Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Apa Enaknya Jadi Pegawai Negeri

Saat ini lowongan-lowongan CPNS bertebaran. Orang-orang berbondong-bondong memasukkan lamaran. Rela berterik-terik demi mendapatkan kesempatan menjadi pegawai negeri. Kantor depnaker penuh sesak dengan antrian mencari kartu kuning. Polsek yang biasanya sepi juga relatif terlihat ramai orang-orang mencari SKCK. Segenap bidang yang berkaitan dengan persyaratan penerimaan CPNS mendadak sontak sibuk tidak seperti biasanya.
Sementara bagi yang sudah wiyatabakti bisa cukup berlega diri. Kans yang diberikan untuk menjadi pegawai negeri menjadi mayoritas penerimaan. Sertifikasi dan tetek bengek persyaratan pengangkatan CPNS sudah dilengkapi jauh-jauh hari. Apalagi bagi yang sudah lama namanya masuk di database kabupaten. Tinggal menunggu antri.
Kira-kira demikian penulis menyoroti gaduhnya sekitar perjalanan menuju gerbang dunia pegawai negeri.

Namun kenapa menjadi pegawai negeri seperti medan magnet yang menyedot demikian banyak minat anak negeri? Bahkan kalau ada kesempatan “jalan gelap” yang membutuhkan uang bahkan sampai puluhan juta demi untuk penempatan, tetep ada juga yang rela berkorban.
Ternyata memang banyak hal yang membikin demikian, makanya tidak mengherankan kalau termasuk jalan mencari nafkah yang satu ini seolah seperti satu-satunya jalan emas ukuran kesuksesan.

Coba kita ulas satu persatu apa sih enaknya jadi pegawai negeri….

1. Menjadi pegawai negeri merupakan status yang membanggakan. Kebanggaan itu bahkan mungkin tidak dimiliki oleh yang bersangkutan sendiri, tetapi kadang dimiliki orang tuanya dan juga lingkungannya. Dalam pergaulan orang-orang tua bangga menceritakan si anak yang menjadi pegawai negeri, sudah diangkat CPNS, atau mengisahkan jerih payahnya berprihatin sehingga si anak sukses. Dalam menuliskan nama pekerjaanpun akan lebih mempunyai nilai jika diisi pekerjaannya pegawai negeri daripada hanya ditulis wiraswasta. Ada lagi, relatif rata-rata orang tua yang memilihkan jodoh untuk anaknya lebih menyetujui mendapat calon menantu yang pegawai negeri.

2. Tidak khawatir terkena PHK. Hal ini sudah menjadi komitmen pemerintah atau mungkin sudah tertuang dalam peraturan perundangan bahwa ada jaminan tidak akan ada PHK di kalangan pegawai yang bekerja di pemerintahan. Lain halnya kalau bekerja di perusahaan swasta, sering kita dengar banyaknya PHK karena memang kondisi perusahaan yang memaksa.

3. Tidak mungkin mengalami bangkrut atau terlanda kepailitan. Menjadi pegawai negeri tidak memerlukan modal yang kemudian harus memperhitungkan untung rugi dan perhitungan BEP untuk pengembalian modal. Aman dan tertib, tinggal menunggu tanggal saatnya menerima gaji.

4. Gaji tetap yang tinggi menjadi salah satu fasilitas enaknya menjadi pegawai negeri. Terbilang tinggi karena apabila diukur dengan aktivitas kerja dan hasil yang didapat sudah termasuk sesuai. Apalagi untuk pegawai negeri dalam lingkup pendidikan, alokasi 20% APBN nantinya bisa dibayangkan berapa gaji yang akan diterima guru. Namun hal ini kemudian menjadi relatif kalau sudah dihadapkan pada kebutuhan hidup dan rasa cukup. Kalau kebutuhan melebihi penghasilan dan tidak ada rasa cukup, siapa saja tentu merasa kurang dengan penghasilan yang berapapun.

5. Masa depan merupakan hal yang misteri dalam kehidupan. Nah, menjadi pegawai negeri hal itu tidak lagi menjadi masalah, karena gaji pensiun di saat purna tugas menjadi hal yang termasuk paling menarik meninggikan minat menjadi pegawai negeri. Ditinggal berleha-leha pun setelah memasuki hari tua dengan tenaga yang sudah terbatas tidak perlu lagi repot-repot mencari penghasilan. Bahkan uang pensiun ini akan terus diterima oleh janda dari pegawai negeri yang sudah meninggal dunia.

6. Banyak waktu luang yang dimiliki pegawai negeri bisa digunakan untuk mencari tambahan penghasilan. Kalau tidak beraktivitas lain ya bisa digunakan untuk istirahat. Bagi instansi yang 5 hari kerja, untuk sabtu dan minggu merupakan hari libur yang panjang. Sedangkan untuk yang 6 hari kerja setelah jam 2 siang masih tersisa banyak waktu luang untuk berapa saja. Tentunya waktu luang ini tidak berlaku untuk pegawai negeri yang menjadi dosen.

7. Bagi yang membutuhkan modal usaha atau sekedar untuk membeli mobil dan keperluan-keperluan tersier lainnya padahal gaji belum mencukupi, maka SK Pegawai Negeri atau jaminan gaji bisa digunakan untuk mendapatkan hutang. Katakanlah lebih mudah mencari kredit dana segar. Dibayar dengan potong gaji atau potong uang pensiun bagi yang sudah pensiun termasuk fasilitas yang juga menggiurkan bagi yang hobi. Koperasi di masing-masing instansi atau beberapa bank memberi kemudahan untuk urusan yang satu ini. Tapi hati-hati, ternyata cukup banyak juga pegawai negeri yang tiap tanggal gaji tidak menerima uang, bahkan membayar kekurangan.

8. Banyak mendapatkan tunjangan selain gaji pokok, ada tunjangan suami/isteri, tunjangan anak, tunjangan fungsional.

9. Ada fasilitas khusus bagi yang berprestasi dalam ketrkaitannya dengan promosi kenaikan pangkat dan gaji.

10. Gaji ke-13.

11. Apalagi ya????

Mungkin masih banyak dan banyak lagi enak dan untungnya menjadi pegawai negeri. Tapi penulis sangat terbatas sekali pemahaman mengenai pegawai negeri, jadi sementara hanya itu yang penulis mengerti. Harap dimaklum apabila ada salah dan siap dikoreksi, karena penulis tidak termasuk anggota masyarakat yang punya NIP alias bukan pegawai negeri.

Iklan

31 Oktober 2009 - Posted by | Catatan Saya | , , ,

9 Komentar »

  1. hehehehe bener to mas Arif..lebih Enak Jadi PNS..kalah menang melu negoro,,,,,,,,,,,,,

    Arief: menang dan menang melu negoro. Tapi berguna pada negara kan tidak harus jadi pegawai negeri tah…!?

    Komentar oleh Indra | 3 November 2009 | Balas

  2. Mestinya sudah seabreg fasilitas, dan tidak direpotkan dengan rasa was2 PHK dan hidupnya telah dijamin negara, mestinya PNS-PNS mbok yo sadar ente semua dibayar negara. Bekerja yang baik, jangan korupsi, jangan main2 dg peraturan, bekerjalah untuk negara……. jangan urusin perut ndiri, dan ingat semua gaji dan fasilitas yang mbayar tuh rakyat… Dulu tuh pahlawan kita kagak dibayar tapi mereka benar2 bekerja dg integritas, dedikasi yang tinggi untuk negeri…

    Arief: setubuh……… Eh, SETUJU ! ! ! 🙂

    Komentar oleh Inyong | 26 November 2009 | Balas

  3. Wah….wah…wah…berebut makan duit masyarakat yak….hahaha

    btw. nice post boss….Salam kenal

    Arief: hehehe, gak ikutan berebut juga tah? Thx. Salam kenal juga gan !!

    Komentar oleh Om Digit | 26 November 2009 | Balas

  4. memang enak jadi pegawai negeri, bagi orang2 yang mengejar “zona nyaman” (comfort zone). berbagai fasilitas didapat, rasa was was tidak berpenghasilan berkurang. dan lain seabreg kenyamanan yg ditawarkan ketika menjadi pegawai negeri seperti yang telah di uraikan diatas.

    Namun sayang, berada di zona nyaman ini selalu membuat manusia terlena dan menjadi takut untuk meninggalkan zona tersebut. Al hasil, para aparat kita banyak yang terbuai oleh kenikmatan zona nyaman ini dan lupa akan tugas nya sebagai abdi negara…

    dan sepertinya hal itu memang dijaga kelestariannya di dalam tubuh instansi negara kita… sehingga pegawai2 negeri yang terpilih sekarang, kebanyakan mempunyai sifat untuk menetap di zona nyaman ini…begitu juga seterusnya.. sampai waktu yang belum ditentukan.

    Arief: seperti ‘padi’ dan ‘kapas’ ya (lambang sila Pancasila); kalo bahasa Jawa-nya ‘mangan enak’ dan ‘turu kepenak’ alias makan enak tidur nyenyak.
    Rata-rata tentu tidak ingin kehilangan nyamannya hidup seperti itu. Apalagi jelas dijamin negara bahkan sampai pensiun-pun tanpa resiko.

    Komentar oleh babay | 6 Desember 2009 | Balas

  5. numpang permisi,mau taruh link ini di fb ane bos.

    —————-
    Arief: silahkan, eyang…. Trima kasih 🙂

    Komentar oleh eyangx | 11 Januari 2010 | Balas

  6. yah, saya masi calon PNS…belum tau rasanya jd PNS, hehe
    mungkin insya Alloh baru tahun depan setelah lulus

    Komentar oleh drummerfan | 11 Februari 2010 | Balas

  7. Memang banyak tanggapan dimasyarakat PNS kesannya itu santai,tapi tidak semua seperti itu,terkadang pada waktu hari liburpun bekerja.
    masalahnya ada juga PNS yang malas-malasan tidak bertanggung jawab kepada pekerjaannya.Itu pun pasti akan di berisanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,.

    Intinya satu kembali kepada pribadi kita masing-masing, bukan karena PNSnya atau apapun itu.

    Thx,.

    salam kenal yah, banyak info bagus di blognya,.

    Komentar oleh awarthea | 12 Maret 2010 | Balas

  8. Salam kenal juga. Segera kunjungan balik.

    Kebetulan saya beberapa temen jadi PNS, kok jarang yang nyantai ya 🙂

    Komentar oleh M. 'Arief B. | 12 Maret 2010 | Balas

  9. gaji ke 13 maksudnya apa sich??

    Komentar oleh mangga | 4 Juli 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: