Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Tidak Bisa Internetan Tanpa Listrik

Begitu pentingnya listrik dalam kehidupan kita sekarang. Mulai dari lampu hingga penghangat makanan, mulai dari mesin cuci sampai pengering rambut, bahkan memakai obat nyamukpun banyak yang memilih bertenaga listrik.

Barang yang termasuk gaib alias tidak keliatan ini memang luarbiasa. Tidak kentara, namun begitu terasa. Pernah kesetrum? Hehe… kalo belum pernah ya sukurlah. Jangan coba-coba. Pokoknya berhati-hatilah berurusan dengan yang satu ini. Soalnya saya pernah kesetrum. Begitulah rasanya tersengat barang gaib temuan James Watt ini. Sakit. Masih ditambah deg-degan. Nggak lagi-lagi.

Di saat kita internetan di depan computer, laptop, atau juga hape, menyadari tidak menyadari kita sedang bergantung pada yang namanya listrik. Otomatis juga kita tidak bisa terpisah dari kabel. Biarpun sudah ada wireless, bluetooth, ataupun infra red.. kabel tetep tidak bisa lepas juga dari kegiatan kita sehari-harinya. Walah.. malah ngomongin kabel, menyimpang dari tema 🙂

Kembali pada listrik…
Yang ngeblog, yang facebook-an, yang bertweet-tweet di twitter, yang browsing, hacking, dan segala macam surfing di dunia internet… semuanya macet cet jika tidak ada listrik.
Segala pembahasan yang bagaimanapun berbusa-busa sekitar kelebihan atau kerugian tentang internet, total semua berhenti di tempat bila tidak ada listrik.

Lantas bagaimana ?
Cukupkah kita menyadari bahwa listrik sangat penting bahkan menjadi pendukung utama saat kita ber-internet ria?
Tentunya setelah menyadari, langkah selanjutnya yang menjadi kebiasaan kita adalah marah-marah ketika listrik mati. Kemudian menghujat. Atau mungkin ada yang memaki-maki. Ditujukan ke siapa? Ya… siapa lagi kalau tidak ke PLN. Perusahaan Listrik milik Negara. Perusahaan yang memegang kendali barang gaib yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Seperti dalam sebuah pemberitaan di OKEZONE.

Warga sering menghujat PLN atas pemadaman listrik di sana melalui jejaring sosial Facebook. Seperti ditulis Nurdin Hasan, seorang Facebooker di Banda Aceh di dindingnya, “Tak tahu lagi mau tulis status untuk PLN, sudah habis kata-kata, gara-gara mematikan lampu saat azan,…”

Menurut Dedi, perbuatan PLN telah melanggar undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. “Jika dalam waktu dekat ini PLN tidak mampu memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat, kita akan tempuh jalur hukum,” ujarnya.

Contoh ungkapan-ungkapan karena kekesalan dari sebab listrik mati. Kemudian muncul juga singkatan PLN sebagai Perusahaan Lilin Negara karena saking seringnya pemadaman di daerah tersebut.

Namun semua kekesalan, hujatan, atau malah makian terhadap PLN karena seringnya pemadaman listrik semakin menunjukkan bahwa kita semakin tidak bisa lepas dari kebutuhan akan listrik.

Selanjutnya…. Jika ada pemadaman listrik yang berkelanjutan dan berkesinambungan alias terlalu sering, apakah kita juga akan ikut menghujat PLN, memaki, atau marah-marah ???
Kembali pada diri kita masing-masing.

Tulisan ini tidak ada pesan moral apapun selain hanya menyadari pentingnya listrik bagi kita semua, termasuk bagi para blogger di seluruh dunia. Atau.. sekedar ikut berpartisipasi pada apa yang sering disebut dengan Hemat Energi !!!

[oleh: ‘Arief]t nyamukpun banyak yang memilih bertenaga listrik.

Barang yang termasuk gaib alias tidak keliatan ini memang luarbiasa. Tidak kentara, namun begitu terasa. Pernah kesetrum? Hehe… kalo belum pernah ya sukurlah. Jangan coba-coba. Pokoknya berhati-hatilah berurusan dengan yang satu ini. Soalnya saya pernah kesetrum. Begitulah rasanya tersengat barang gaib temuan James Watt ini. Sakit. Masih ditambah deg-degan. Nggak lagi-lagi.

Di saat kita internetan di depan computer, laptop, atau juga hape, menyadari tidak menyadari kita sedang bergantung pada yang namanya listrik. Otomatis juga kita tidak bisa terpisah dari kabel. Biarpun sudah ada wireless, bluetooth, ataupun infra red.. kabel tetep tidak bisa lepas juga dari kegiatan kita sehari-harinya. Walah.. malah ngomongin kabel, menyimpang dari tema 🙂

Kembali pada listrik…
Yang ngeblog, yang facebook-an, yang bertweet-tweet di twitter, yang browsing, hacking, dan segala macam surfing di dunia internet… semuanya macet cet jika tidak ada listrik.
Segala pembahasan yang bagaimanapun berbusa-busa sekitar kelebihan atau kerugian tentang internet, total semua berhenti di tempat bila tidak ada listrik.

Lantas bagaimana ?
Cukupkah kita menyadari bahwa listrik sangat penting bahkan menjadi pendukung utama saat kita ber-internet ria?
Tentunya setelah menyadari, langkah selanjutnya yang menjadi kebiasaan kita adalah marah-marah ketika listrik mati. Kemudian menghujat. Atau mungkin ada yang memaki-maki. Ditujukan ke siapa? Ya… siapa lagi kalau tidak ke PLN. Perusahaan Listrik milik Negara. Perusahaan yang memegang kendali barang gaib yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Seperti dalam sebuah pemberitaan di OKEZONE.

Warga sering menghujat PLN atas pemadaman listrik di sana melalui jejaring sosial Facebook. Seperti ditulis Nurdin Hasan, seorang Facebooker di Banda Aceh di dindingnya, “Tak tahu lagi mau tulis status untuk PLN, sudah habis kata-kata, gara-gara mematikan lampu saat azan,…”

Menurut Dedi, perbuatan PLN telah melanggar undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. “Jika dalam waktu dekat ini PLN tidak mampu memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat, kita akan tempuh jalur hukum,” ujarnya.

Contoh ungkapan-ungkapan karena kekesalan dari sebab listrik mati. Kemudian muncul juga singkatan PLN sebagai Perusahaan Lilin Negara karena saking seringnya pemadaman di daerah tersebut.

Namun semua kekesalan, hujatan, atau malah makian terhadap PLN karena seringnya pemadaman listrik semakin menunjukkan bahwa kita semakin tidak bisa lepas dari kebutuhan akan listrik.

Selanjutnya…. Jika ada pemadaman listrik yang berkelanjutan dan berkesinambungan alias terlalu sering, apakah kita juga akan ikut menghujat PLN, memaki, atau marah-marah ???
Kembali pada diri kita masing-masing.

Tulisan ini tidak ada pesan moral apapun selain hanya menyadari pentingnya listrik bagi kita semua, termasuk bagi para blogger di seluruh dunia. Atau.. sekedar ikut berpartisipasi pada apa yang sering disebut dengan Hemat Energi !!!

[oleh: ‘Arief]

20 April 2010 - Posted by | Catatan Saya | , , , , , ,

8 Komentar »

  1. halo mas arief kunjungan malam nih. betul banget PLN mati = saya juga ikut mati apalagi kalo misalnya pas lagi ujian kampus waduuuuuhhh…

    oh iya terima kasih atas tukeran linknya dan kunjungannya di blog saya yah mas 😀

    Komentar oleh Antony 'hihia' Halim | 25 April 2010 | Balas

  2. selain berhemat energi juga perlu di cari energi alternatif untuk pembangkit listrik yang selama ini hanya menggantungkan pada minyak bumi padahal bumi indonesia kaya akan sumber energi.
    (mampir mas ke blogku trus kasih komentar)

    Komentar oleh debodor | 13 Mei 2010 | Balas

  3. Tiada kata seindah cinta, tiada cinta suci tanpa pernikahan,.. dengan tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang sobat blogger semua untuk dapat hadir dan memberikan doa serta restunya, pada hari sabtu tanggal 07 Agustus 2010 (27 Sya’ban 1431H) dalam rangka melaksanakan Walimatul Ursy … http://eidariesky.wordpress.com/2010/08/01/undangan-pernikahan-eidariesky/

    Komentar oleh Sunnah Rosululloh SAW yang indah | 2 Agustus 2010 | Balas

  4. zaman sekarang tak bisa hidup tanpa internet….

    Komentar oleh Blogseven77 | 1 Januari 2011 | Balas

  5. wah bener banget, contoh kecil saya sendiri, saya bekerja menggunakan internet setiap hari, pas listrik mati ya, dar …. tewas sudah ga bisa ngapa2in, maklum saya hidup di desa dan sering mengalami pemadaman bergilir.

    salam kenal 😉
    ——————————–
    Luchie Mendoza Allen

    Komentar oleh luchieallen | 27 Januari 2011 | Balas

  6. @blogseven77
    benar sekali bro…. setuju banget

    Komentar oleh Indonesian | 2 Februari 2011 | Balas

  7. PLN emang sering mati, sangat merugikan bagi para pekerja online…!!

    Komentar oleh Archer Episodes | 23 Februari 2011 | Balas

  8. […] terakhir ini dengan segenap keterbatasan sarana dan prasarana. Yang mana hal mengenai keterbatasan fasilitas janganlah menjadi alasan halangan utama. Maksimalkan apa yang ada biarpun  dengan alat yang […]

    Ping balik oleh [ Bisnis Online ] Bapak Penjual Bunga dari Gunung Kidul « Ariefmas's Weblog | 22 Oktober 2016 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: