Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Data Terbaru Penerima Aliran Dana Century [Versi PPATK; Nama Mirip Politisi]

Nama Pejabat Penerima Aliran Dana Century Versi PPATK

Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyerahkan sejumlah nama yang diduga menerima aliran dana Bank Century, kepada Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century.


Sejumlah nama penerima dana Bank Century sama dengan nama pejabat dan politikus. Diantaranya, Megawati, Sri Mulyani dan Hadi Utomo. Namun, dari sejumlah nama yang sama, tiga diantaranya dicek, namun alamat dan identitas mereka tidak mengarah kepada tiga nama politikus dan pejabat tersebut.

Nama yang sama dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sesuai data PPATK beralamat di Jl Stania, No 145, Kelurahan Taman Bunga, RT 005/RW 002, kecamatan Gerunggang, Bukit Baru, Pangkal Pinang.

Sri Mulyani ini lahir di Malang, 10 Desember 1946. Data tersebut tentu saja berbeda dengan data Menkeu, yang lahir di Bandar Lampung, Lampung pada 26 Agustus 1962.

Sementara, nama Hadi Utomo penerima dana Century lahir 16 Januari 1945, dengan alamat tinggal di Jalan Terendam No 27, Sei Rengas, Medan.

Nama itu memang mirip dengan nama Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo. Akan tetapi identitasnya berbeda dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Hadi Utomo dengan identitas kelahiran Semarang, 15 Agustus 1945, dan alamat tinggal di Jakarta.

Ditemukan juga nama Megawati yang beralamat di Jl Teluk Gong, No 21 Kelurahan Pejagalan, kecamatan Penjaringan, Jakarta.

Mega yang ini lahir di Bagan Siapi-api, Medan pada 15 agustus 1968. Dengan demikian jelas berbeda dengan nama tokoh Megawati Soekarnoputri. Tokoh yang ini bertempat tinggal di Jl Teuku Umar, Jakarta dan dilahirkan di Yogyakarta, 23 Januari 1947.

PPATK juga telah melakukan klarifikasi untuk mencocokkan data temuannya dengan identitas sejumlah politisi yang memiliki nama sama. PPATK melakukan klarifikasi ke bank terkait aliran dana Bank Century ke sejumlah rekening atas nama sejumlah orang yang mirip tokoh partai.

PPATK bahkan berusaha mencocokkan nama itu dengan data-data lain seperti tanggal lahir dan nomor kartu tanda penduduk. PPATK juga telah meminta klarifikasi tokoh yang memiliki nama mirip dengan penerima aliran dana itu.

“Setelah kami klarifikasi ternyata bukan tokoh partai yang kami maksud,” ujar Ketua PPATK, Yunus Husein.

Namun, Yunus mengaku masih terus menelusuri dan melakukan cross chek data.

Jadi, apakah data tersebut hanya kesamaan mirip semata, ataukah ada indikasi lainnya, karena membuat KTP kini sangatlah mudah?. Semoga PPATK mau, sanggup, berani dan mampu mengungkapnya.

(sumber: erabaru)

——————————

berita lainnya:

Penerima Dana Century Dibeber Akhir Januari

Politisi PDIP menyayangkan bocornya nama-nama penerima dana Bank Century itu sebelum waktu

Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century akan membuka dan membahas laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keungan (PPATK) terkait nama-nama penerima aliran dana Century pada akhir Januari ini. Kemarin, PPATK telah menyerahkan sejumlah nama ke Pansus yang disinyalir menerima aliran dana Century.

“Laporan PPATK itu akan dibuka Pansus pada tahap akhir penyelidikan, yaitu bagian pemeriksaan aliran dana,” ujar anggota pansus dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ganjar Pranowo. “Kalau proses pemeriksaan tahap-tahap sebelumnya bisa lebih cepat, maka akhir Januari ini atau setidaknya awal Februari, hal itu akan dibahas.”

Dalam laporan hasil penelusuran PPATK tersebut, terdapat sejumlah nama yang mirip tokoh dan politisi. Nama penerima dana itu seperti Megawati, Sri Mulyani, Hadi Utomo, Fahmi Idris, dan Fran Seda.

Namun terdapat perbedaan mencolok antara nama-nama tersebut dengan para politisi dan tokoh. Fahmi Idris, mantan Menteri Perindustrian misalnya, merasa dicatut. Oleh karena itu, hal ini masih harus diverifikasi terlebih dahulu karena tak tertutup kemungkinan adanya pencatutan terhadap nama-nama tersebut sebagai rekening nasabah Bank Century.

Bagaimanapun, Ganjar menyayangkan bocornya laporan PPATK tersebut ke publik, karena laporan itu sebenarnya masih bersifat rahasia. “Baru saja PPATK menyerahkan laporan itu pada sore hari kemarin, lantas laporan itu sudah beredar malamnya. Sangat disayangkan ada yang membocorkan,” kata Ganjar sebelum rapat pemeriksaan pansus di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Ganjar menjelaskan, sebenarnya publik tidak perlu berpolemik tentang laporan PPATK tersebut, karena PPATK sudah memberikan keterangan dan catatan yang jelas dalam laporan itu. “Sudah jelas kok, misalnya tentang relasi nasabah ini atau itu,” kata Ganjar tanpa mau mengungkap lebih jauh.

“Itu rahasia, belum bisa dikatakan. Nanti juga akan kami buka dan kami uji,” ujar Ganjar. Selain diverifikasi, lanjut Ganjar, sebagai bagian dari penyelidikan, pansus juga akan mengkonfrontasi data tersebut dengan sejumlah nama yang disebut-sebut dalam laporan terkait.

(sumber: vivanews)

Iklan

7 Januari 2010 - Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. Mengamankan posisi pertama dulu ah!
    Salam “guspur”

    ———-
    Arief: pertama dan tunggal 🙂

    Komentar oleh Agus Purwoko | 8 Januari 2010 | Balas

  2. Istri : “CAR uang belanja kita sudah minus nih”
    Suami : “Hah!? Maksudnya?”
    Istri : “Iya, pengennya sih di-bailout, lihat aja sendiri kulkas kita udah hampir insolvent”

    Mari rehat sejenak. 😉

    ————————–
    Arief: Negara rumah tangga 🙂

    Komentar oleh miphz | 22 Januari 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: