Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Merasa Lebih Pede TONJOLKAN Bagian Sensitif (Ayu Azhari)

Sebagian aktris Indonesia senang mempertontonkan lekak-lekuk tubuhnya yang seksi dan sensitif di hadapan banyak orang. Sekadar pamer, supaya percaya diri, atau memang sudah menjadi gaya hidup?

BAGI Julia Perez, menjaga penampilan merupakan hal yang sangat penting. Gaya berpakaiannya yang seringkali glamor dan terlihat seksi dianggap tuntutan hidup sebagai aktris atau publik figur. Memperlihatkan sebagian lekuk tubuhnya di hadapan publik memang telah menjadi kebiasaan sejak lama yang tak bisa dia tinggalkan.

“Pakaian yang kita pakai pastinya menunjukkan imej kita di hadapan publik. Di kalangan selebriti, pakaian yang terkesan glamor dan seksi sudah menjadi hal yang lumrah,” ujarnya kepada Indonesia Monitor.

Menurut aktris bernama lengkap Yuli Rachmawati ini, masyarakat justru ingin melihat kemewahan dan keseksian seorang artis. Selain itu, para aktris juga dituntut untuk mengikuti perkembangan fesyen yang ada di zaman sekarang. Gaya berpakaian yang kebarat-baratan, sudah menjadi pedoman para aktris dalam berpenampilan.

“Jadi, mau nggak mau kita berkiblat ke fesyen ala Barat. Biar dibilang fashionable oleh para penggemar,” ungkapnya.

Dalam kesehariannya, Jupe – sapaan akrab Julia Perez – memang senang mengenakan busana yang memperlihatkan keseksian tubuh. Ketika memakai gaun misalnya, pasti akan menonjolkan buah dadanya yang besar dan kencang. Ia mengaku tidak peduli dan tak merasa risih terhadap penilaian orang-orang yang mencapnya sebagai aktris yang hobi menunjukkan tubuh seksi.

“Mau nggak mau pasti orang menjuluki aku sebagai wanita sensual. Memang aku sendiri yang meng-created sosok aku menjadi cewek seksi dan sensual. Tampil dengan pakaian apapun aku akan terlihat seksi karena payudara dan bokongku yang besar. Aku lebih pede dengan pakaian yang memperlihatkan keseksian. Yang jelas, aku senang menunjukkan keseksian di hadapan publik seperti halnya Angelina Jolie,” selorohnya.

Aktris lain yang seringkali dijuluki wanita sensual adalah Ratu Felisha. Sebab, dalam setiap penampilannya dia memang kerap menunjukkan keindahan bentuk tubuh yang dimiliki. Cewek kelahiran 16 Oktober 1982 ini mengakui kalau dirinya memang senang memakai celana pendek dan kaos singlet. Dengan celana pendek dan kaos singlet, ia akan merasa lebih leluasa dalam bergerak serta terlihat seksi.

“Aku suka pakai celana pendek bukan berarti ingin menunjukkan paha atau kakiku yang seksi lho. Mungkin karena bentuk badanku yang sintal, jadi pakai pakaian apa saja dibilang orang-orang terlihat seksi. Tapi aku sih cuek saja, nggak peduli pandangan orang lain. Yang penting aku merasa nyaman dengan pakaian yang aku pakai,” tuturnya.

Pandangan kebanyakan orang yang menyatakan dirinya sebagai salah satu aktris seksi dan sensual merupakan hal yang wajar. Di samping postur tubuhnya yang kencang dan proporsional, kata Feli, sex appeal dari dalam dirinya juga telah menjadi faktor pendukung yang membuat dia senantiasa tampil cantik dan seksi.

“Sudah menjadi risiko sebagai publik figur pasti selalu diperhatikan cara berpakaiannya. Padahal, aku nggak selalu menggunakan pakaian yang seksi. Kalau di acara formal, pakaianku juga pasti formal. Sebaliknya, kalau mau clubbing di diskotik, pasti pakaianku yang terlihat seksi,” jelasnya.

Meski begitu, Feli mengaku masih mengenal batas-batas kewajaran dalam berpakaian. Ia pun tak ingin berpakaian terlalu vulgar seperti halnya aktris-aktris Hollywood. Supaya tidak dijuluki sebagai aktris murahan, pemain layar lebar Buruan Cium Gue ini pun masih memegang adat ke-Timur-an yang mengedepankan sopan santun dalam segala hal, termasuk cara berpakaian.

“Soalnya, kalau pakaian yang kita pakai terbuka semua kan jadi terkesan cewek murahan. Yang jelas kita harus mengakui kalau negara ini tidak sebebas di Amerika,” tegasnya.

Lain lagi pengakuan Ayu Azhari. Hingga kini ia masih memegang slogan look sexy with fashion. Ia berasumsi, keseksian seorang perempuan memang didasarkan pada pakaian yang dikenakan. Bagi wanita keturunan Pakistan ini, pakaian yang memperlihatkan keseksian tubuh serta pakaian glamor bisa memberikannya kenyamanan. Yang jelas, menurutnya setiap orang mempunyai kebebasan dalam hal berpenampilan dan tidak mengusik hak atau kepentingan orang lain di sekitarnya.

“Aku memang senang tampil dengan pakaian seksi. Makanya, nggak heran kalau publik pernah menjuluki aku sebagai boom seks Indonesia. Aku sih nggak pernah peduli dengan julukan itu. Yang penting, aku bisa merasa nyaman saat berpakaian. Bagi aku, rok miniku adalah kebebasanku.”

Diakuinya, para aktris memang identik dengan pakaian yang memperlihatkan keseksian dan glamor. Baginya, hal tersebut sangatlah wajar dan bisa dimaklumi karena acara-acara yang dihadiri menuntut para selebriti berpakaian mewah dan seksi. Di samping itu, kakak Sarah Azhari ini beranggapan aktris sebagai trend setter juga dituntut untuk mengikuti perkembangan model yang ada di dunia Barat.

“Sampai sekarang aku masih berpendapat bahwa keseksian itu ialah merasa nyaman dengan pakaian apa yang dipakai. Buat aku, penampilanku adalah kebebasanku. Menjaga penampilan supaya lebih menarik pastinya aku persembahkan hanya untuk suamiku tercinta.”

(sumber: IM)

———————————————
Mudah-mudahan saja diantara ketiganya bisa menjadi wakil bupati, sehingga tidak akan begitu lagi…
Atau……. Tetap begitu karena memang absah, merupakan hiburan, bagian dari seni dan ekspresi, kebanggaan, dan bisa jadi nanti tambah dilegalisasi sebagai salah satu komoditi ???
Sah-sah saja….

9 Januari 2010 - Posted by | Unduh dari media online | , , ,

10 Komentar »

  1. Lha ini juga jelas yang pertamax…
    Iya kan bro?
    Salam “guspur”

    Komentar oleh Agus Purwoko | 9 Januari 2010 | Balas

  2. Nyaman dengan pakaian seksi ya… hahaha…
    Itu sih namanya kembali ke jaman Romawi.

    ————-
    Arief: Agak mundur lagi, jadi jaman purbawi 🙂

    Komentar oleh wardoyo | 9 Januari 2010 | Balas

  3. kalau beneran jadi wakil bupati kan bisa bikin seger mata, pak:)

    ———
    Arief: Kalo daerah2 lain juga meniru, se-indonesia jadi lebih seger 🙂

    Komentar oleh wyd | 9 Januari 2010 | Balas

  4. pake koteka ja lebih seksi dan melestarikan budaya pojok timur kita hehehe

    ——–
    Arief: usul yang menarik dan unik. Hehehe

    Komentar oleh A.J.I | 10 Januari 2010 | Balas

  5. Hai aku nongol lagi nich!
    Salam “guspur”

    ———
    Arief: trimakasih gus, nungulnya…..

    Komentar oleh Agus Purwoko | 10 Januari 2010 | Balas

  6. mas areif, insyaAllah sudah terpasng blog ni di blogroll ane

    emm, kalo ketiga cewek ni masuk dunia politik semua kayak gimana ya mas, hee

    ———
    Arief: Wah, cocok sekali, 3 serangkai yang serasi : satu jadi ‘SEK-WIL-DA’, satunya jadi ‘BU-PA-TI’, satunya lagi calon wakil bupati. Hehehe..

    Komentar oleh Tarbiyatul banin | 10 Januari 2010 | Balas

  7. Kayaknya gak usah ditonjol-tonjolin emang sdh paling nonjol kok. Orang dari jauh ja aku blm lihat wajah jupe tapi tonjolannya tu sdh jelas banget je….wkwkwkw…..

    ————-
    Arief: Hehehe, bener juga . . .

    Komentar oleh gions | 14 Januari 2010 | Balas

  8. Serem ahh…ntar bupati/wakil bupatinya jadi bahan olok-olok masyarakat, sebabnya foto2 vulgar yang selama ini tersimpan rapat/rapih, tau-tau pas mau pencoblosan atau mungkin setelah terpilih, foto2 vulgar tsb beredar di internet, kyk bupati/wakil bupati pekalongan! Ntar, apa kata dunia!?? 🙂

    Komentar oleh choreed | 28 Februari 2010 | Balas

    • Persyaratan pencalonan lebih dipertegas lagi..
      Tapi kalau berhasil menjabat, tentu tidak pose gitu lagi ya . .
      Mudah2an lolos pencalonan 🙂

      Komentar oleh arief | 28 Februari 2010 | Balas

  9. YA HARUZ SEKSILA

    Komentar oleh MARTIN | 6 Juni 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: