Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Dari Tukang Cari Rumput Sampai Sukses Menjadi Dosen [Kisah]

Terseok-seok langkah kaki anak kecil umuran kelas 2 SMP menyusuri jalan berbatu, naik turun, tapi ada juga yang rata. Di atas kepalanya keranjang bundar penuh dengan gaplek. Sekali-kali tangannya bergantian memegangi beban, kadang mengelap peluh yang bercucuran.

Hari masih remang-remang pagi. Jam 5 matahari belum menampakkan terangnya. Anak kecil itu sudah berangkat dari rumah agar bisa mampir pasar dan tidak telat masuk sekolah. Jarak 10 kilometer tidak lagi dirasakan jauh, karena sudah tiap hari dijalani. Berangkat sekolah sambil sekaligus membantu bapak angkatnya menjual gaplek di pasar. Maklumlah, waktu itu belum ada angkutan seperti sekarang.

Sepulang sekolah bukanlah waktu untuk bermanja-manja. Anak kecil itu masih punya tanggungan untuk angon wedus, menggembalakan hewan ternaknya ke pinggir pantai. Harus cari rumput juga untuk cadangan pakan sapi gaduhan yang di rumah.

Angin pantai Gunungkidul yang sejuk membikin nyaman untuk tubuh yang kelelahan. Tidak jarang anak kecil itu ketiduran di bawah rindangnya pohon diiringi alunan musik deburan ombak. Kambing-kambingnya sudah biasa merumput dan tidak khawatir pergi jauh. Cari rumput untuk dibawa ke rumah menunggu kalau sudah mau pulang.

Selepas lulus SMP anak kecil rajin bekerja itu hampir putus harapan melanjutkan sekolah. Bapak angkatnya tidak mampu membiayai masuk SMA yang waktu itu hanya ada di kota.
Tapi keinginan dan kerasnya kemauan melanjutkan sekolah tidak padam, malah semakin menyala-nyala. Ketidakmampuan bapak angkatnya tidak menjadikannya putus asa. Setiap waktu anak kecil itu berpikir keras mencari cara untuk melanjutkan jalan mencapai cita-citanya.

Hingga pada suatu waktu ada teman yang memberi informasi, sebuah keluarga di kota membutuhkan pembantu serabutan. Tanpa mengulur waktu, anak kecil itu berpamitan pada bapak angkatnya untuk mencari kerja di kota. Juga dengan tekad bisa melanjutkan sekolah SMA.

Dengan kebaikan pemilik rumah tempat anak kecil itu bekerja menjadi pembantu serabutan, waktu bekerja disesuaikan dengan jam masuk sekolah. Bahkan selain diberi gaji, biaya sekolah juga sebagian dibantu oleh keluarga ini, melihat tekadnya yang sedemikian gigih untuk mendapatkan pendidikan.

Selama di SMA, prestasi belajarnya sangatlah cemerlang dan luar biasa. Mulai dari kelas satu sampai kelas tiga belum pernah lepas dari tiga besar. Minimnya fasilitas dan sarana prasarana dalam belajar bukan menjadi hambatan untuk mengukir prestasi. Dan sampai waktunya lulus SMA, anak laki-laki yang sudah remaja itu diterima di perguruan tinggi lewat jalur PMDK.

Masa-masa kuliah dijalani dengan segenap keprihatinan. Biaya hidup dan biaya kuliahnya didapat sambil bekerja. Memberi les untuk anak-anak SMA, juga lagi-lagi menjadi pembantu serabutan rumah tangga dilakoninya. Demi pendidikan dan cita-cita.

Hingga tiba waktunya lulus kuliah, hasilnya sangat memuaskan. Penulis belum menanyakan, lulusnya cumlaude atau tidak.
Kebetulan waktu lulusnya bersamaan dengan penerimaan tenaga pengajar di almamaternya. Entah bagaimana prosesnya, yang jelas “anak kecil itu” akhirnya menjadi dosen di almamaternya.

Sekarang “anak kecil itu” sedang menempuh program doktoral, setelah sebelumnya mendapat beasiswa S2 di Amerika tapi ditolaknya. Iya, S2-nya tetap diambil tapi dekat-dekat saja, mengingat tidak bisa dan belum mau meninggalkan anak istri terlalu lama.

Begitulah kisah hidup pak Dosen yang bahagia. Perjalanan yang gemilang menuju kesuksesan, setelah melewati berbagai rintangan, cobaan, dan derita : sekuat tenaga mengejar pendidikan untuk meraih cita-cita.

Salam sukses pak Dosen.

[gambar diambil dari : kairos-salak.blogspot.com]

artikel ini juga saya terbitkan di Kompasiana

8 Agustus 2011 - Posted by | Catatan Saya | , ,

2 Komentar »

  1. Wah, cerita yang cukup menginspirasi.
    Sampaikan salam saya untuk Bapak Dosen. Semoga S2nya lancar. 😀

    Komentar oleh Fikri | 9 Agustus 2011 | Balas

    • sudfah saya salamken via sms. trims mas Fikri

      Komentar oleh 'Ariefmas | 9 Agustus 2011 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: