Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Aksi 9 Desember adalah Aksi Koruptor, Kecewa, dan Sakit

Tiga Kelompok Bermain dalam Aksi 9 Desember

TEMPO Interaktif, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok menyatakan, aksi antikorupsi 9 Desember adalah gerakan idealis yang tercemar oleh kepentingan-kepentingan politik. Dia menyebut aksi itu adalah gabungan dari tiga kelompok dalam masyarakat.

Mereka adalah para koruptor, kelompok kecewa, serta idealis,” kata Mubarok saat dihubungi Tempo, Senin (7/12) malam. Gerakan moral seperti yang didengung-dengungkan kelompok idealis, lanjut dia, bakal kalah oleh kepentingan kotor dua kelompok lainnya.

Mubarok juga menilai dukungan kelompok-kelompok besar keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah juga tidak bakal mampu mengawal aksi hanya sekadar gerakan moral. Pasalnya, kata dia, orang-orang idealis di tubuh kelompok keagamaan juga sangat sedikit. “Sejarah selalu mengatakan kelompok idealis jumlahnya sedikit dan selalu gagal,” kata Mubarok.

Karena itu dia berpendapat, kelompok yang bakal diuntungkan dalam aksi 9 Desember adalah para koruptor dan kelompok kecewa. “Mereka adalah tokoh-tokoh sakit yang merasa penting,” ujar Mubarok.

Mubarok menjelaskan, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait motif politik aksi 9 Desember itu didasarkan atas laporan intelijen yang akurat. Mubarok yakin, aksi tidak sampai menggoyang atau mendongkel pemerintahan Yudhoyono.

Menurut Mubarok, yang diharapkan dari lontaran Yudhoyono itu adalah supaya volume massa aksi berkurang.

“Tidak bakal menggoyang pemerintahan, cuma diharapkan bisa mengurangi volume,” kata dia. Kurangnya volume itu bisa terjadi karena tokoh-tokoh sakit itu pada akhirnya mengetahui bahwa tindakan mereka diketahui pemerintah.

Mubarok enggan memastikan apakah pertemuan Dharmawangsa yang dijadikan sumber intelijen Yudhoyono. “Saya tidak punya akses ke situ,” tukas dia.

Bantahan sejumlah tokoh yang disebut-sebut hadir dalam pertemuan Dharmawangsa hanya ditanggapi dingin. “Mana ada pertemuan dilakukan terus-terang, semua sembunyi-sembunyi,” ketusnya.

Terkait kemungkinan yang dimaksud Yudhoyono adalah Amien Rais, Mubarok mengatakan keyakinannya bukan dia. “Saya kira bukan. Amien Rais begitu-begitu saja. Dia tidak punya agenda, cuma kalau ngomong memang spontan,” kata Mubarok.

Begitu pula ketika ditanyakan apakah ada keterlibatan Hatta Rajasa dalam aksi 9 Desember, Mubarok tegas membantahnya. “Tidak ada argumen buat dia,” ujarnya. Kata Mubarok, kemungkinan itu sangat kecil mengingat Hatta adalah justru orang yang menyokong pemerintahan Yudhoyono.

Di luar itu, Mubarok benar-benar tutup mulut tentang tokoh-tokoh yang dimaksud Yudhoyono. “Nanti saya dilaporkan atas tuduhan mencemarkan nama baik,” kata dia.

AMIRULLAH

sumber: TEMPOINTERAKTIF

8 Desember 2009 - Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. wah..wah..penuh intrik ne…

    —–
    Arief: mudah-mudahan intriknya cuma bo’ong2an

    Komentar oleh Berry Devanda | 8 Desember 2009 | Balas

  2. bukannya kelompok koruptor, kelompok kecewa, dan kelompok idealis itu kita sendiri? memang begitu kan?

    ——
    Arief: tidak menyangkal…

    Komentar oleh Bernardia Vitri | 27 Desember 2009 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: