Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Syukurlah, Anak Buruh Tani ini Diterima di UGM Lewat Program PBUSV/PBUTM

Pendidikan. Tentu semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak seperti yang termaktub dalam UUD 1945. Tidak terkecuali, anak buruh tani yang menjadi tokoh postingan kali ini.

Pertama kali mengenalnya, yang paling terkesan adalah cerita bagaimana bapaknya menjalani keseharian sebagai buruh tani. Dari rumah sampai lahan garapannya berjarak sekitar lebih dari 6 kilometer. Ditempuh tiap hari dengan jalan kaki. Berangkat pagi-pagi sekali, pulangnya sudah senja menjelang malam. Dan perlu diketahui, lahan garapan di sini seperti rata-rata lahan pertanian di Gunungkidul: lahan tadah hujan yang tandus dan kering saat kemarau datang.

Sudah bisa dibayangkan bagaimana tokoh kita kali ini menjalani hidupnya yang prihatin. Hari-hari liburnya tidak diisi dengan bermain-main, tapi diisi dengan membantu bapaknya di tegalan ( di sini tidak ada sawah ).
Karena itu tidak heran kalau anak ini biasa bekerja keras.

Prestasi akademiknya sudah terlihat bagus sejak si doi masih SD hingga SMP. Selepas SMP, waktu itu hampir pupus harapannya untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Penghasilan orang tuanya diperkirakan tidak mampu untuk membiayai si doi melanjutkan ke SMA ( saya orang lama, kok belum familier ya dengan sebutan SMU ? ).
Sedangkan keinginan si doi untuk melanjutkan ke SMA sedemikian tingginya. Apa mau dikata, kalau memang tidak mampu, ya bagaimana lagi.

Oh, ada yang terlupa. Tokoh postingan kali ini mempunyai dua orang kakak yang sama-sama mengenyam pendidikan hanya sampai tingkat SMP. Keduanya juga sudah menikah. Yang satu berprofesi sebagai buruh kuli bangunan. Yang satunya lagi menjadi tenaga gergaji kayu keliling.

Melihat keinginan yang demikian kuat ditambah prestasi selama SD dan SMP, mereka akhirnya berkeputusan untuk ikut membiayai adiknya melanjutkan ke SMA. Biarpun mereka sendiri sebenarnya juga menanggung beban menghidupi keluarga.

Kesampaian juga keinginan si doi melanjutkan sekolah SMA. Dia ketrima di SMK. Dari tempat saya, SMK itu berjarak sekitar 2 km.

Tidak mengecewakan. Suasana belajar yang saya anggap tidak kondusif, ditambah kurangnya sarana dan prasarana belajar, ternyata tidak mengganggu prestasi belajarnya. Si doi selalu mendapat beasiswa dari sekolahnya, mulai dari kelas satu sampai kelas tiga. Lumayan sangat meringankan orang tua dan kakak2nya yang menanggung biaya sekolahnya.

Menjelang akhir kelas tiga, guru2nya di sekolah memasukkan si doi untuk mencoba program bidik misi. Tapi hasilnya nihil. Si doi memang tidak punya prestasi non akademik. Padahal itu menjadi salah satu syarat dalam program bidik misi (kalau tidak salah, begitu keterangannya).

Hingga akhirnya mendapat informasi ada program dari UGM mencari bibit unggul. Program itu disebut dengan PBUSV. Di dalam penerimaan mahasiswa baru program PBUSV (Penjaringan Bibit Unggul Sekolah Vokasi), di dalamnya ada program yang dinamai PBUTM (Penjaringan Bibit Unggul Tidak Mampu). Mahasiswa yang diterima lewat program PBUTM ini biaya kuliahnya adalah Rp 0,- ( maaf, untuk lebih jelasnya mengenai program sekolah vokasi UGM tersebut silahkan buka http://www.ugm.ac.id , kemudian cari keterangan pada hal penerimaan mahasiswa sekolah vokasi.
Yang jelas, salah satu syarat untuk diterima lewat program PBUTM adalah selama 5 semester mempunyai prestasi akademik selalu masuk dalam peringkat 25% dari jumlah siswa.
Oiya, program PBUSV / PBUTM ini hanya khusus untuk jurusan Diploma (D3).

Si doi tokoh postingan kali ini dengan harap2 cemas mencoba mendaftar di program PBUTM setelah jelas tidak masuk untuk program Bidik Misi. Sebab jika mengandalkan orang tua dan kakak2nya, jelas tidak lagi memungkinkan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Syukurlah, akhirnya si doi ketrima menjadi mahasiswa UGM lewat program PBUTM.
Kebetulan bersamaan dengan itu si doi dipanggil kerja di tempat dulu si doi PKL.
Sambil menunggu masuk awal kuliah, si doi kerja. Mudah2an nanti si doi bisa membagi waktu antara kerja dan kuliah. Mudah2an tempat kerjanya juga memberi suasana kondusif untuk si doi nanti menimba ilmu di bangku kuliah.
Mudah2an kesempatan bisa kuliah untuk si doi ini menjadi bekal untuk hari depan yang lebih baik.

Gantungkan cita-citamu setinggi langit ! ! !

Trima kasih UGM . .

21 Juni 2011 - Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. hampir sama dengan cerita saya ,bedanya cma saya anak pertama,saya jg bisa masuk karena jalur pbutm skarang di d3 ekonomi

    Komentar oleh amin alfi | 25 Maret 2014 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: