Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Perjuangan Rakyat Papua

Tidak tau mau posting apa hari ini…
Atau mau nulis lagi tentang Bank Century ? Hufff…. Perasaan kok malah seperti lihat sinetron dari sebuah rumah produksi. Ya memang, seolah seperti satu rumah produksi, semua pemainnya berada dalam satu rumah produksi. Ada yang marah, ada yang kecewa, ada yang mau menggugat, ada yang mengelak, ada yang membantah… nggak ada habisnya. Paling-paling nanti hanya akan berhenti di win win solution… eh bukan win win solution, tapi win win win win win win win win solution.
Rakyat juga termasuk dalam win solution; stabilitas ekonomi dan politik. Minimalnya itu win solution untuk rakyat. Nggak tau dengan nasabah-nasabahnya Bank Century, akan termasuk win solution atau enggak…

Lebih lagi setelah bongkar-bongkar alias searching kemarin menemukan postingan jadul mengenai the Three Musketeer sama Mafia Berkeley… walaupun belum tentu benar, tapi jadi bikin “sementara menunggu lagi bagaimana perkembangannya...”

Terlepas dari yang sedang hangat-hangatnya itu semua, melihat peta Negara Republik Indonesia dari ujung timur sampai ujung barat, ada satu pulau besar berbentuk kepala burung: PAPUA.
Ada apa dengan Papua. Kenapa hati ini tergelitik untuk mengetik keyword mencari tahu kabar PAPUA. Hmmm…

Tidak banyak yang didapat dari hasil searching. Media-media juga tidak ada berita terbaru mengenai apa yang ingin di-tahu-i…
Serba sedikit, jadi ya copasnya sedikit saja…. dari satu sisi saja dulu, di postingan ke depan, man-copas sisi yang lain lagi.
Ini yang “dari satu sisi saja dulu“…..:

SekJend TRWP: OPM bukan Angkatan Bersenjata, Ia Sebuah Organisasi Politik
[ 09-11-2009 ] Posted by : Kelle
Marvic – [Setiap Kegiatan Gerilyawan di West Papua bukan Kegiatan OPM, tetapi Kegiatan Tentara Revolusi West Papua]- Disampaikan kepada seluruh masyarakat Papua di manapun Anda berada, bahwa kita sebagai sebuah bangsa yang bermartabat dan tahu diri tentang jaditiri kita dan jatidiri perjuangan serta organisasi perjuangan kita, kita tahu persis bahwa OPM (Organisasi Papua Merdeka) bukanlah sebuah organisasi militer atau angkatan bersenjata yang melakukan perlawan terhadap penjajah NKRI dengan cara mengangkat senjata. Sama sekali tidak.

Oleh karena itu, cap-cap, julukan dan stigmatisasi yang dilakukan oleh NKRI selama lebih dari 40 tahun terakhir, bahwa OPM adalah kelompok bersenjata dan berbagai kegiatan militer di Tanah Air adalah kegiatan OPM merupakan kegiatan pembangunan opini yang keliru, yang dengan sengaja dilakukan NKRI secara sistematis selama hampir setengah abad lamanya, dengan tujuan tunggal: MENCAP OPM sebagai Organisasi Bersenjata, dan akhirnya dunia mencap dan menutup pintu politik/diplomasi bagi OPM sehingga tidak dapat melakukan kampanye politik dan lobi-lobi politik dalam pentas politik dunia demi memperjuangan aspirasi Papua Merdeka.

Rakyat Papua memiliki sebuah Angkatan Bersenjata yang hingga 2006 bernama TPN, dan kini telah berganti nama menjadi TRWP – Tentara Revolusi West Papua. TRWP memiliki tugas tunggal, yaitu melakukan peperangan dengan cara mengangkat senjata dan mengganggu keberadaan NKRI di Tanah Papua secara militer, dengan aksi-aksi kekerasan. Tetapi aksi-aksi TRWP saat ini bukan tanpa terukur, bukan secara sembarangan dan bukan secara sporadis, seperti era-era lalu. Kini TRWP mempersiapkan diri untuk melakukan kampanye militer secara profesional dan bermartabat, secara terbuka dan didukung oleh kampanye dan diplomasi OPM di pentas politik dunia, bukan sporadis dengan aksi-aksi terorisme seperti diskenario-kan NKRI.

Organisasi Papua Merdeka, berarti sebuah organisasi, bukan sebuah angkatan. Prinsip inilah yang harus dikenal oleh orang Papua. Sebuah organisasi bukanlah sebuah angkatan bersenjata.

Selain itu, penggabungan nama TPN dengan OPM menjadi TPN/OPM adalah upaya sistematis kolonial NKRI dalam rangka mematikan ruang gerak dan kiprah baik sayap militer maupun sayap politik, tetapi terutama sayap politik perjuangan Papua Merdeka sehingga kedua organisasi tidak memiliki ruang gerak dan kapasitas untuk memperjuangkan Papua Merdeka. Untuk meloloskan diri dari jerat itu, Panglima Tertinggi TPN/OPM telah mengambil kebijakan dengan menyelenggarakan Kongres TPN/OPM I tahun 2006 dan dalam kongres itu telah diputuskan antara lain:………….selanjutnya baca di sini

Pemisahan Organisasi Sayap Militer dari Sayap Politik
TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT
ORGANISASI PAPUA MERDEKA (TPN/OPM)
KEPUTUSAN KONGRES TPN/OPM PB.
NOMOR: 4 TAHUN 2006

TENTANG
PEMISAHAN ORGANISASI PERJUANGAN SAYAP MILITER (TPN)
DARI ORGANISASI SAYAP POLITIK (OPM)
Atas nama segenap makhluk dan tanah serta bangsa Papua yang telah gugur di medan perjuangan
ataupun yang masih hidup dan yang akan lahir; atas berkat dan anugerah Sang Khalik langit dan
bumi, Kongres Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) tahun
2006,
Menimbang:
a. bahwa Tentara Pembebasan Nasional (TPN atau sering juga disebut TEPENAL) adalah sayap militer dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang telah mengemban amanat penderitaan rakyat Papua dengan mengangkat senjata melawan penjajahan Indonesia sejak deklarasi Organisasi Perjuangan Menuju Kemerdekaan Papua Barat di Kepala Burung pada 26 Juli 1965, akan tetapi kedua organisasi selama ini belum dipisahkan secara resmi dengan tugas dan wewenang yang tegas dan jelas;
b. bahwa tekad dan perjuangan bangsa Papua secara keseluruhan yang menginginkan kemerdekaan penuh di luar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu telah memasuki masa-masa yang sangat menentukan, khususnya ditandai dengan perkembangan kampanye politik Papua Merdeka di luar negeri yang menuntut penyatuan komando
revolusi;
c. bahwa sejalan dengan itu juga banyak pengalaman TPN/OPM mengalami kesulitankesulitan dalam bergerilya maupun berdiplomasi baik didalam maupun di luar negeri
Pemisahan Organisasi Sayap Militer dari Sayap Politik dikarenakan kegiatan yang tumpang-tindih dan tidak terfokus antara Sayap Militer dan Sayap Politik perjuangan Papua Merdeka;
d. bahwa oleh karena itu, demi konsentrasi dan kemajuan serta menampakkan kinerja kampanye sayap Militer dan sayap Politik dan untuk menghindari kerancuan kerja dalam perjuangan, maka perlu dilaksanakan pemisahan secara organisasi antara sayap Militer dan
sayap Polotik;
e. bahwa untuk itu telah diselenggarakan sebuah Kongres TPN/OPM di Markas Besar untuk melakukan pembenahan organisasi demi penyatuan komando, penambahan nama, penentuan langkah kedepan yang didahului dengan pemisahan organisasi antara sayap Militer dan
sayap Politik sebagai langkah dasar untuk legitimasi organisasi demi meneruskan dan mengakhiri perjuangan aspirasi Papua Merdeka;
f. bahwa untuk itu perlu ada keputusan resmi yang diambil dalam sebuah Sidang yang diselenggarakan secara demokratis dengan merumuskan ketetapan tersebut dalam suatu Surat Keputusan Sidang tentang Pemisahan diri Organisasi Perjuangan Sayap Militer dari
Organisasi Sayap Politik;
Mengingat:………….selanjutnya baca di sini.

DEKLARASI FRONT PERSATUAN PERJUANGAN RAKYAT PAPUA BARAT DAERAH MALANG

===================================================
Nomor: 01 / DEK/Front -PEPERA-PB /MLG/ XI / 2005
===================================================
Pada hari ini, tanggal 13 November 2005 pukul 02.30 wib kami organisasi gerakan pembebasan nasional Papua Barat yang ada dimalang ( AMP Komite Kota Malang, FNMP Malang, DAP Wilayah Malang) yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Papua Barat Daerah Malang melalui kongres Front PEPERA PB Daerah Malang menyatakan :

1. BERSATU, tanpa membedakan akar ideologi, akar historis dan politik faksionalisasi masing-masing organ guna menuju gerakan pembebasan pembebasan Nasional Papua Barat.

2. Mengakui front PEPERA PB sebagai front taktis dalamk kerja-kerja politik guna mempercepat pencapaian pembebasan Nasional Papua Barat.

Dan dengan sepenuh jiwa dalam satu tekat, berdasarkan hasil kongres Front PEPERA Papua Barat Daerah Malang hari, detikini, jam ini, hari ini kami mendesasak dengan SEGERA kepada pemerintahan Republik Indonesia supaya :

1.Segera! mencabut UU No.21/2001 sehungan dengan telah dikembalikannya UU OTSUS itu kepada pemerintah tanggal 12 Agustus 2001 di Jayapura, oleh segenap masyarakat Papua.

2.Dengan demikian, segera! Membatalkan MRP produk Jakarta dan mencabut PP 54 Tentang MRP.

3.Kemudian, segera! Membuka dan melakukan Dialog Nasional yang menyeluruh, utuh dan tuntas yang drafnya disepakati bersama oleh semua komponen perjuangan bangsa Papua Barat dan Pemerintah, dalam sorotan tema “ Pelurusan sejarah Papua Barat” dan menolak dialog informal yang telah, sedang dan akan dilakukan pemerintah.

4.Segera! Setelah mendengarkan hasil presentasi penelitian ilmiah tentang proses PEPERA Papua Barat 1969 oleh Dr. C. Lagerberg, maka secara jantan dan penuh keterbukaan hati pemerintah Indonesia berani menyatakan kebenaran manipulasi PEPERA dan memberikan REFERENDUM bagi Papua.

Jika dalam dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia tidak mengindahkan seruan politik ini maka, kami Front Perjuangan Persatuan Rakyat Papua Barat Daerah Malang menyeruhkan kepada seluruh masyarakat Papua Barat untuk :………selanjutnya baca di sini.

PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
By Komunitas Papua
Mar 8, 2006, 01:17

(Pemilik Tanah Areal Pertambangan PT. Freeport Indonesia)

Bangsa Papua dipaksakan masuk ke dalam NKRI di bawah bayang-bayang Amerika Serikat hanya karena kepentingan politik dan ekonomi semata. Pemerintah Indonesia mempunyai kepentingan ekonomi dan politik di Papua, sedangkan Amerika Serikat memainkan status Papua hanya demi kepentingan ekonomi semata. Buktinya adalah bahwa sejak tahun 1962 Amerika Serikat melakukan siasat yang jitu untuk mengelabui PBB dan Belanda untuk Papua masuk ke dalam NKRI. Salah satu siasat yang dimainkan dalam rangka mencaplok Papua ke dalam NKRI adalah proposal Bunker. Proposal tersebut dirancang oleh seorang Amerika Serikat politik kelas kakap. Hasil rancangannya berhasil mempengaruhi Belanda dan PBB. Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1962 telah mengadakan perjanjian New York. Dalam perjanjian tersebut telah menyatakan bahwa status Papua diserahkan ke dalam tangan UNTEA dan ditetapkan bahwa selama 6 tahun UNTEA menyiapkan bangsa Papua untuk menentukan nasib sendiri dengan cara “one man one vote” (satu orang satu suara).

Selama satu tahun UNTEA menjadi pemerintahan transisi, orang Papua melakukan berbagai kegiatan, misalnya aksi protes atas tidak menerima pemerintah Indonesia berkuasa di Papua, akan tetapi bagi mereka yang melakukan tindakan protes diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi, misalnya diintimidasi, terror, diperkosa, dan bahkan dibantai.

Selama satu tahun (antara 15 Agustus 1963-1 Mei 1963), Amerika serikat bermain sedemkian rupa dan berusaha mempengaruhi PBB (UNTEA), akhirnya pada tanggal 1 Mei 1963 Papua yang sedang disengketakan antara Belanda dan Indonesia diserahkan oleh UNTEA kepada negara Indonesia yang juga sebagai pihak sengketa itu. Inilah suatu kelalaian PBB melalui kaki tangannya UNTEA. Anehnya Papua yang sedang disengkatan antara Belanda dan Indonesia, Papua diserahkan kepada Indonesia untuk mempersiapkan bangsa Papua menentukan nasibnya sendiri. Inilah politik tingkat tinggi yang dimainkan oleh Amerika Serikat hanya demi memperkuat posisi Amerika Serikat dalam bidang ekonomi di Papua.Tanggal 1 Mei 1963 adalah awal yang baru bagi Indonesia dan Amerika Serikat untuk memainkan satutus Papua menjadi bagian dari NKRI. Banyak cara yang digunakan dalam rangka itu. Salah satu cara yang tidak luput dari ingatan orang Papua adalah sejak tahun 1967 sebelum Penentuan Pendapat Rakyat Papua yang dikenal dengan nama “PEPERA”; pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah menandatangi MoU tentang pengeksploitasian tambang Emas dan Tembaga di Timika.

Ini aneh, status Papua yang belum ditentukan melalui penentuan nasib orang Papua, pemerintah Indonesia berani melakukan perjanjian MoU antara Amerika dan Indonesia tantang rencana peng-Exploitasian tembaga dan emas. Dengan demikian sejak tahun 1967 PT Free Port sudah mulai dioperasikan oleh Amerika Serikat. Akhirnya melalui berbagai rekayasa, intimidasi, terror dan berbagai pelanggaran HAM yang serius, pemerintah Indonesia di bawah bayang-bayang Amerika Serikat memaksa 1025 orang untuk mewakili orang Papua lain memilih Papua adalah bagian wilayah NKRI.

Sejak tahun 1967 tujuh suku, khususnya suku Amungme dan Kamoro yang mendiami di sekitar pertambangan PT Freeport mengalami kerugian fatal,………selanjutnya baca di sini.

PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
By Esther Haluk
Mar 8, 2006, 01:12

Sahabat sekalian, ada hal-hal yang kini tengah mengusik nurani. Ada permasalahan yang benar-benar butuh perhatian kita, karena sangat urgent untuk dikaji. Mengapa tingkat kematian masyarakat, angka kematian ibu dan anak sangat tinggi, apakah kematian mereka akibat penyakit, kematian normal, kecelakaan murni atau merupakan starategi genocide terselubung ??

Pertanyaan-pertanyaan diatas terkadang sangat mengusik karena ada teman-teman yang menceritakan bahwa di kota Numbay (ibu kota Papua) tingkat kematian sangat tinggi baik akibat kecelakaan lalu lintas, sakit, pembunuhan dan sebagainya.

Bila tinginya tingkat kematian diakibatkan karena kecelakaan murni, maka bisa kita renungkan seberapa padat lalu lintas dikota-kota Papua dibanding beberapa kota besar di Jawa sehingga kecelakaan lalu lintas bisa menjadi penyebab utama tingginya tingkat kematian ? Selain itu jika memang itu akibat kriminalitas murni, maka apakah motifnya ? mengapa korban-korban kriminalitas tersebut tidak diusut sampai tuntas ? Mengapa fenomena tingginya tingkat kematian sama sekali tidak mengusik masyarakat bahkan dianggap lumrah(pemakluman-pemakluman? sedangkan tingkat pertumbuhan atau pertambahan jumlah penduduk tidak terlalu pesat karena jumalah penduduk dari BPS (Pusat Statistik 1991-kini) tidak terjadi pertambahan penduduk yang signifikan apalagi dengan tingginya tingkat kematian ibu dan bayi ditiap kabupaten di Papua.

Dengan tingginya tingkat rata-rata kematian orang Papua setiap bulan bisa dibayangkan bahwa sebenarnya jumlah penduduk tanpa disadari semakin berkurang. Hal tersebutlah yang menyebabkan tingkat pertambahan penduduk tidak pernah lebih dari 1%.

Dengan membeberkan fakta ini, ………selanjutnya baca di sini.

dan masih banyak lagi…… di google.

Iklan

15 Desember 2009 - Posted by | Unduh dari media online | , , , ,

2 Komentar »

  1. ▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■
    ★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★

    Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?
    http://pengakuan.notlong.com/

    Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di antara mereka bisa membe­rikan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam Alkitab bahwa Yesus beragama Kristen?
    http://pengakuan.notlong.com/

    ★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★
    ■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓

    ————–
    Arief: kok bisa bikin blok2 hitam dan bintang-bintang gimana ya caranya??

    Komentar oleh mrbusok | 15 Desember 2009 | Balas

  2. what to do…??? g ngerti relevansinya bung..
    salam kenal…(alfarolamablawa.wordpress.com)

    ——-
    arief: salam kenal juga..

    Relevansi yg mana? Antara judul dg isi? Atau yg mana?

    Trims udah mampir.

    Komentar oleh Alfaro Lamablawa | 15 Desember 2009 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: