Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Menunggu Lanjutan Realiti Show Cicak vs Buaya

DSC0
DSC

Akhir-akhir ini stasiun televisi semakin kreatif dan inovatif menyuguhkan acara-acara yang cukup menghibur pemirsa. Terutama acara yang bersifat realiti show, sebut saja Termehek-mehek yang masih memikat hati, atau acara Realiti Religi yang cukup menyentuh perasaan, kemudian ada acara Bukan Sinetron, Kado Istimewa, Ayahku Memang Hebat, Jika Aku Menjadi, terus yang bau-bau sulap-nya Uya Memang Kuya… dan sederet acara realiti yang lain. Acara-acara yang membikin pemirsa terkadang memasukkannya dalam salah satu jadwal kegiatan rutinitas harian atau mingguannya. Menarik memang.

Ada juga acara yang cukup menduduki rating tinggi, yaitu acara-acara yang mengobral sisi hidup para selebriti. Iya, katakan saja acara gosip. Menandakan ternyata banyak juga pemirsa yang hobi menggosok-gosok biar sip, alias nge-gosip. Sempat membuat MUI berang dan memfatwakan haram. Tapi mana digubris, tetep jalan terus. Asyik memang bisa melihat obral-obralan meng-ekspose sisi pribadi para selebritis, baik itu artis, politisi, bahkan kehidupan pribadi da’i. Mau gimana lagi. Syukur-syukur bisa mencari sisi positifnya, siapa tau.

Akhir-akhir ini pemirsa juga disuguhi acara-acara yang sebenarnya juga realiti show, bahkan tidak ada rekayasa dari stasiun tivi. Tanpa ada judul “realiti” pun tayangan-tayangan ini merupakan kenyataan dan bukan fiksi. Ada realiti tragedi, realiti penghilangan nyawa, juga realiti hukum dan politik dalam negeri. Bahkan ditayangkan dengan kebanggaan masing-masing stasiun tivi bisa menyiarkan secara ekslusif, langsung, dan yang pertama. Tentu saja, acara realiti penghilangan nyawa bisa kita lihat prosesnya dalam siaran langsung beberapa waktu yang lalu, penggerebekan teroris yang cukup dramatis. Kemudian realiti tragedi bisa kita tonton siaran langsung saat banyak orang ketakutan dan berlari-lari dalam siaran musibah gempa baik di Jawa Barat maupun Padang dan sekitarnya. Yang sekarang ini, realiti kehidupan hukum dan politik dalam negeri sejak penayangan kasus Antasari Azhar sampai siaran-siaran langsung sekitar peristiwa-peristiwa seputar cicak versus buaya..

Realiti show yang terakhir ini bikin dag dig dug pemirsa, bagaimana ending ceritanya. Cukup mendebarkan. Penayangan yang kemarin, ribut-ribut tentang pembebasan Bibit dan Candra. Pembentukan Tim Pencari Fakta. Makelar perkara. Mafia peradilan. Sidang Mahkamah Konstitusi yang memperdengarkan transkrip rekaman penyadapan telepon yang menghebohkan dari Anggodo Widjaja dan Ong Yuliana Gunawan. Tuduhan kriminilisasi KPK. Juga ditayangkan bagaimana ratusan ribu facebookers mendukung pembebasan Bibit Candra. Pro KPK dipropagandakan dimana-mana, sampai-sampai ada nada sambung, juga ringtone nada lagu KPK di dadaku. Rame pokoknya. Keren !!!

Tayangan langsung berikutnya bisa ditonton bagaimana Kapolri dan jajarannya berdialog dengan komisi III DPR RI dalam rangka klarifikasi semua tuduhan yang diarahkan pada lembaga kepolisian ini. Kurang ramai, tapi cukup keren juga tayangannya. Tidak ada adu mulut, apalagi adu jotos, dialog dilaksanakan dengan santun dan tentram. Bisa ditonton bagaimana Kapolri berhadapan dengan politisi-politisi, menjelaskan kronologi semua yang telah dilakukan Polri. Tayangan ini cukup mempengaruhi opini publik. Diantaranya banyak sms atau pesan facebook yang ditayangkan sebuah stasiun tivi mendukung kinerja Polri. Lain dengan sehari yang lalu sebelum ada dialog dengan DPR ini, kebanyakan mengkritisi bahkan ada yang seolah menghujat lembaga Polri.

Kemudian ada tayangan bagaimana Tim 8 sebagai Tim Pencari Fakta memanggil Komjen Susno yang sementara mengundurkan diri sebagai bareskrim Polri. Dituduhkan Komjen Susno Duadji ini menerima dana sampai milyaran. Tapi sayangnya tayangan yang langsung ini tidak jadi, karena dialog diadakan dengan status ter-tutup. Pemirsa agak kecewa.

Tayangan selanjutnya sepotong-potong, ada yang tayangan langsung dan ada yang recorded. Tayangan-tayangan yang sepotong-potong ini cenderung berupa counter balik dari pernyataan-pernyataan Kapolri di depan komisi III DPR RI. Ada salah satu stasiun Televisi yang secara eksklusif menayangkan bagaimana Ari Muladi membantah semua pernyataan Kapolri.

Bagaimana realiti show yang benar-benar realiti ini selanjutnya?
Pokoknya ikuti terus. Benar-benar keren… Cool…. Dan mantaaaaaap !!!

( tonton terus tayangan realiti hukum dan politik sambil menunggu dengan dag dig dug der bagaimana ending semua ini, happy ending atau sad ending. Tentu happy ending di satu pihak, berarti sad ending di pihak lain. Tapi harapan kita semua, mudah-mudahan akan berakhir happy ending untuk semuanya, yang berarti happy ending untuk kelanjutan reformasi hukum dan politik, terutama reformasi segala bidang di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta. Indonesia tanpa korupsi !!! ).

6 November 2009 - Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: