang-orang yang juga merupakan hasil dari sekolahan.

Akhirnya, ibarat sepercik air dalam riuh gelombang samudera, tersadar dari lamunan, kembali meneruskan memberi pelajaran anak-anak didik yang belum begitu paham kenyataan hidup bernegara dan berbangsa, semaksimal diniatkan ikut andil untuk kemajuan bangsa.

Hiduplah negeriku !!!
Hiduplah bangsaku !!!
Hiduplah Indonesia Raya !!!

 

 

28 Juli 2008 - Posted by | Catatan Saya | , , , ,

Belum ada komentar.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: