Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Membongkar Gurita Cikeas: Penghargaan untuk Dunia Maya ?

Menyimak beberapa pemberitaan akhir-akhir ini mengenai heboh buku Membongkar Gurita Cikeas, beberapa pendapat cukup menarik perhatian, diantaranya:

– sumber data buku itu tidak primer, tetapi sekunder, bahkan tersier.
– buku itu seperti infotainment
– hanya sensasi
– hanya bersumber dari internet
– dll dll (sumber link-nya menyusul)

“Hanya bersumber dari internet” ???
Apakah internet begitu tidak ada harganya secara ilmiah akademik, sehingga patut dianggap “hanya”.

Untuk itu disimak bagaimana komentar George Aditjondro mengenai “sumber dari internet” :

Ia menjelaskan dalam menghasilkan buku tersebut dirinya telah menggunakan metode penilitian yang benar. Yakni studi kepustakaan, terutama yang berhubungan dengan korupsi kepresidenan, studi dari internet, dan wawancara.

George juga menambahkan, hampir semua lembaga yang disorot memiliki situs di internet dan sebagian data juga diunduh dari situs tersebut. “Kalau kemudian disebut sebagai sampah, yang perlu mereka lakukan adalah membersihkan situs-situs tersebut yang menjadi sumber sampah,” katanya. (suaramerdeka)

Apakah sumber dari dunia maya / internet hanya bernilai sebagai sampah ?
Dan George Aditjondro yang dosen di Australia sana langsung tidak langsung memberi penghargaan terhadap dunia internet dengan mengambil beberapa sumber dari dunia maya.

Ilmiah akademis atau sampah kah dunia maya?
Atau barangkali sumber-sumber dari internet hanya akan berhenti di tingkat hipotesa kalau buku Membongkar Gurita Cikeas bisa dianggap masih tahap hipotesa yang selanjutnya melangkah ke riset yang nyata ?

(Kalau internet dianggap ‘hanya sampah’, kenapa ada UU ITE dan RUU TIPITI ya !?)

1 Januari 2010 - Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , , ,

5 Komentar »

  1. Just share, 🙂
    Free download buku yang sangat kontroversial :
    http://www.ziddu.com/download/7970921/buku-membongkar-gurita-cikeas-full-version.pdf.html

    Komentar oleh Yanto | 2 Januari 2010 | Balas

  2. Berhasil cara pemasaran buku itu gara2, dibikin heboh.
    Salam
    ALRIS

    Komentar oleh alrisblog | 2 Januari 2010 | Balas

  3. bukan tidak valid sumber dari internet, melainkan beralamat mana sumber tersebut di dapatkan ? bila dari kampus terkenal UGM/ ITB/Binus, atau blog dari dosen yang mengajar, bisa dijadikan referensi …

    Komentar oleh benih | 19 April 2010 | Balas

    • jika pernyataan anda menjadi polling, saya akan memilih “sangat setuju”..

      terima kasih

      Komentar oleh 'Arief | 19 April 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: