Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Menkominfo Tifatul Melecehkan Wartawan: “Mencari Makan dengan Memelintir Berita”

Pernyataan Tifatul soal wartawan mencari makan dengan memelintir berita cerminan dari institusi yang sedang sakit.

TUDINGAN Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring bahwa wartawan mencari makan dengan memelintir berita dan memuat tulisan yang menghujat orang lain dinilai telah melecehkan profesi wartawan. Bahkan, pernyataan tersebut merupakan cerminan dari institusi yang sedang sakit.

Berbagai kalangan menyesalkan pernyataan Tifatul. Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan sikap mantan Presiden PKS itu tidak bijaksana.
“Kalau benar itu ucapannya, kurang bijaksana. Mungkin ada wartawan yang belum bagus betul, tapi harus dipahami juga, tidak ada yang sempurna,” tutur Bagir saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Kepada wartawan Media Indonesia yang meminta tanggapan soal ultimatum anggota DPR Hayono Isman agar Kemenkominfo mencabut Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia paling lambat Senin (22/2), Tifatul enggan berkomentar. Rancangan tersebut diprotes publik dan mendapatkan pemberitaan meluas karena bakal mengekang kebebasan pers.

Tifatul malah menyebut wartawan sudah lihai menulis tanpa perlu meminta konfirmasi. “Lo, tanpa konfirmasi pun Anda sudah lihai menulisnya. Lihat aja pelintiran berita hari ini. Anda bebas kok menulis apa saja. Anda cari makan dari cara-cara seperti itu,” kata Tifatul melalui pesan singkat kepada Media Indonesia, Senin lalu.

“Saya sering merasa kasihan dengan orang yang mencari rezeki dengan cara menulis sesuatu yang menghujat orang lain, mengadu domba, menuduh tanpa konfirmasi yang seimbang. Dan, dengan tenang (orang itu) menikmatinya tanpa peduli,” lanjut Tifatul.

Bagir menyayangkan pernyataan tersebut karena saat ini Indonesia sedang berusaha membangun kehidupan berdemokrasi yang baik. “Perlu diingat bahwa pers adalah salah satu pilar demokrasi. Saat semua sedang berjuang begitu, janganlah mengatakan hal-hal tidak bijak yang merugikan diri sendiri.”

Institusi sakit
Kecaman juga disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Nezar Patria. “Mengatakan wartawan mencari makan dengan memelintir berita itu melecehkan profesi wartawan. Tidak semua wartawan seperti itu,” tegasnya.

Menurut Nezar, Tifatul Sembiring harus mengklarifikasi karena pernyataannya telah menyinggung banyak wartawan. “Kalau pernyataan dia menggeneralisasi, itu menyinggung banyak wartawan yang berkeringat dan susah payah untuk karya jurnalistik yang berkualitas serta bekerja sesuai kode etik.”

Di sisi lain, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengemukakan kini banyak lembaga yang sedang sakit, salah satunya lembaga eksekutif.

Lembaga yang sakit tersebut memerlukan pengawasan dari lembaga yang sehat, terutama pers.

Menurut Mahfud, lembaga eksekutif yang sedang sakit sulit membuat penilaian yang objektif. “Justru karena sebagai lembaga eksekutif yang sedang tidak sehat, pernyataan yang keluar seperti itu (menyebut wartawan mencari makan dengan memelintir berita dan menghujat orang lain),” paparnya, kemarin.

Mahfud justru merasa bangga pers dapat terus mengawal ketimpangan ataupun produk-produk yang dihasilkan lembaga demokrasi. “Saya senang teman-teman media mengawal Kemenkominfo dalam pembuatan RPP dan RPM. Kalau memang tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat, hantam saja. Itu bisa mengurangi pekerjaan kami juga, kalau nanti ujung-ujungnya diujikan di Mahkamah Konstitusi.”

(sumber: Media Indonesia)

Iklan

24 Februari 2010 - Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , , , , , , ,

4 Komentar »

  1. Pernyataan itu sebenarnya menampakan Tifatul sedang dalam kondisi depresi. Saya menduga dia mendapat tekanan berat dari partainya PKS, Istana serta media. Mungkin sebagian orang ini bisa dimaklumi, setidaknya sebagai manusia memang dia punya keterbatasan, tapi sebagai politisi mestinya dia mampu mengatasi statementnya.

    Komentar oleh erensdh | 24 Februari 2010 | Balas

    • istilah bahasa jawanya mungkin lagi “buneg” / mumet

      Btw, Erensdh suka mlintir berita nggak ?
      Paling judulnya aja ya yg dipelintir.. 🙂

      Komentar oleh ariefmas | 24 Februari 2010 | Balas

  2. Wah nek Mas Arif mumet jadinya gimana ya?
    Pasti puyuhnya ikut mumet ya, n tdk mau bertelur ya? Ha.ha.ha…..

    Komentar oleh BULENTIN | 24 Februari 2010 | Balas

  3. Waaah, kalo itu mumetnya jadi tumpuk2.
    Indikasinya di postingan blog jadi keliatan lagi mumet ato tidak.
    Hehehe
    Salam kompak…

    Komentar oleh ariefmas | 24 Februari 2010 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: