Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Ahmadiyah versus Wahabi (Membaca Buku Terbitan Jemaat Ahmadiyah)

 

Barangkali sudah agak basi memperbincangkan tentang Ahmadiyah dengan segala permasalahan yang muncul, hingga Ahmadiyah dicap sebagai aliran sesat dalam keterkaitannya dengan ajaran nabi palsu serta tuduhan mencemarkan ajaran Islam. Hanya saja yang aneh, kenapa baru akhir-akhir ini saja datang serangan yang gencar untuk Jemaat Ahmadiyah ? Padahal Ahmadiyah kan sudah lama bercokol di bumi Indonesia ini…

Terlalu rumit untuk jangkauan pemikiran orang seperti saya, orang dengan jangkauan wawasan lokal dan pergaulan pemikiran yang terbatas, untuk menganalisa hal-hal seperti itu…

Yang jelas, aku menemukan salah satu buku terbitan Jemaat Ahmadiyah di gudang per-buku-an rumahku. Entah bagaimana kok bisa ada di tumpukan buku-buku lama, padahal keluarga kami sama sekali tidak ada yang jadi anggota Jemaat Ahmadiyah. Mungkin itu buku pemberian orang Ahmadiyah untuk adikku semasa kuliah dulu yang mungkin tidak sempat terbaca. Entahlah… Tetapi isi di dalam buku itu, sedikit banyak ada suatu gambaran mengapa Jemaat Ahmadiyah diserang habis-habisan sampai benar-benar habis, dengan alasan yang sangat tepat yaitu Nabi Palsu.

Bagi kalangan Jemaat Ahmadiyah yang kebetulan tersesat membaca blog-ku dengan judul ini, aku minta ijinnya untuk menukil atau kalau mungkin dan tidak capek, mengetikkan seluruh isi buku yang barangkali ada setitik manfaat dari orang luar Ahmadiyah menjenguk di balik sebuah nama : Ahmadiyah.

Tulisan di halaman muka buku :
-HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD a.s. IMAM MAHDI & ALMASIH YANG DIJANJIKAN.-
-ALMASIH DI HINDUSTAN-
-Terhindarnya Nabi Isa a.s. dari kematian di tiang salib dan perjalanannya ke Hindustan-

Judul Terjemahan : Almasih di Hindustan
Judul Asli :
Masih Hindustan Me (urdu)
Penulis :
Mirza Ghulam Ahmad a.s.
Penerjemah : Ibnu Ilyas RIS
Penyunting : Gunawan Jayaprawira
Type setting : Ina Sakinah
Penerbit : Jemaat Ahmadiyah Indonesia
Jl. Raya Parung-Bogor no.27 P.O. Box 33/PRU – Parung 16330
e-mail : ahmadina@indo.net.id
http://thewww.com/ahmadina
Cetakan kedua 1998
telah diperiksa oleh Dewan Naskah Jemaat Ahmadiyah Indonesia
SK. Dewan Naskah No. 002/10.10.97

Wahai Tuhan kami, berikanlah keputusan yang benar
antara kami dengan kaum kami, dan Engkau adalah
Pemberi Keputusan Yang Terbaik”

PENGANTAR

Tujuan Penulisan Buku

Saya menulis buku ini dengan maksud untuk menjauhkan pandangan-pandangan yang salah dan berbahaya tentang kehidupan awal dan akhir Nabi Isa – yang sudah tersebar di kebanyakan golongan Islam dan Kristen– dengan menggunakan fakta-fakta yang benar, kesaksian-kesaksian sejarah yang sangat sempurna dan yang telah terbukti, serta naskah-naskah kuno umat lainnya.

Yakni, pandangan-pandangan yang dampak-dampak mengerikannya itu tidak hanya menghambat serta menghancurkan konsep Tauhid Ilahi, melainkan pengaruhnya yang sangat buruk dan beracun sedang tampak menggerogoti keadaan akhlak umat Islam di negeri ini.

Akidah Fatal Sebagian Golongan Islam

Dan akibat menganut akidah yang berdasar pada cerita dan kisah-kisah yang tidak ada asal-usulnya, kebanyakan penyakit rohani –berupa buruk akhlak, busuk hati, keras hati, serta aniaya- telah menyebar di golongan-golongan Islam. Dan sifat suci mereka –simpati terhadap sesama manusia, kasih sayang, adil, rendah hati, dan penghambaan- dari hari ke hari terus berkurang sedemikian rupa seolah-olah sifat-sifat tersebut kini bersiap-siap mengucapkan selamat tinggal.

Akibat keras hati dan busuk akhlak ini banyak sekali orang Islam yang kelihatan mungkin sangat sedikit bedanya antara mereka dengan binatang buas. Sedangkan seorang pengikut (sekte Hindu) Jainisme serta seorang pengikut Agama Budha enggan dan takut membunuh seekor nyamuk maupun kutu.
Namun disayangkan, diantara sesama kita umat Islam banyak sekali yang tidak takut terhadap perhitungan Tuhan Yang Maha Kuasa itu pada saat (mereka) membunuh seseorang tanpa hak dan melenyapkan nyawa seorang manusia yang tidak berdosa. Padahal Tuhan itu telah menetapkan nyawa manusia sebagai sesuatu yang sangat patut dihargai.

Konsep Jihad yang Keliru

Apa penyebab keras hati, kejam dan aniaya yang begitu hebat ? Sebabnya adalah sejak masa kanak-kanak telah dituangkan ke dalam telinga mereka, dan ke dalam hati mereka telah ditanamkan cerita dan kisah-kisah demikian serta masalah-masalah keliru mengenai jihad.

Akibat hal itu perlahan-lahan kondisi akhlak mereka menjadi mati. Dan hati mereka tidak dapat merasakan keburukan tingkah laku yang bercorak kebencian itu. Bahkan orang yang membunuh seorang manusia yang tidak tahu apa-apa lalu menjerumuskan isteri dan anak-anaknya ke dalam kehancuran, dia beranggapan seakan-akan dia telah melakukan pekerjaan yang pahalanya sangat besar, bahkan telah meraih kesempatan untuk meciptakan suatu kebanggaan di kalangan umat.

Dan dikarenakan di negeri kita ini tidak ada wejangan-wejangan agama untuk menghentikan keburukan-keburukan semacam itu –kalaupun ada, dengan cara munafik- oleh sebab itu banyak sekali pandangan orang-orang awam telah tunduk ke arah hal-hal yang menimbulkan fitnah tersebut.

Berkaitan dengan itu, dengan rasa iba terhadap keadaan umat (Islam) kita ini, sebelumnya pun saya telah berkali-kali menulis buku-buku di dalam bahasa Urdu, Farsi, dan Arab. Di dalamnya telah dizahirkan bahwa di kalangan umat Islam masalah jihad, masalah penantian kedatangan seorang imam penumpah darah, serta masalah kedengkian terhadap umat-umat lain, kesemuanya itu merupakan kesalahan-kesalahan para ulama yang berpikiran dangkal.

Sebab di dalam Islam tidak ada izin mengangkat pedang demi agama dalam bentuk apapun, kecuali perang untuk mempertahankan diri atau perang-perang yang dilakukan dengan niat menghukum orang yang aniaya atau untuk menegakkan kemerdekaan.

Dan yang dimaksud dengan perang pembelaan diri adalah perang-perang yang baru dibutuhkan pada saat jiwa terancam oleh serangan-serangan musuh. Inilah tiga macam jihad (yang diizinkan) oleh syariat.
Selain ketiga bentuk peperangan tersebut, tidak ada bentuk lain yang diizinkan dalam Islam untuk menyebarkan agama.

Ringkasnya, dengan mengeluarkan banyak sekali dana, saya telah membagi-bagikan buku-buku dengan tema tersebut di negeri ini maupun di negeri-negeri Arab, Syria, Khurasan, dan sebagainya. Akan tetapi sekarang dengan karunia Allah Ta’ala, saya telah memperoleh dalil-dalil yang kuat, bukti-bukti yang gamblang, tanda-tanda yang meyakinkan, serta kesaksian-kesaksian sejarah, untuk mencabut akidah-akidah palsu dan tanpa dasar seperti itu dari dalam kalbu-kalbu.

Pecikan-percikan cahaya kebenarannya sedang memberikan khabar suka kepada saya bahwa dalam waktu dekat setelah hal-hal itu diterbitkan, di dalam kalbu-kalbu umat Islam bakal timbul suatu perubahan menakjubkan yang menentang akidah-akidah tersebut.

Harapan Penulis

Dan dengan penuh yakin diharapkan semoga setelah memahami kebenaran-kebenaran itu, dari dalam kalbu generasi muda Islam yang benar, akan mengalir mata-air mata-air kelembutan hati, kerendahan hati serta kasih sayang yang indah dan manis.

Dan dengan timbulnya perubahan ruhaniah mereka, suatu dampak yang sangat baik serta penuh berkat akan menerpa negeri ini. Demikian pula saya yakin bahwa para peneliti dari agama Kristen dan segenap pihak lainnya yang lapar serta haus kebenaran, akan mengambil manfaat dari buku saya ini.

Dan yang baru saya uraikan –bahwa sasaran utama buku ini adalah memperbaiki kekeliruan orang-orang Islam dan Kristen yang telah masuk ke dalam akidah-akidah mereka- uraian itu membutuhkan rincian dalam kadar tertentu yang saya tuliskan di bawah ini.

Pandangan Umat Islam dan Kristen tentang Nabi Isa

Hendaknya jelas, kebanyakan orang Islam dan Kristen berpendapat bahwa Nabi Isa a.s. telah pergi hidup-hidup ke langit. Dan kedua golongan ini sejak lama terus beranggapan bahwa Nabi Isa a.s. hingga kini masih hidup di langit, dan pada suatu waktu di akhir jaman akan turun kembali ke bumi.

Dan perbedaan antara penjelasan kedua golongan ini –yakni orang-orang Islam dan Kristen- hanyalah orang-orang Kristen mengakui Nabi Isa a.s. telah mati di tiang salib lalu naik ke langit dengan tubuh kasar, dan duduk di sebelah kanan Bapak-nya, kemudian di akhir zaman akan datang ke bumi untuk mengadili dunia. Dan mereka mengatakan, Yesus Kristus-lah Tuhan, Pencipta, Raja Dunia ini. Selain beliau, tidak ada yang demikian. Beliaulah yang akan turun dengan perkasa pada bagian akhir dunia ini untuk memberi hukuman dan ganjaran. Saat itu setiap orang yang tidak mengakui beliau atau ibu beliau sebagai Tuhan, akan ditangkap dan dijerumuskan ke dalam neraka yang penuh tangisan dan penyesalan.

Akan tetapi golongan Islam yang dimaksud di atas mengatakan bahwa Nabi Isa a.s. tidak disalib dan tidak pula mati di tiang salib. Melainkan waktu itu ketika orang-orang Yahudi menangkap beliau untuk disalibkan, malaikat Allah telah mengangkat beliau dengan tubuh kasar ke langit. Dan sampai sekarang beliau masih hidup di langit. Tempat beliau adalah langit kedua, tempat Nabi Yahya berada, yaitu Yohanes. Kemudian orang-orang Islam juga mengatakan bahwa Nabi Isa a.s. adalah Nabi Allah yang suci, namun bukan Tuhan, bukan pula anak Tuhan. Dan mereka menganut akidah bahwa beliau akan turun pada akhir jaman di dekat menara Damaskus atau di suatu tempat lainnya, dengan menumpukan tangan pada pundak dua malaikat.

Dan bersama Imam Muhammad Mahdi yang terlebih dahulu sudah akan datang ke dunia dari kalangan Bani Fatimah, beliau akan membunuhi segenap umat non muslim lainnya. Dan beliau tidak akan membiarkan seorangpun hidup, kecuali orang yang langsung masuk Islam tanpa pikir-pikir lagi.

Ringkasnya, golongan Islam tersebut –yang menamakan diri mereka Ahlus-Sunnah atau Ahlul Hadits, yang oleh orang-orang awam disebut dengan nama Wahabi- menetapkan tujuan utama turunnya kembali Nabi Isa a.s. ke bumi ini adalah supaya beliau menghancurkan seluruh dunia, seperti halnya Maha Dewa orang-orang Hindu.

Pertama-tama beliau akan mengancam supaya (orang-orang) masuk Islam. Dan jika orang-orang masih tetap ingkar, maka semuanya akan beliau pancung dengan pedang. Dan mereka (orang-orang Islam) itu mengatakan bahwa beliau masih dibiarkan hidup dengan tubuh kasar di langit adalah supaya pada suatu zaman ketika kekuatan kerajaan-kerajaan Islam melemah, beliau turun dari langit lalu mengalahkan umat-umat lainnya dan memaksa mereka masuk Islam, atau jika ingkar, akan beliau bunuh.

Para ulama dari golongan tersebut –khususnya mengenai orang-orang Kristen- menjelaskan bahwa ketika Nabi Isa a.s. turun dari langit, beliau akan memecahkan seluruh salib di dunia ini dan akan melakukan hal-hal yang sangat kejam dengan pedang serta akan menenggelamkan dunia ini dengan darah.

Pandangan Tentang Imam Mahdi

Dan sebagaimana baru saja telah saya jelaskan, orang-orang Islam ini –para Ahlul Hadits dan lainnya dari kalangan umat Islam- dengan penuh semangat menzahirkan akidah bahwa beberapa saat sebelum turunnya Isa, akan lahir seorang Imam dari kalangan Bani Fatimah yang akan bernama Muhammad Mahdi dan sebenarnya dialah Khalifah zaman itu, serta dialah yang akan menjadi raja. Sebab, dia akan berasal dari kalangan Quraisy.

Dan dikarenakan tujuan utamanya adalah membunuh seluruh umat lain yang mengingkari Islam –kecuali siapa saja yang cepat membaca Kalimah Syahadat- oleh sebab itu Nabi Isa a.s. akan turun dari langit untuk membantu dan mengulurkan tangan kepadanya, bahkan beliaulah Mahdi yang besar, namun dikarenakan Khalifah zaman harus berasal dari kalangan Quraisy, oleh sebab itu Nabi Isa a.s. tidak akan menjadi Khalifah zaman.

Mereka mengatakan, keduanya ini bersatu akan memenuhi bumi dengan darah manusia. Dan mereka akan menumpahkan darah begitu banyaknya sehingga tidak pernah ditemukan contoh seperti itu sejak permulaan sampai akhir dunia ini.

Begitu datang mereka langsung mulai menumpahkan darah. Mereka tidak akan memberi peringatan dan tidak pula aba-aba. Dan orang-orang itu mengatakan, wal

Iklan

22 Agustus 2008 - Posted by | Catatan Saya | , , , ,

4 Komentar

  1. Assalamualaikum wr wb
    Beruntunglah anda telah mendapatkan karya Pendiri Ahmadiyah dan telah membacanya, meskipun terjemahan, sehingga anda dapat menilainya sendiri. Ahmadiyah sejak lahirnya dimusuhi oleh berbagai pengikut agama, khususnya Kristen, Hindu dan sebagian Muslim. Tapi, Ahmadiyah tidak habis, bahkan semakin berkembang, baik di Eropa, Amerika, Afrikan, Australia dan Asia. Kini, sudah berdiri di 192 negara. Coba renungkan kembali dan banyak berdoa kepada Allah SWT.Wassalamualaikum wr wb.

    Komentar oleh abdulrozzaq | 23 Agustus 2008

  2. aduh Oom, dawane tulisanmu…ngarang dewe wae, utowo nulis seko pengajian sewelasan yo keno

    Komentar oleh satrio panggang | 23 Agustus 2008

  3. wa’alaikum salaam sdr abdulrozzaq
    ……..
    alhamdulillah, saya sudah menilai…
    ……….

    Komentar oleh ariefmas | 23 Agustus 2008

  4. ealah satrio panggang :p
    yen sewelasan tak nggo turu je…..

    Komentar oleh ariefmas | 23 Agustus 2008


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: