Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Apakah ini jalan terbaik ?

Demi keinginan, ambisi, perencanaan2 yg dibangun dan harus menjadi kenyataan, serta kekhawatiran2 kejadian masa depan yang sebenarnya menjadi rahasia Tuhan; maka semua kepentingan, maksud, dan segala kehendak lain harus minggir dan menyingkir.

Kehidupan, cita2, kreatifitas, inisiatif, pengembangan diri, pemikiran, arah tujuan; hanya boleh dipegang satu tangan. Tak ada lagi kata pertimbangan, tak diijinkan adanya penawaran, selain semuanya harus mutlak berupa pengendalian kemenangan.
Kebijaksanaan hanya satu jalur, yaitu harus tau diri dan dipaksa harus mengerti. Tidak boleh tidak. Titik.

Win win solution atau keseimbangan kepentingan hanya diakui selama masih dalam koridor ‘tidak mengganggu’. Dengan kata lain bahwa sudah menjadi resiko bagi yang memasuki keadaan demikian, semulia apapun tujuannya; jangan bawa cita2, jangan bawa kehendak, jangan bawa pemikiran; itu tiket memasuki ranah sebuah lingkup kewenangan.

Ketakutan menjadi keniscayaan, yang penting tetap hati-hati untuk tidak menimbulkan hal baru yang bisa dipakai membentuk keadaan memaksa. Prinsip kehidupan harus sekuat tenaga dipertahankan. Pengorbanan salah satu sisi kepentingan anggap saja dalam rangka merangkai karya seni kehidupan. Tetap tenang walau kadang intuisi menyerang. Karena hanya tinggal itu satu-satunya kepemilikan.

Keadaan terangkai menjadi satu konfigurasi menyudutkan. Apapun langkah yang terjadi, jikalau ada kesemrawutan, maka penguasaan opini publik menjadikan orang lain sasaran kesalahan. Tidak membuka adanya pembelaan.

Biarlah waktu terus berjalan. Toh, hidup ini hanya menanti untuk perjalanan yg abadi. Dengan bekal sejuta satu permakluman dan sejuta satu kehati-hatian demi untuk mempertahankan prinsip hidup dan kehidupan.

26 November 2009 - Posted by | Catatan Saya

1 Komentar »

  1. Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih telah berbagi, karena jujur saja saya merasa jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Kesuksesan memang harus dimulai dari dalam, serta dilakukan dengan penuh komitmen.

    Saya pikir kita memang perlu saling mengingatkan satu sama lain tentang teori dan proses pengembangan diri. Dan sebagai referensi silang, Anda juga pasti bisa menemukan cerminan lainnya dalam tulisan saya yang berjudul Racun Pengembangan Diri. Sekedar untuk semakin menambah wawasan saja, semoga bisa membantu.

    Salam kenal, sobat, senang bertemu dengan sahabat baru yang juga memiliki semangat untuk menginspirasi orang lain.

    Lex dePraxis
    Unlocked!

    Arief: Seneng juga ketemu dengan sahabat, nais tu mit yu.. 🙂
    Kata orang jawa: sedulur lawas sing baru ktemu, alias sebenarnya memang sejak dulu sudah tertulis untuk bertemu, dan skarang sudah tiba saatnya tulisan itu menjadi nyata..

    Oke sahabat baru, saya segera berkunjung, dengan senang hati..

    Komentar oleh Lex dePraxis | 4 Desember 2009 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: