Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Hindari Stres dengan Akhlak Terpuji

DSC00000000

Kita hidup tidak lepas dari kebutuhan materi. Demi memenuhi kebutuhan materi kita melakukan aktivitas dan bekerja. Sampai-sampai banyak yang berpendapat kalau materi merupakan satu-satunya ukuran kebahagiaan. Sampai disini, masalah kebutuhan materi ternyata bisa menyebabkan stres. Terlebih apabila keinginan lebih tinggi daripada penghasilan. Atau tidak tercapainya keinginan setelah sedemikian rupa memperjuangkan tujuan. Termasuk juga keinginan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi….

Tunggu, jangan terburu memvonis pernyataan ! Setiap keinginan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi akan menimbulkan stres. Dalam proses jasmani, hal itu memproduksi hormon adrenalin. Otomatis akan tumbuh sifat mempertahankan diri, kemudian kita berjuang mendapatkan apa yang kita inginkan. Itu bagus. Jadi, stres yang ringan akan membawa dampak positif dalam kehidupan.

Lain lagi dengan stres yang negatif, stres yang berlebihan, kita akan dihantui lamunan yang berkepanjangan. Lamunan keinginan kebutuhan materi yang jauh melampaui penghasilan, atau kegagalan dalam memperjuangkan keinginan. Ini buruk. Akibatnya menjadikan kita orang yang sensitif, mungkin penyendiri, mudah marah, sulit bersosialisasi, atau juga mudah sirik melihat kesuksesan orang lain. Perasaan dan pikiran terus menerus dalam kondisi tertekan. Nah lho ! Terus menerus, apalagi berkepanjangan. Bahkan segelas air yang bobotnya ringan apabila kita pegang seharian, akan menjadi beban yang memberatkan.

Terus bagaimana kita agar tidak terjerumus dalam jurang ke-stres-an yang berlebihan? Akhlakul karimah lah yang akan menghindarkan kita dari stres buruk berlebihan.

Apa saja akhlakul karimah / akhlak terpuji / akhlak mahmudah / akhlak mulia yang menghindarkan kita dari stres yang jahat itu? Diantaranya adalah syukur, qona’ah, sabar, dan tawakkal.

SYUKUR berarti memuji. Semua yang Allah SWT berikan kepada kita adalah nikmat yang tidak terkira. Apapun ! Sungguh keterlaluan bila tidak mensyukurinya. Syukur ada dua, yang pertama mengucapkan “alhamdulillah”, segala puji syukur hanya kepada Allah Ta’ala. Yang kedua dengan tindakan mensyukuri nikmat; memanfaatkan sebaik-baiknya di jalan yang benar dan diridhoi Allah Ta’ala. Kekuatan jasmani dan kesehatan pikiran merupakan nikmat, maka pergunakan untuk ibadah. Bekerja, mencari nafkah, berpikir positif, menyayangi keluarga adalah termasuk ibadah. Semua tergantung niatnya. Yaa Allahu Yaa Rochman Yaa Rochiim !! Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya sebaik-baik hamba Allah adalah orang yang suka memanjatkan puji dan syukur kepada Allah” (Riyadhus Shalihin 27). Ibnu Abbas menceritakan: Rasulullah SAW bersabda: “orang pertama yang akan dipanggil masuk surga, adalah orang-orang yang senantiasa memuji Allah dalam keadaan lapang dan dalam keadaan sempit” (Tanbighul Ghafilin 197).

QONA’AH berarti menerima apa adanya. Segala yang terjadi, berapapun rezeki yang kita dapatkan, merupakan pemberian dari Allah Ta’ala. Kita sudah berjuang segenap daya, baik dalam mencari rezeki maupun demi mendapatkan sesuatu keinginan, maka apapun dan berapapun yang kita dapatkan harus kita terima dengan senang hati. Itu cukup. Rasa cukup lah yang membuat kita kaya. Tanpa rasa cukup, maka sampai dunia dan seisinya menjadi milik kita pun masih kurang dan akan selalu kurang. Keserakahan dan ketamakan lah yang membuat kita miskin. Menerima dengan ikhlas dan rela, untuk kemudian berjuang dan bekerja lagi. Menerima dengan tidak terpaksa, walau kadang kita harus melatihnya dengan memaksa. Tapi jangan salah memahami qonaah sebagai sikap nrimo atas pemberian yang tidak adil dalam hubungannya dengan sesama makhluk, yang identik dengan ketidakmampuan, ketertindasan, atau malah patah semangat. Konteksnya berbeda. Akhlakul karimah qona’ah ini ditujukan sebagai sikap kita di hadapan Yang Maha Kuasa. Allahu Akbar !! “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR Bukhari Muslim).

SABAR berarti menahan diri dari gundah dan emosi, menahan lisan dari keluh kesah dan menahan fisik dari perbuatan yang tidak terarah. Hidup kita ini sudah merupakan masalah, juga merupakan kumpulan masalah. Dalam hidup tidak lepas dari pahit getir susah senang bahagia nyaman khawatir gelap terang semua berkumpul jadi satu. Seperti halnya Allah Ta’ala menciptakan dunia ada dataran, jurang, gunung, lembah.. mengajarkan kita tidak ada sama rata sama rasa dalam kita menjalani kehidupan. Jadikanlah hidup ini anugerah. Untuk itu maka sabar harus kita sematkan menjadi akhlak dalam menjalani kehidupan. Tidak terburu-buru dan jangan terburu nafsu dalam bertindak segala sesuatu. Sing kepenak tapi ojo sak kepenak e. Yaa Allah Yaa Karim. “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS 3: 146)

TAWAKKAL berarti pasrah. Kepasrahan hanya ke hadirat Allah Ta’ala. Kepasrahan setelah kita berikhtiar berdaya upaya semaksimal kita bisa. Tawakkal akan mengantar kita pada ketenangan. Bagaimanapun hidup mati jodoh dan rejeki sudah ada di dalam ketentuan-Nya. Namun Allah Ta’ala memberi kita kemampuan untuk berikhtiar, harus kita pergunakan. Bahkan ikhtiar itu sendiri merupakan pemberian. Kita akan dimudahkan menuju pada apa yang telah Dia tentukan untuk kita. Maka dalam berdo’a, jangan lupa mintalah kita diberi ketentuan yang baik di dunia dan akhirat, nasib yang hasanah, ajal yang khusnul khotimah. Untuk itu harus kita tekankan sedalam-dalamnya pengertian dalam pribadi, bahwa kita adalah makhluk-Nya, kita adalah ciptaan-Nya, kita adalah hamba-Nya. Karena itu sepenuh bulat lahir batin jiwa raga kita di dalam kuasa-Nya. Yaa Allah Yaa Sami’u Yaa Qoriibu Yaa Mujiibu Yaa Syariu Yaa Muntaqimu Yaa Syadiidal Bathsyi Yaa Jabbaru Yaa Qoharu… “Jikalau engkau telah bulat tekad –untuk melakukan sesuatu- maka bertawakkallah kepada Allah” (QS 3: 159).

Itulah beberapa akhlakul karimah yang menghindarkan kita dari stress yang buruk, stres yang berlebihan. Akhlakul karimah tidak akan menjadikan kita orang yang sempit pandangan, terpuruk, hina, dan tidak berguna. Tetapi akhlakul karimah akan membangun kita menjadi manusia utama dan bertakwa. Amin.

Pesan: apabila akan memindahkan semua barang-barang dari dalam kamar, angkatlah satu persatu, jangan sekaligus bersamaan. Maka beban terasa lebih ringan.

:> tulisan ini lebih ditujukan untuk diri pribadi penulis. Tema dan beberapa pengertian diadaptasi dari berbagai sumber yang lupa nama-nama sumbernya (sak-kelingane). Jazakumullah untuk berbagai sumber.

Sholat !!!!!!!!!!!!

8 November 2009 - Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. […] adalah karunia pemberian Tuhanku. Ungkapan syukur atas kemurahan-Nya, kasih sayang dan rahmat-Nya. Syukur merupakan salah satu akhlak karimah / akhlak terpuji. Kemudian kalau ada yang menuliskan ILLAHI (dobel L) apa artinya […]

    Ping balik oleh ILAHI dan ILLAHI: Apa Artinya ??? « ARIEFMAS's WEBLOG | 5 Februari 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: