Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

LENDRA: Kisah Sang Demonstran yang Kesepian

Kawal Sampai Mati Kasus Century

NAMA Lendra tiba-tiba saja melejit di seantero negeri. Beberapa koran lokal maupun nasional hingga stasiun-stasiun televisi memuat sosok yang satu ini. Cuma gara-gara memasang spanduk seorang diri yang bertuliskan ”Kawal Sampai Mati Kasus Century” di Jalan Siliwangi Semarang, mahasiswa semester V Jurusan Sastra Inggris Undip ini ditangkap petugas dari Polres Semarang Barat.
Yang menjadi masalah, Lendra saat memasang spanduk tersebut tepat beberapa saat ketika rombongan Wakil Presiden pres Boediono akan melewti ruas jalan tersebut dalam kunjungan kerjanya ke Semarang, Sabtu (6/2) pekan lalu.

Dan celakanya, Lendra pun tidak mengantongi surat izin demo dari pihak kepolisian.

Kehadiran Wapres ke Semarang yang oleh banyak kalangan bakal disambut dengan demo besar-besaran memang tidak terbukti. Cuma Lendra seorang diri yang tampil dengan memasang spanduk. Sederet pertanyaan pun muncul atas ulah Staf Khusus Kepresidenan Badan Eksekutif Mahasiswa (BM) Keluarga Mahasiswa (KM) Undip ini. Kenapa melakukan demo seorang diri? Kemana demonstran lain sehingga Lendra harus sendirian? Serta berbagai pertanyaan lain.

SMS
Sebagai aktivis mahasiswa, Lendra mengaku sempat mendapat short message service (SMS) dari salah seorang teman yang memastikan kedatangan Boediono ke Semarang. ”Saat itu saya masih berada di kereta dalam perjalanan dari Jakarta,” ujar Lendra.

Di atas kereta itu Lendra kemudian melakukan koordinasi dengan beberapa pihak termasuk dengan Presiden BEM Undip, Adyatma, serta dengan salah satu organisasi ekstra. Pada prinsipnya, tambah Lendra. Presiden BEM Undip menyetujui adanya “gerakan” untuk menyambut kedatangan rombongan Wapres Boediono. Melalui SMS, Lendra pun mengajak rekan-rekan demonstran untuk melakukan aksi di Jalan Siliwangi sekitar Museum Ronggowarsita.

Sampai di Semarang pukul 07.30, dirinya langsung ke kampus untuk mengambil spanduk yang memang sudah lama dipersiapkan BEM Undip. “Spanduk itu memang sudah dipersiapkan sejak tanggal 12 Januari 2010 sebagai bentuk tuntutan teman-teman BEM KM Undip terhadap pemerintah dalam kasus Century,” ujarnya. Ajakan melalui SMS untuk melakukan aksi yang ditujukan ke rekan-rekannya mendapatkan jawaban tidak siap, karena waktunya bersamaan dengan musim libur bagi mahasiswa.

Sementara beberapa lagi belum memberikan konfirmasi.

“Sehingga dalam benak saya di Jalan Siliwangi sudah terkumpul beberapa teman,” tambahnya.

Sendirian
Tapi setelah sampai di tempat yang disepakati, mahasiswa Undip yang kerap ke Jakarta untuk demo ini mengaku tidak menemukan satu pun teman sesama aktivis. “Waktu kedatangan Wapres sudah mepet. Tanpa pikir panjang spanduk saya bentangkan dan saya langsung ditangkap polisi,” ujarnya.

Saat ditangkap polisi, Lendra merasa tidak takut sama sekali. Itu karena sebelum ini Lendra telah mendapat gemblengan dari senior-seniornya yang punya pengalaman ditangkap polisi. “Saya juga tak punya perasaan jengkel terhadap teman-teman yang tidak mendukung aksi saya, karena saat itu memang lagi banyak yang libur,” ujarnya.

Di Mapolres Semarang Barat, aktivis kelahiran Tegal, 29 April 1990 ini mengaku diperiksa berjam-jam dari pagi hingga pukul 19.30 WIB. “Di sana saya cuma ditanyai persoalan latar belakang aksi yang saya lakukan. Tapi secara keseluruhan saya merasa nyaman saat berada di Mapolres. Bahkan saya sempat ditraktir bakso oleh petugas. Bahkan saat pulang pun saya diantar petugas sampai tempat kos,” katanya.

Bagi Lendra pengalaman seperti ini memang tak banyak berarti. “Itu hal yang sangat biasa bagi seorang aktivis,” katanya. Dan yang jelas, bersama rekan-rekan di BEM KM Undip, Lendra akan terus memperjuangkan tuntutan kasus Century. “Tuntunan BEM KM Undip adalah akan terus mengawal kasus Century hingga akhir. Itu sudah harga mati,” ujarnya.

(dikutip dari: WawasanDigital)

Iklan

10 Februari 2010 - Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , ,

4 Komentar »

  1. pusink mikirin demokrasi dinegara ini…klo gw sih dah skeptis dgn bangsa ini.. salam gan :mrgreen:

    Komentar oleh muhammad zakariah | 11 Februari 2010 | Balas

  2. wew..nama mahasiswa itu pasti mungkin juga beken di kalangan dosen2nya, hehe..keep spirit..semoga kasus century kelar gan

    Komentar oleh nurrahman18 | 11 Februari 2010 | Balas

  3. orator yg luar byasa buat lendra

    Komentar oleh ayub As ari | 16 Oktober 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: