Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Orang Jawa Malas Seperti Menthog

“Menthog menthog tak kandhani
Mung rupamu angisin-isini
Mbok yo ojo ngetok
Ono kandang wae
Penak-penak ngorok
Ora nyambut gawe”

Sebuah lagu dolanan bocah yang tidak asing lagi bagi orang jawa (selain jawa barat, dki jakarta, banten, dan mungkin jawa timur yang termasuk “luar jawa”) . Arti bahasa Indonesia nya demikian :

“Menthog menthog tak kasih tahu ya
Wajahmu cuma memalukan
Jangan memperlihatkan diri
Di dalam kandang saja
Enak-enak tidur nyenyak
Tidak bekerja”

Ungkapan sindiran lewat lagu dengan cara yang sangat halus, sangat-sangat halus dan bijaksana, menjaga perasaan dan tidak menyakitkan hati tetapi harus tanggap dan dipahami, ditujukan untuk orang yang malas bekerja dan kerjanya cuma tidur. Obyek tujuan ini jelas terlihat dari kalimat “ora nyambut gawe” (tidak bekerja-ind), bukan “rasah nyambut gawe” (tidak usah/jangan bekerja-ind) ?!.
Umpatan menyebut jenis hewan pun juga dengan cara halus, yaitu : menthog menthog !!!!

Apalagi kalau syair lagu itu kita balik, akan terasa sekali citarasa sindirannya, demikian:

Ora nyambut gawe
Penak-penak ngorok
Ono kandang wae (gaweane)
Mbok yo ojo ngetok
Rupamu mung ngisin-isini
Tak kandhani (yo) !! (dasar ) menthog menthog !!!

Bahasa Indonesianya :

Tidak bekerja
Enak-enak tidur nyenyak
di dalam kandang saja (kerjaannya)
Jangan memperlihatkan diri
Wajahmu cuma memalukan
Tak kasih tahu ya !! : (dasar) menthog menthog !!!

Jadi, berdasar lagu yang dibuat orang-orang tua Jawa jaman dulu, orang Jawa malas seperti menthog, artinya : (kalau ada) orang Jawa (yang) malas (bekerja, berarti) seperti menthog. Kira-kira demikian… Hehehe..

Iklan

18 Oktober 2009 - Posted by | Catatan Saya | , , , , ,

2 Komentar »

  1. heheheh… itulah ungkapan pujangga masa lalu yang tanggap terhadap sosio di sekitarnya dan mengungkapkan lewat tembang dolanan…

    sebenarnya kalo tembang itu masih lestari berdendang bisa menjadi doktrin semangat untuk tetap bekerja atau berkarya

    Arief: tapi bisa tambah nyenyak tidurnya.. Hehehe, jadi lullaby !

    Komentar oleh Indra | 1 November 2009 | Balas

  2. Kalau saya berusaha mmpelajari dan mengupas dr ulasan2 sejarah; ada prkmbangn karkter yg dapat disoroti sbelum penjajahan, saat penjajahan n prkembangnny; lalu pasca penjajahan oleh bangsa asing (VOC-Belanda). Itu dapat dikaji lewat buku2 induk referensi sejarah dg sikap2 yg diambil oleh para penguasa Jawa, ataupun pilihan2 profesi dsb yg disukai org Jawa.
    Salah satu buku brharga yg saya beli adl trjemahan “History of Java” tulisan Raffles (Sir Thomas Stamfoerd raffles, Gubernur Jendral Inggris di Jawa th. 1815-an). Di situ ia juga mengulas ttg sifat2 org Jawa menurutnya.
    Org Jawa sejak dulu tinggal di pulau yg subur.
    A.l. di situ disebut bhw (th. 1815-an itu) industri manufaktur (yg skala kecil pun) tidak banyak berkembang di Jawa, dg tingkat ‘kecanggihan’ yg terkebelakang bila dibandingkan dg bagian2 dunia lain yg juga mnjadi koloni Inggris. Ini krn org Jawa lebih nyaman mnjadi petani, krn alam n tanahnya yg sangat subur tsb.
    Sdgkan ttg tembang dolanan ini, saya meragukan kalo ini berasal dari abad 19, 18 M atau sebelumnya. Brdasarkn kosa kata Jawa modern yg ada pd sayair tembang ini, saya prkirakn ini dibuat org pada abad 20 M! Mungkin dibuat oleh para pendidik jaman kini, bahkan pasca Ki Hajar Dewantara, ada nilai edukatifnya yaitu menyindir kemalasan; namun mmg lebih utk hiburan, seangkatan dg tembang “Buta-buta Galak” atau “Gundhul-gundhiul Pacul” kiranya. Saya hanya mengira-ngira. … 🙂

    Arief: trimakasih ulasannya, Kang. Menambah komplet artikel ini. Tentang karakter rakyat ex terjajah, saya sudah baca di sumber terpercaya

    Bermula dari lagu hiburan, kita apresiasi jadi lagu pendidikan, biar tidak lagi sekedar hiburan. Mudah2an.

    Komentar oleh Kang Nur | 1 November 2009 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: