Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Wow…!!! Filantropis New York Bloomberg Initiative (BI) Menggelontorkan Rp 39 Miliar untuk Gerakan Antirokok di Indonesia

Filantropis New York Bloomberg Initiative (BI) menggelontorkan dana sekitar Rp 39 miliar untuk mendukung gerakan antirokok di Indonesia. Salah satu penerima dari 14 proyek BI adalah Muhammadiyah.

Seperti tercantum di laman http://www.tobaccocontrolgrants.org, Sabtu (13/3/2010), Muhammadiyah menerima dana Rp 3,6 miliar. Rentang pelaksanaan proyek berlangsung mulai November 2009 sampai Oktober 2011.

Dalam penggambaran singkat penggunaan dananya, proyek tersebut bertujuan agar Ijma Ulama yang mengharamkan rokok bisa diimplementasikan di seluruh Indonesia. Selain itu, proyek dimaksudkan untuk memberi penjelasan pada anggota Muhammadiyah dan institusi Islam lainnya soal fatwa bahayanya merokok.

Masih belum diketahui apakah pemberian donasi ini berkaitan dengan dikeluarkannya fatwa haram merokok oleh Muhammadiyah pada tanggal 9 Maret 2010. Fatwa haram merokok ini kemudian memunculkan pro-kontra karena masih banyak masyarakat yang menggantungkan nasibnya di industri rokok.

Selain Muhammadiyah, Lembaga Demograsi FE UI (LDFEUI) dan YLKI juga disebut dalam laman itu juga menerima aliran dana tersebut. LDFEUI menerima dua kali masing-masing US$280,755 dan US$40,654, sedangkan YLKI US$454,480.

Proyek untuk LDFEUI mengupayakan agar pajak dan harga tembakau bisa disesuaikan lewat regulasi pemerintah. Sedangkan untuk YLKI dimaksudkan untuk memberikan advokasi, kampanye berkelanjutan tentang bahaya merokok bagi masyarakat.

Pengusaha AS Beri Jutaan Dolar Perangi Rokok di Indonesia
Daya rusak rokok terhadap kesehatan manusia sudah tidak ada yang menyangkalnya lagi. Oleh karena itu berbagai pergerakan yang menyatakan perang terhadap rokok pun bermunculan.

Gelontoran dana dari para pengusaha untuk ‘memerangi’ rokok diberikan kepada organisasi atau institusi di negara-negara yang banyak perokoknya. Salah satunya adalah Indonesia yang sebagian golongan masyarakatnya sudah menjadikan rokok sebagai bagian dari hidupnya.

Seperti tercantum di laman http://www.tobaccocontrolgrants.org, Sabtu (13/3/2010), ada aliran dana mencapai US$ 4.195.442 dari dari filantropis Michael Bloomberg asal New York, Amerika Serikat. Dana tersebut dikucurkan dalam rentang waktu 2007-2010.

Di bawah bendera Bloomberg Initiative (BI), dana yang jika dikonversi ke dalam rupiah menjadi sekitar Rp 39 miliar tersebut, dikucurkan untuk 14 proyek antirokok. Penerimanya terbagi mulai dari institusi pendidikan, organisasi masyarakat, serta LSM.

Proyek terbesar BI di Indonesia adalah pembentukan Tobacco Control Support Centre (TCSC) yang menghabiskan dana US$ 542,600. TCSC bertujuan berfungsi sebagai pusat koordinasi segala kegiatan kampanye dan memperjuangkan regulasi yang prokesehatan.

Lewat jargon “To reduce tobacco use”, selain Indonesia, BI juga menyokong kampanye antirokok di 14 negara lainnya. Mereka menggalakan kampanye mulai dari gerakan penyadaran masyarakat akan bahaya rokok sampai mendorong terciptanya regulasi antirokok.

Gerakan Sosial Antirokok Walikota New York
Bloomberg Initiative (BI) menggelontorkan dana untuk memerangi rokok secara global di 15 negara. Salah satu negara yang disumbang adalah Indonesia sebesar Rp 39 miliar. Apa tujuan mereka?

Dalam laman http://www.tobaccocontrolgrants.org, dijelaskan secara singkat kalau sosok penting BI adalah Michael R. Bloomberg. Pria yang kini menjabat sebagai Walikota New York ini adalah seorang pebisnis sukses yang berkecimpung di bidang media dan komunikasi.

Pada tahun 2006 Michael R. Bloomberg meluncurkan program US$ 125 juta untuk mengurangi konsumsi tembakau (rokok) di negara-negara dengan pendapatan kecil sampai menengah. Program tersebut berlanjut dengan kenaikan pendanaan menjadi US$ 250 pada tahun 2008.

Bloomberg Initiative bergerak di 5 lini organisasi. Mereka adalah Campaign for Tobacco Free Kids, the Centers for Disease Control and Prevention Foundation, the Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, serta the World Health Organization and the World Lung Foundation.

Ada 4 tujuan pokok Bloomberg Initiative:

1. Optimalisasi program pengontrolan rokok supaya orang berhenti merokok dan mencegah anak-anak mulai merokok.

2. Mendukung segala upaya pembahasan regulasi dan penegakan hukum seperti pemberian pajak rokok, pencegahan penyelundupan, dan pencitraan perokok.

3. Mendukung gerakan kampanye pendidikan ke masyarakat tentang bahanya perokok.

4. Membangun sistem yang mantap untuk memonitor perkembangan jumlah perokok di dunia.

Sementara itu, sosok Michael Bloomberg memegang peranan penting dalam pergerakan ini. Dia adalah Walikota New York City sejak 2002 hingga kini dan urutan ke-23 orang terkaya sedunia versi Forbes dengan kekayaan yang menyentuh US$ 18 miliar.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, BI mengalirkan dana Rp 39 miliar ke Indonesia untuk membiayai 14 proyek antirokok. Penerimanya terbagi mulai dari institusi pendidikan, organisasi masyarakat, serta LSM.

Muhammadiyah masuk dalam daftar penerima dana BI sebesar Rp 3,6 miliar agar Ijma Ulama yang mengharamkan rokok bisa diimplementasikan di seluruh Indonesia. Namun pihak Muhammadiyah sendiri menolak kalau pemberian dana tersebut dikaitkan dengan keluarga fatwa haram merokok baru-baru ini. “Nggak ada hubungannya. Bahkan saya nggak tahu ada pengucuran dana itu,” kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Dr Yunahar Ilyas.

Alihkan Dulu Petani Tembakau ke Bidang Usaha Lain
Fatwa haram merokok yang dikeluarkan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dipertanyakan oleh sejumlah kalangan termasuk politisi. Fatwa tersebut akan berdampak pada ribuan petani tembakau yang mengantungkan hidupnya pada perusahan rokok.

“Kalau di Al Quran tidak menyebutkan merokok itu haram. Kalau tidak haram kenapa harus diharamkan,” kata politisi PKB, Lily Chadijah Wahid, di sela sela acara keluarga yang diadakan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Sabtu (13/3/2010).

Menurut Lily, fatwa tersebut berdampak pada ribuan petani tembakau yang akan menyebabkan pengurangan penghasilan mereka. Meski ada rencana untuk dialihkan lahan usaha para petani tersebut ke bidang lain, seharusnya dialihkan dahulu sebelum dikeluarkan fatwa itu.

“Oke kalau akan ada pengalihan bidang usaha. Tapi seharusnya dialihkan dulu, setelah sudah dapat penghasilan baru, mungkin bisa dikeluarkan fatwa tersebut,” ucap adik kandung Abdurahman Wahid atau Gus Dur ini.

Sebelumnya, PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa baru mengenai hukum merokok. Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah berkesimpulan bahwa aktivitas merokok hukumnya adalah haram. (*/dtc/int)

(sumber: JakartaPress)

—————————————–
Bijaksana menyikapi berita……..
Salam damai Indonesia…!!!!!

15 Maret 2010 - Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

5 Komentar »

  1. oo

    Komentar oleh alice pngen ..... | 15 Maret 2010 | Balas

  2. Menurutku masih sulit negara kita lepas dr rokok!

    Komentar oleh BULETIN | 15 Maret 2010 | Balas

  3. dipikir bener2, jgn keburu ngluarin peraturan…merokok dan tidak merokok adalah pilihan masing2 orang, akan tetapi…yang terlibat di industri ini sangat banyak…dan dapat di politisasi sedemikian rupa…jd mhn utk bapak/ibu yang pinter bikin peraturan mesti ekstra hati-hati…peace…

    Komentar oleh budi | 15 November 2010 | Balas

  4. sebaiknya aturan mengenai larangan merokok harus ditindaklanjuti agar generasi bangsa indonesia tidak terjerumus lebih dalam,

    Komentar oleh saputro | 30 Januari 2011 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: