Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Dua Jenis Usaha yang Terbukti Kuat Bertahan dari Masa ke Masa: Prospektif dan Menggiurkan

Usaha mempunyai jenis yang bermacam-macam, namun ada dua jenis usaha yang terbukti kuat bertahan dari masa ke masa. Tak lekang oleh waktu, dari jaman dulu sampai sekarang, juga tetap cerah untuk masa depan. Di saat krisis maupun kondisi ekonomi sedang baik, dua jenis usaha ini tetap tidak juga tergoyahkan. Banyak atau sedikit keuntungan yang diraih, pada kenyataannya tetap eksis. Tentu karena merupakan usaha yang menjadi pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

Apa saja dua jenis usaha yang kelihatannya menggiurkan ini?
Terlepas pembahasan yang lain-lain, dua jenis usaha ini yaitu:

Jenis usaha pertama, usaha yang berkaitan dengan urusan perut/isi perut.

Usaha yang berkaitan dengan perut/isi perut ini terdiri dari tiga lapisan.

Lapisan pertama, usaha berjualan makanan. Lihat saja warteg dan warung makan padang bertebaran dimana-mana. Jarang yang bangkrut. Seupama ada yang bangkrut pun, tetap saja ada yang membukanya lagi.
Katakanlah itu yang usaha rakyat. Tidak perlu menengok semacam kfc dan atau restorant-restorant yang besar-besar, dll dll.

Cobalah kalau jalan-jalan ke Yogyakarta, jangan yang lesehan malioboro, tetapi yang kakilima pinggir jalan, penjaja makanan mulai dari jalan cik di tiro terus ke jalan kaliurang, atau sepanjang jalan solo sampai bandara adisucipto. Berdempet-dempetan, tapi herannya kok semuanya tetap ramai setiap hari.
Kalau tidak menguntungkan jelas mereka sudah tutup jauh-jauh hari.

Itu contoh-contoh usaha lapisan pertama yang langsung berkaitan dengan urusan perut. Dimana usaha ini tertuju pada kenikmatan rasa lidah dan kenyangnya perut.

Lapisan kedua mengenai jenis usaha yang berkaitan dengan urusan perut adalah usaha menyediakan bahan-bahan masakan. Ini tidak langsung tapi tetap berkaitan dengan perut. Misalnya jualan sembako mulai dari beras sampai garam beryodium. Itupun tetap eksis dan bertahan. Alias di masa susah dan senang tetap banyak orang yang mencarinya.
Tidak ada matinya.

Masih dalam rangka jenis usaha yang berkaitan dengan urusan perut, sebagai lapisan ketiganya adalah usaha pertanian, termasuk peternakan. Agak jauh memang untuk menuju langsung ke isi perut (kecuali buah-buahan dan lalapan).

Jelas ya !? Jenis usaha yang berkaitan dengan urusan perut memang terbukti kuat bertahan, selalu eksis, dan prospektif dalam berbagai kondisi (syaratnya, asal semua orang masih butuh makan).

Kemudian apa jenis usaha ‘kuat bertahan’ dari masa ke masa yang kedua selain usaha yang berkaitan dengan urusan perut/isi perut?

Jenis usaha kedua, yaitu usaha yang berkaitan dengan urusan bawah perut.

Jenis usaha ini terbukti tidak ada matinya. Biarpun razia dimana-mana, jenis usaha yang berkaitan dengan urusan bawah perut tetap eksis dari masa ke masa. Resiko hukumnya pun ringan, paling-paling cuma masuk tipiring alias tindak pidana ringan.

Pembahasan lebih lanjut mengenai jenis usaha urusan bawah perut dipersilahkan menganalisa sendiri apakah termasuk kuat bertahan, selalu eksis, dan prospektif, serta menggiurkan.

[ditulis oleh: M. ‘Arief B]

22 Januari 2010 - Posted by | Catatan Saya, Dunia Puyuh | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

18 Komentar »

  1. betul semua :)

    ———–
    Arief: Trima kasih kunjungannya :)

    Komentar oleh nurrahman18 | 22 Januari 2010 | Balas

  2. Hehe, nice, perut (kebutuhan dasar) :-) ada juga sandang+papan tapi nggak dibutuhkan di setiap 1×24 jam. Mari kita bisnis perut, hehe.

    Tapi anehnya list 10 orang terkaya dunia kok belum pernah dari bisnis makanan yah. Mungkin karena masalah selera nggak gampang di bikin industri besar, dia tergantung/terbatasi kotak budaya. :)

    —————-
    Arief: Bisa jadi begitu Miphz, intinya di sini yang “dari masa ke masa”

    Komentar oleh miphz | 22 Januari 2010 | Balas

  3. satu lagi: MLM :lol”

    Komentar oleh ravimalekinth | 31 Januari 2010 | Balas

  4. Tau aja …. emang bisnis itu yg enak kok….

    ————————

    Arief:
    he he he . . .

    Komentar oleh Farida | 3 Maret 2010 | Balas

  5. bisnis di bawah perut emang menggiurkan……

    Komentar oleh joe | 26 Mei 2010 | Balas

  6. usaha bawah perut emang slalu exis,dimana dan kapan pun

    Komentar oleh uwan | 8 Oktober 2010 | Balas

  7. wkwkwkwk….hrs analisa sendiri y mas…ndak bisa dibantu analisain y…??? hehehehe….:) :D

    Komentar oleh yuna | 16 Oktober 2010 | Balas

  8. suka bngt klo urusanperut hehehe

    Komentar oleh eka virdaus | 28 Oktober 2010 | Balas

  9. kalau untuk membuka semacam toko rokok apa bisa tahan dari masa ke masa?
    kebetulan waktu saya habis buat kuliyah dan kerja.lantas bagaimana saya bisa mendirikan usaha sendiri??tq

    Komentar oleh inah | 15 Februari 2011 | Balas

  10. An interesting dialogue is worth comment. I think that it is best to write extra on this matter, it won’t be a taboo topic however typically individuals are not sufficient to speak on such topics. To the next. Cheers

    Komentar oleh hotele Poznan | 4 April 2011 | Balas

  11. Google.co.id tersedia dalam: English Basa Jawa

    Komentar oleh Zudah Benhur | 5 Maret 2012 | Balas

  12. eh…eh…. saran pertama oke, tapi yang kedua susah mengartikannya

    Komentar oleh anik retnowati | 19 Maret 2012 | Balas

  13. Oke deh kalo begitu

    Komentar oleh enggar | 25 April 2012 | Balas

  14. hahahahaha bisnis bawah perut ga akan mati sampai kapanpun

    Komentar oleh nature medicine | 24 Agustus 2012 | Balas

  15. oo…bgus bgus idenya…kbtulan saya mau mulai usaha jualan celana,dlam dan luar skalian kaos kaki sepatu senda…alnya dipkir2 sudah termasuk primer,lagian org gija aja msih jarang ngak make brg tsbt..

    Komentar oleh edo | 20 Juli 2013 | Balas

  16. sip, semoga sukses … Itu juga termasuk sandang pangan papan …. Kebutuhan pokok

    Komentar oleh M. Arief B. | 20 Juli 2013 | Balas

  17. itu benar sayangnya banyak orang menganggap sepele dengan perut. padahal disanalah mulainya manusia hidup. tanpa perut jangan harap manusia hidup walau banyak uangnya..

    Komentar oleh turup | 12 September 2014 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: