Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Indonesia Butuh Diktator !!!!

 

 

Semenjak lengsernya hegemoni rezim Suharto, Indonesia memasuki masa euforia demokrasi. Kran-kran politik terbuka lebar, rakyat dengan sukacita memasuki era reformasi. Perubahan menuju era kebebasan, baik kebebasan dalam berpolitik maupun berkarir dalam politik.

Partai-partai tumbuh subur laksana jamur. Pembicaraan politik bukan lagi hal tabu, bahkan lembaga kepresidenan pun bukan lagi lembaga yang angker dan disegani. Siapa saja dapat dengan bebas melontarkan kritik yang bahkan melecehkan kursi kepresidenan, tanpa takut adanya penculikan. Ancaman subversi sudah tidak pernah lagi kedengaran buat yang suka demontrasi. ( ssst, btw pada kemana ya bambang isti nugroho, rossa damayanti, dan lain-lain ??? tak pikir kalo sudah kondisi seperti yang diharapkan ini, mereka terus jadi tokoh apa gitu ??? ).

 

Tokoh-tokoh super yang berhasil mendobrak tirani dan mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang ke-reformasi-an menjadi pahlawan yang agung. Nama-nama orang-orang besar kebanggaan reformasi seperti Amin Rais dan Megawati mendapatkan tempat yang layak di sisi rakyat. Mahasiswa-mahasiswa yang menjadi peluru-peluru reformasi juga sudah bernapas dengan lega, karena hasil telah diraih dengan gemilang yaitu lengsernya Suharto. Yang berarti lengsernya monopoli-monopoli bisnis, lengsernya yayasan-yayasan penampung uang, lengsernya kekuasaan yang berakar selama 32 tahun.

 

Rakyat menyambut gembira. Sebuah harapan baru telah tiba. Keadilan hukum, pemerataan kesejahteraan, kemakmuran, jaminan hidup sentausa, semua itu diharapkan setelah datangnya era reformasi.

 

Namun…………….

 

Seperti layang-layang putus dari benang, seperti perahu kehilangan haluan, seperti anak ayam kehilangan induknya, keadaan menjadi terombang-ambing. Carut marutnya kehidupan panggung politik mendominasi suguhan berita media massa. Sidang para politisi dalam dewan wakil rakyat menjadi seperti konkurs burung perkutut, atau sahut menyahutnya celoteh anak-anak TK. Benar-benar seperti anak-anak nakal yang mencuri mangga, pada berebutan, setelah mangganya jatuh. Tidak ada konsep yang jelas untuk tujuan setelah tercapainya usaha. Dunia politik memperlihatkan asasnya : Lawan dari Lawan adalah Kawan.

 

Dari presiden ke presiden tidak nampak hasil kemajuan seperti yang diharapkan. Mulai dari Habibi, Gus Dur, Megawati, sampai SBY, rakyat semakin didera dengan cobaan-cobaan. Pemerataan kesejahteraan, kemakmuran bersama, dan keadilan di depan hukum kian menjadi bayang-bayang semu. Korupsi merajalela dan terbungkus dengan rapi. Monopoli usaha hanya sekedar perpindahan label tanpa perubahan yang berarti. Bahkan rentetan kekuasaan itu memberi kenang-kenangan indah berupa lepasnya sebagian wilayah NKRI.

 

Itulah hasil reformasi……

 

Rakyat kecewa. Kepercayaan terhadap penyelenggaraan negara dan pemerintahan menjadi krisis multi dimensional yang semakin parah jika tidak ada pembenahan. Bukan pemerataan kesejahteraan yang menjadi realita, tetapi hanya janji-janji kemakmuran yang tidak pernah nyata. Begitulah kalau kekuasaan dipegang oleh politisi sebagai multy majority ( lawan single majority). Masing-masing tokoh membawa masing-masing kepandaian dan kepentingannya. Negara dan bangsa dipimpin dengan alasan demokrasi, tetapi kenyataannya dipimpin oleh ketidaksiapan berdemokrasi. Masih terlalu kanak-kanak untuk memakai baju permusyawaratan perwakilan yang sesungguhnya.

 

Untuk itu…………

 

Mengingat satu kelemahan politisi yang piawai bersilat lidah, adalah : todongkan pistol di pelipisnya, dan dia akan bungkam seribu bahasa. Maka, hanya itu solusi tajam dan terpercaya untuk membenahi kondisi bangsa, yaitu serahkan kekuasaan mutlak negara dan bangsa ini pada DIKTATOR yang ber-TANGAN BESI.

(bukan diktator dalam konotasi negatif, hanya pinjam istilah saja, yang dimaksud diktator adalah yang diberi kekuasaan tunggal dan penuh atas hak trias politika untuk memimpin negara).

 

Politisi-politisi yang berkoar-koar dan ternyata malah menjadi penghambat kebijakan-kebijakan untuk kemajuan bangsa, untuk keutuhan wilayah negara dan stabilitas nasional, untuk kemakmuran rakyat dan jaminan hidup layak; politisi-politisi itu harus diberangus dan dibreidel oleh diktator. Dewan-dewan maupun majelis yang kenyataannya hanya mengatasnamakan perwakilan rakyat, harus dibubarkan. Bumi-hanguskan semua partai-partai. Masa bodoh dengan HAM, masa bodoh dengan demokrasi, masa bodoh tuduhan monopoli kekuasaan, yang penting diktator itu harus mewujudkan keadilan hukum dan pemerataan kesejahteraan hidup untuk rakyat; sekolah setinggi-tingginya menjadi gratis dengan fasilitas penuh ditanggung oleh negara, berobat ke rumah sakit juga gratis dan dilayani dengan ramah, 0% pengangguran, 0% kemiskinan, 0%kejahatan, 0% korupsi, 0% utang negara, 0% pikiran separatis, dan 100% kemakmuran, ditambah 100% pertahanan dan keamanan negara.

 

Kalau sudah begitu, yang berarti telah terwujudnya tujuan masyarakat adil makmur dan sejahtera di bawah kepemimpinan diktator yang baik hati dan lebih memikirkan rakyat daripada kepentingan pribadi, maka baru dimulailah program mencerdaskan bangsa, terutama mencerdaskan bangsa untuk pendewasaan berpolitik dan berdemokrasi. Barulah negara dan bangsa ini benar-benar siap untuk kehidupan yang demokratis, untuk ber-politik, dan dewasa untuk benar-benar maju bersama membangun dan meninggikan kemakmuran bangsa dan negara yang bukan sekedar slogan.

 

Oleh karena itu, diantara nama-nama ini, kira-kira siapa yang pantas untuk menjadi diktator yang baik hati dan tidak sombong, untuk kemudian memimpin bangsa dan negara ini menuju keadilan dan kemakmuran ???

 

1.     Marisa Haque…….…..?

2.    Uut_Permatasari……..?

3.   Tukul_Arwana………..?

4.   Sumanto………………?

5.   Komeng……………….?

6.   Tarsan……………………?

7.   Inul_Daratista……..…?

8.   Dorce_Gamalama..……….?

9.   Nicholas_Saputra………..?

10.  Deddy_Corbuzier……….?

11.   Titi_Kamal……………….?

12.   Luna_Maya………………?

13.   Dian_Sastro…………….?

14.   Aming……………………?

15.   Ihsan……………………?

16.   Mi’ing _bagito………….?

17   .Dede_Yusup…………..?

Barangkali ada yang mau nambah kandidat caldik (calon diktator) ini ???

 

////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Tulisan ini terinspirasi saat ingat ceramahnya Permadi, SH si-Penyambung Lidah Bung Karno yang kemudian dikasuskan karena menyinggung nama Nabi.sebagai diktator.

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

 

Teringat juga cerita orang-orang tua, ada kejadian seorang ibu-ibu pedagang pasar Beringharjo Jogjakarta yang mendadak pingsan. Kisahnya, ibu-ibu itu menyuruh / minta tolong sama seseorang yang kebetulan ada di dekatnya, mengangkat barang-barang ibu-ibu itu untuk dinaikkan andong (dokar / kereta kuda), namun saking kagetnya kemudian ibu-ibu pedagang pasar itu pingsan, karena setelah selesai mengangkat barang-barangnya orang itu tidak mau diberi upah, dan setelah melihat dengan seksama, ternyata orang yang disuruh menaikkan barang-barangnya itu adalah Ngarso Dalem Sinuwun Hamengkubuwono ke-9. Raja dan gubernurnya sendiri.

Teringat cerita ini hanya intermezo, sama sekali tidak menyinggung raja sebagai diktator.

///////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

 

25 Agustus 2008 - Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , ,

7 Komentar »

  1. 😉

    Komentar oleh HeLL-dA | 25 Agustus 2008 | Balas

  2. Mungkin saya yg akan meneruskannya, Pak..
    Hehehee…

    Komentar oleh HeLL-dA | 25 Agustus 2008 | Balas

  3. 🙂

    Komentar oleh ariefmas | 25 Agustus 2008 | Balas

  4. Hell-da siap saingan sama Tukul Arwana ?? Atau Luna Maya ?? heheheheeee…

    Komentar oleh ariefmas | 25 Agustus 2008 | Balas

  5. hehehe…berat juga…diktator!!, bisa-bisa kita ikut ditembaki satu-satu…

    Komentar oleh Singal | 25 Agustus 2008 | Balas

  6. wah, itu berarti bukan diktator yang baik, Pak… Diktator yang baik mesti melindungi rakyatnya, bukan menembaki.. hehe.

    Komentar oleh ariefmas | 25 Agustus 2008 | Balas

  7. # MUHAMMAD SAID. S.Ag
    # CALEG DPR RI PARTAI MATAHARI BANGSA (PMB) DAPIL GRESIK – LAMONGAN
    # Sebelum semua terjadi, mari kita sama2 introspeksi akan kekurangan dan keterbatasan kita masing2. Jangan pernah merasa paling pinter apalagi merasa paling benar sendiri. Segala sesuatu butuh penyelesaian yang arif dan memberikan solusi jitu dan “kepuasan” bagi semua. kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT dan benar2 bekerja
    menjalankan amanat RAKYAT, bukan untuk kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ???? zaman telah berubah. tantangan dan Issue global harus dapat kita jawab secara ilmiah. Mari kita bangkit !!!!!
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin
    yang “pinter” tapi minteri. Percayalah !!! masih ada jalan, jangan pernah menyerah sebelum bertarung dan jangan pernah skeptis banget dengan orang yang masih mau peduli dan punya niatan baik untuk berjuang ditengah2 morat-maritnya mental dan moralitas. Kalau semua ogah dan tidak peduli….justru ini akan menjadi kesempatan empuk bagi mereka yang memanfaatkan kesempatan.

    Komentar oleh MUHAMMAD SAID, CALEG DPR RI GRESIK PARTAI (PMB) | 1 Desember 2008 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: