Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Lho, Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta kok Aneh? [Tawuran Pelajar Keroyok Wartawan]

Masih mengikuti salah satu topik pemberitaan sampai hari ini, saya tertegun pada sebuah pemberitaan di kompas.com yang berjudul “Wagub Kutuk Aksi Brutal di SMA 6”.
Pada pemberitaan tersebut mengetengahkan pendapat Wagub DKI dalam pernyataannya mengenai tawuran pelajar yang ujungnya malah bentrok dengan wartawan.

Namun bukan itu yang menjadi perhatian saya. Paragraf selanjutnya cukup membuat tertegun yaitu adanya pernyataan dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto. Saya kutip dari pemberitaan tersebut, berikut cuplikan pernyataan itu (saya beri tanda petik dan cetak tebal) :

“Ia juga menolak bila siswa-siswa tidak bisa dikendalikan karena mereka adalah anak-anak dari keluarga orang kaya, seperti keluarga menteri, artis, dan pejabat tinggi pemerintahan.
[sumber: kompas.com]

Saya garisbawahi dari pernyataan tersebut: menolak tidak bisa dikendalikan, karena anak orang kaya.

Bagaimana jika yang tidak bisa dikendalikan itu anak keluarga orang miskin?

Atau dibalik: anak-anak dari keluarga orang kaya, seperti keluarga menteri, artis, dan pejabat tinggi pemerintahan bisa dikendalikan?

Ada sedikit rasa aneh dalam hati ini atas pernyataan tersebut. Ketika menyinggung tentang anak orang kaya, seolah merupakan anak-anak super yang penurut dan bisa dikendalikan. Begitu saya menafsirkan pernyataan itu. Otomatis wajar jika yang tidak bisa dikendalikan adalah lebih pada anak-anak dari keluarga orang miskin.

Entah penafsiran saya tersebut bisa dibenarkan atau tidak. Akan tetapi berbicara tentang tawuran, kebrutalan pelajar, pengeroyokan wartawan, mbok ya jangan nyeret-nyeret tentang anak yang berasal dari keluarga orang kaya (atau dari keluarga orang miskin). Saya kira tentang kekerasan-kekerasan itu tidak ada kaitannya dengan kaya miskin. Semua mempunyai porsi yang sama. Anak pemulung, anak artis, anak keluarga pejabat, anak tukang becak. Sama saja. Jadi menurut saya, jangan ditolak bahwa tidak bisa dikendalikan karena anak dari keluarga orang kaya. Beruntunglah yang jadi anak orang kaya, sudah dibela kalau ada yang menganggap tidak bisa dikendalikan.

Salam damai Indonesia.
Salam keluarga kaya.

———————

Pernyataan kadin pendidikan dki kok aneh? “…Ia juga menolak bila siswa-siswa tidak bisa dikendalikan karena mereka adalah anak-anak dari keluarga orang kaya…”

Kenapa alasan menolak karena mereka anak2 dari “keluarga orang kaya”? Perasaan kok aneh ya?

19 September 2011 - Posted by | Catatan Saya | , , , ,

2 Komentar »

  1. itu biasa mas … siapapun yg buat pernyataan kalo pernyataannya begitu berarti itu adalah pernyataan dari orang yang telah di bayar . selesai.

    Komentar oleh Yudha Purwanto | 30 Oktober 2011 | Balas

    • Terima kasih apresiasinya, mas. Biasa dan banyak kemungkinan.
      Namun seolah, dari pernyataan tersebut, anak-anak dari keluarga miskin tidak bisa diatur.

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 31 Oktober 2011 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: