Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Memasang Gambar Telanjang, Foto Bugil, Video Hubungan Intim, Tulisan Nge-Sex, Anak-anak Seksi, Bersifat Porno: Dihukum Minimal 3 Tahun Maksimal 15 Tahun (UU Tipiti)

Akhir-akhir ini UU ITE menjadi kontroversi, terutama setelah muncul kasus Prita sampai kasus Luna Maya menggunakan UU ITE untuk menjerat pelakunya. Walaupun termasuk delik aduan, namun cukup menggelisahkan warga dunia maya. Dalam delik aduan, polisi tidak bisa serta merta menangkap pelaku tanpa ada aduan dari saksi korban.

Mengikuti pemberitaan mengenai UU ITE, ada yang mendukung direvisi tapi ada juga yang mempertahankan, selanjutnya jadi malah tertarik dengan pemberitaan mengenai RUU Tipiti (Tindak Pidana Teknologi Informasi). Dimana RUU TIPITI kini sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2010-2014, prioritas tahun 2010. Sementara revisi UU ITE tidak masuk dalam Prolegnas 2010-2014 (detikcom).
RUU Tipiti yang draftnya telah tersebar di internet, dianggap mengkriminalisasi kebebasan berpendapat secara berlebihan, lebih parah dari UU ITE (okezone).

Setelah membaca draft RUU Tipiti; wah wah wah… jika menjadi pelengkap UU ITE, sungguh sempurna. Terutama di pasal 16 dan pasal 17 mengenai perbuatan asusila dan pornografi anak-anak. Melihat keriuhan dunia maya, tentu banyak yang mudah terjerat dengan pasal ini. Bukan pasal delik aduan memang, dimungkinkan polisi lumayan disibukkan melaksanakan pasal 16 dan 17 tersebut.

Padahal, Indonesia adalah pengakses situs porno terbesar, prihatin bila selama ini internet hanya dipergunakan untuk mengakses sesuatu yang tidak bermanfaat, kata Tifatul Sembiring. Tifatul menghimbau masyarakat untuk menggunakan produk teknologi dan informasi termasuk internet untuk keperluan yang lebih produktif (tempointeraktif).

Pernyataan Menkominfo tersebut diatas berarti menekankan dan menjelaskan bahwa akses-akses atau apapun yang bersifat porno termasuk kegiatan yang tidak bermanfaat dan tidak produktif, demikian penulis menafsirkannya.
Karena itu memang layak atau bahkan mendesak segera mengundangkan UU Tipiti untuk memberantas per-porno-an.

(UU ITE maupun RUU Tipiti memang tidak bertentangan dengan UUD 1945, malah sepertinya termasuk UU organik ya…..).

Siap-siap saja mengucapkan selamat tinggal untuk gambar telanjang, foto bugil, video hubungan intim, tulisan nge-sex, anak-anak seksi, gambar kemaluan, adegan intim, kamasutra, ekspresi-ekspresi saat orgasme, humor porno, cerita perkosaan, g-spot, gambar payudara, artis bugil, aktor telanjang, film porno dewasa, sex adult, cerita sex dewasa, artikel-artikel di atas 17 tahun, nudis, dan lain-lain yang bersifat porno (atau dianggap bersifat porno). Gud bae !!!

Pasal 16
Perbuatan Asusila
Barangsiapa (Setiap orang yang – koreksi) dengan sengaja dan secara melawan hukum memanfaatkan teknologi informasi untuk menyebarkan gambar, tulisan atau secara bersamaan dari keduanya yang mengandung sifat – sifat pornografi, melakukan tindakan sebagaimana dimaksud pasal 281, 282 dan pasal 283 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sehingga memenuhi ketentuan Pasal 281, 282, 283 KUHP, dipidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 7 (tujuh) tahun.

Pasal 17
Pornografi Anak – anak
Barangsiapa (Setiap orang yang – koreksi) dengan sengaja dan secara melawan hukum memanfaatkan Teknologi Informasi untuk menyimpan, memproduksi, menyebarkan, atau menawarkan bahan – bahan atau informasi yang bersifat pornografi dengan menggunakan anak – anak sebagai model dan atau sasarannya, dipidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun.

g. Barangsiapa memanfaatkan Teknologi Informasi untuk menyebarkan gambar, tulisan atau kombinasi dari keduanya yang mengandung sifat – sifat pornografi.

Lho, tapi di pasal 16 dan 17 itu ada kata “secara melawan hukum”, berarti kalau menggunakan internet bukan curian, bukan perampokan, bukan hasil penipuan itu tidak apa-apa untuk menyebarkan gambar, tulisan atau secara bersamaan dari keduanya yang mengandung sifat – sifat pornografi,
dalam arti menyebarkan lewat komputer milik sendiri, pulsa sendiri, di warnet, atau pinjem laptop kan tidak termasuk “secara melawan hukum” ya….

Berarti tidak jadi gud bae untuk gambar telanjang, foto bugil, video hubungan intim, tulisan nge-sex, anak-anak seksi, gambar kemaluan, adegan intim, kamasutra, ekspresi-ekspresi saat orgasme, aneka gaya ML, variasi hubungan badan, humor porno, cerita perkosaan, g-spot, gambar payudara, artis bugil, aktor telanjang, film porno dewasa, sex adult, cerita sex dewasa, artikel-artikel di atas 17 tahun, nudis, dan lain-lain yang bersifat porno (atau dianggap bersifat porno). Dengan syarat selama menyebarkan semua itu harus memakai sarana yang tidak melawan hukum.

Terus bagaimana apabila kata “secara melawan hukum” dalam pasal 16 dan 17 RUU Tipiti diganti dengan kata “tanpa ijin yang berwenang” ???? Berarti kalau kita mau menyebarkan video porno / foto bugil, harus ijin ke polisi dulu biar tidak dihukum !!! Hehehehe…..

26 Desember 2009 - Posted by | yang penting FUN | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. hati – hati boss. tapi jangan hanya di anggap kertas sampah aja

    Komentar oleh pixelman | 16 Februari 2010 | Balas

  2. yah palingan uu ite hanya dianggap kertas. kan begitu uu yang ada di indonesia

    Komentar oleh peluang usaha ahasu gnaulep | 18 Februari 2010 | Balas

  3. iya.. bokep lokal juga masih banyak beredar kan 😀

    Komentar oleh suka | 2 April 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: