Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Wow, Begini Uniknya Peternak Puyuh Berlebaran !!

Ternyata ada juga yang berpikir tidak mau bekerja, dengan alasan tidak mau terikat waktu. Entah itu bekerja menjadi pegawai negeri, maupun karyawan swasta. Bisa santai, katanya.
Selanjutnya memilih membuka usaha, walaupun kecil-kecilan. Pertimbangannya lebih baik jadi kepala burung emprit daripada jadi kuku garuda. Hidup lebih bebas, suka-suka, menentukan apa yang dimaui. Waktu bisa diatur sendiri.

Tapi hal seperti itu tidak bisa diterapkan dalam usaha beternak puyuh petelur.
Karena dalam beternak puyuh, tidak ada istilah hari libur untuk santai dan berleha-leha. Biarpun lebaran, kerja jalan terus. Memangnya mau bikin burung puyuhnya kelaparan?

Di saat semuanya sedang dalam suasana meriah berlebaran. Peternak puyuh harus memikirkan ternaknya di kandang. Perut piaraan tidak mengenal libur lebaran. Dan peternak puyuh sebagai pelayan, tidak mungkin bisa ingkar dari pekerjaan. Bila terbuai lebaran, dan puyuh tidak diberi makan minum alias tidak diurus. Bisa fatal akibatnya. Mending kalau sekedar macet produksi telur. Kalau sampai dihinggapi penyakit karena kondisi tidak fit. Opo tumon. Kehancuran di depan mata. Iya kalau masih bisa tertolong. Kalau tidak bisa?
Akan sia-sia semua jerih payah dan perawatan. Hasilnya bisa nol besar, bahkan bisa minus.

Bagi peminat budidaya puyuh petelur. Pertimbangkan masak-masak terlebih dahulu. Kenapa?

Selengkapnya, silahkan baca di ARTIKEL INI. Trima kasih.

28 Agustus 2011 - Posted by | Catatan Saya, Dunia Puyuh | , , , ,

Belum ada komentar.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: