Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Mengenaskan: Seorang Anak Diikat Sejak Usia 2,5 Tahun karena Sakit Meningitis

PURBALINGGA—Chaerul Ikhsan (5) terpaksa diikat dengan kain pada tempat tidur oleh ibundanya, Desi Kuswadi (31), sejak usia 2,5 tahun akibat penyakit meningitis yang dideritanya.

“Saya terpaksa mengikat kedua tangan Chaerul demi keselamatan dirinya yang menderita meningitis (radang membran pelindung sistem syaraf pusat),” kata Desi, di rumahnya di Dusun Bayeman Kidul RT 02/RW IX, Desa Tlahap Lor, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Selasa (26/1).

Menurut dia, hal ini terpaksa dilakukan karena anak tunggalnya ini sering kali memukuli kepala maupun mencakar muka jika sedang merasakan sakit. Dia mengatakan, anaknya diketahui menderita meningitis sejak usia 1,5 tahun. “Saat itu Chaerul mengalami demam hingga koma sehingga saya bawa ke Rumah Sakit Nirmala Purbalingga. Namun selama menjalani perawatan, Chaerul tetap koma sehingga pihak RS menyarankan untuk dilakukan CT Scan di RSUD Banyumas,” tuturnya.
Dari hasil CT Scan tersebut, kata dia, anaknya diketahui menderita hydrocepalus akibat meningitis yang dideritanya sehingga RS Nirmala segera merujuk Chaerul ke RS Dr Sardjito Yogyakarta.

Selama dirawat di RS Dr Sardjito, lanjutnya, Chaerul harus menjalani dua kali operasi, pertama untuk mengeluarkan cairan di kepalanya dan operasi kedua untuk pemasangan selang dari kepala ke lambung.
Menurut dia, Chaerul seharusnya menjalani fisioterapi namun tidak dilakukan karena keterbatasan dana.

“Biaya perawatan anak saya memang ditanggung jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) tetapi saya tak sanggup untuk memenuhi biaya hidup selama menemani dia menjalani fisioterapi,” ungkapnya.
Ia mengaku harus pontang-panting seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anaknya karena suaminya, Suwardi, telah meninggalkan dirinya saat hamil dua bulan. Menurut dia, Suwardi yang berasal dari Klaten ini berpamitan untuk mencari kerja akan tetapi hingga Chaerul lahir tak pernah kembali. “Kabar terakhir yang saya terima belum lama ini, dia telah meninggal dunia,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Desi mengerjakan berbagai pekerjaan seperti membuat bulu mata palsu, jual gorengan (makanan kecil), maupun salon kecantikan keliling demi anaknya.

Ia mengatakan, satu hal yang membuatnya selalu bersemangat adalah adanya harapan kesehatan pada diri anaknya. Menurut dia, Chaerul yang sempat mengalami kelumpuhan, kaki kanannya sudah mulai digerakkan dan kulitnya mulai sensitif.

(dikutip dari: harianjoglosemar)

27 Januari 2010 - Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. terlalu ya

    ———–
    Arief: mungkin karena keadaan, bunga…

    Komentar oleh omiyan | 29 Januari 2010 | Balas

  2. Mas atau mba adakah yang tau, no kontak dan alamatnya ibu malang ini….jika ada mohon dikirimkan via email ….trimakasih atas info nya

    ——————-
    Arief: alamatnya di Dusun Bayeman Kidul RT 02/RW IX, Desa Tlahap Lor, Kecamatan Karangreja, Purbalingga

    Komentar oleh edi slamet | 29 Januari 2010 | Balas

  3. ya ALLAH kasiahan chaerul,anak sekecil ini harus menderita karena penyakitnya..buat mbk desi saya maklum dgn perbuatan mbk mengikat sibuah hati tapi tolong mbak janganlah chaerul diikat terus..dia masih kecil dan dia sudah sangat menderita dgn sakitnya..mbk saya hanya bisa membantu doa semoga ALLAh mendengar keinginan mbk dan chaerul..seandainya saya orang kaya dan berada saya gak akan diam melihat penderitaan seperti ini tapi saya juga seperti mbk yg harus mencari nafkah sendiri demi sibuah hati..yang sabar ya mbak yakinlah ALLAh akn senantiasa ada disisi umatnya yg sabar..siapa tau ini cobaan ALLAH terhadap mbak dan chaerul,semoga ada yg mau membantu mbak desi dan chaerul agar chaerul bisa seperti anak2 yg lain..amien..yakin yah mbak pasti ada orang yg mau membantu kesembuhan chaerul..terakhir saya mohon chaerul jangan diikat terus dia juga butuh kebebasan..mohon perhatikan perkembangan jiwanya jika sikecil terus menerus diikat..kasiahan mbak..

    ——-
    Arief: ijin komentar ini saya copas langsung ke sumbernya

    Komentar oleh rara | 31 Januari 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: