Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Menulis di WORDPRESS: Menuliskan SUARA HATI

Saya yakin begitu, 90% atau malah 99% tulisan di wordpress adalah suara hati.
Terutama yang tulisan sendiri, walaupun tidak menutup kemungkinan untuk postingan yang copas pun merupakan suara hati.
(Walaupun sebenarnya bukan cuma di WordPress)

🙂

Mulai dari artikel yang hanya sekedar iseng, sampai postingan-postingan yang serius-yus pun menuliskan suara hati. Baik itu keunikan-keunikan, bicara agama, politik, sampai perselingkuhan dan perkosaan.
Tidak lepas semua itu menuliskan suara hati.

🙂

Bagaimana tidak demikian…..

Coba kalau yang ditulis bukan suara hati ? Bisa dibayangkan seluruh warnet se-Indonesia akan ramai suasananya seperti pasar. Itu untuk yang postingnya di warnet.
Kemudian bagaimana untuk yang postingnya di kantor. Walah, bisa-bisa dimarahi pimpinan karena setiap kali posting tidak menuliskan suara hati alias ramai mengeja dengan bersuara.

🙂

Paham kan maksud saya dengan ‘suara hati’ ?

Iya, kalo setiap kali kita posting dengan bersuara di mulut / tidak dibatin (suara hati), bisa dibayangkan betapa ramainya……. Hehehe.

Just kidding suara hati..

Apakah yang anda tulis adalah suara hati?

Iklan

6 Februari 2010 - Posted by | Catatan Saya | , , , , , , ,

11 Komentar »

  1. hehe. mantap gan.. blog py ku kayaknya termasuk suara hati jg nih.. :mrgreen: salam kenal gan, salam hangat..

    *melanjutkan kembali baca koran 😉

    Komentar oleh muhammad zakariah | 6 Februari 2010 | Balas

    • Membalas komentar ini juga suara hati 🙂

      Salam kenal juga.
      Salam hangat.
      Lanjut beraktifitas….

      Komentar oleh ariefmas | 6 Februari 2010 | Balas

  2. Anda bisa download juga wordpress 2.9.1 di sini

    http://www.ziddu.com/download/8473930/wordpress-2.9.1.zip.html

    Komentar oleh pemulaatm | 6 Februari 2010 | Balas

  3. Ass, lama kita ga jumpa, apa kbr sobat??

    suara hati–apa–bedanya–dengan–intuisi–yak???

    Komentar oleh dayat pribadi | 6 Februari 2010 | Balas

  4. Walaikumsalam kbr baik, bgtu jg sebaliknya..

    Intuisi tidak bersuara tapi berasa di hati.
    Lalu disuarakan oleh suara hati.

    Komentar oleh ariefmas | 6 Februari 2010 | Balas

  5. Wah lagi menyuarakan hati ya mas!
    Aku juga ah!
    Salam dr adik kecil saya WARTA OLAH RAGA
    Sukses n salam kompak slalu buat anda.

    Komentar oleh Carissha | 7 Februari 2010 | Balas

  6. Hohohohoho, karena saya part time di warnet, semuanya saya tuliskan di halaman post WordPress 😀

    Komentar oleh bocahbancar | 7 Februari 2010 | Balas

    • Posting suara hati yang membahagiakan juga kan.
      🙂

      Komentar oleh ariefmas | 7 Februari 2010 | Balas

  7. Bisa jadi ya, bisa juga tidak. Soalnya kalu nulis post, saya biasa membuat konsep berhari-hari sebelumnya. Jadi yang saya tulis di postingan bukan suara hati, cuma nyalin dari konsep yang sudah fix.

    Komentar oleh wardoyo | 9 Februari 2010 | Balas

  8. suara hati memanglah slalu mengikuti, karena dia yang melahirkan niat
    terlepas dari besar dan kecil kadarnya. Kadang juga suara hati mewakilkannya pada selapis kemauan dan kepentingan. Apapun yang masih berkaitan dgn manusia hati adalah intinya.

    Komentar oleh bumijava | 9 Februari 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: