Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Rok Mini Memancing Perkosaan, Benarkah?

Akhir-akhir ini sempat hangat di pemberitaan tentang pernyataan dari Gubernur DKI Fauzi Bowo yang menyentil perempuan memakai rok mini. (detik.com). Pada media online yang sama beberapa hari berikutnya, Gubernur Fauzi Bowo mengklarifikasi pernyataan tersebut. Setelah maraknya perkosaan, bahkan pembunuhan, ujung-ujungnya rok mini dijadikan salah satu perangsang tindak kejahatan. Disambing penyebab yang lain.

Kira-kira, apakah rok mini memang bisa menjadi salah satu penyebab tindak kejahatan perkosaan?

Memakai rok mini, seperti di singgung dalam pemberitaan detik.com dimana Gubernur Fauzi Bowo menepuk pahanya, berarti paha yang dimaksud, salah satu bagian aurat wanita yang terlihat di tempat umum (mikrolet) bisa menyebabkan perkosaan. Logikanya begitu.

Jika mencoba memahami polemik rok mini, ada kesan bahwa dimungkinkan terjadinya perkosaan karena ada pancingan. Seolah, pihak wanita yang dipersalahkan. Apa benar?
Mengingat-ingat lagi bagaimana beberapa waktu yang lalu kejadian perkosaan yang menimpa santriwati pondok pesantren DT asuhan Aa’ Gym. Apakah memakai rok mini? Saya yakin santriwati korban perkosaan itu tidak memakai rok mini.
Tidak perlu jauh-jauh sebenarnya, yang disebut-sebut dengan beberapa korban perkosaan di angkot, apakah juga memakai rok mini?

Memang selayaknya Gubernur Fauzi Bowo meralat pernyataannya. Yang mana pernyataan tersebut seolah menyalahkan perilaku berpakaian kaum wanita yang memakai rok mini. Sebab dianalisa saja, tindak jahat perkosaan tentu lebih dari pihak pelaku. Disamping karena memang adanya kesempatan.

Kesempatan itulah yang sepantasnya dipersempit. Tidak semata-mata dari pihak wanita yang lantas dilarang naik angkot, tapi pihak pelindung masyarakat juga dituntut berperan aktif menertibkan “wilayah-wilayah” kondisi angkot yang memungkinkan terjadi perkosaan.

Dari pemberitaan yang lebih aktual, sudah ada razia untuk angkot yang berkaca gelap. Tentu saja berkaca gelap bikin tidak kelihatan dari luar. Memang kaca gelap turut berperan bagi pelaku kejahatan menjalankan tindakannya.

Semoga lebih tercipta keamanan dan ketertiban di masyarakat. Lebih khusus lagi, semakin terlindunginya kaum wanita yang notabene kaum lemah, aman dari kejahatan (perkosaan).

19 September 2011 - Posted by | Catatan Saya | , ,

5 Komentar »

  1. Mengenai masalah ini seharusnya semua menata diri. Pemerintah harus lebih aktif lagi dalam mencegah terjadinya tindak kejahatan, apa pun bentuknya. Sedangkan untuk masyarakat, bagi laki-laki harus membersihkan diri dari pikiran jahat dan bagi perempuan juga harus lebih sopan dalam berpakaian mengingat masih banyak laki-laki yang berperilaku bejat. 😀

    Komentar oleh Fikri | 22 September 2011 | Balas

    • Trima kasih apresiasinya Bung Fikri . .
      Intinya, perempuan juga harus berpakaian lebih sopan kan 😀

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 22 September 2011 | Balas

  2. Memang wanita yang berpakaian serba tertutup tetap saja bisa mengalami perkosaan, tetapi mereka yang menggunakan rok mini sudah pasti beresiko lebih besar karena memancing datangnya niat jahat yang sebelumnya tidak ada. Ibaratnya, motor anda yang terkunci di dalam rumah memang tetap bisa saja dibawa maling, tetapi motor anda yang diparkir di luar dengan kunci yang terpasang, akan memancing orang lain untuk mencurinya, walaupun niat itu sebelumnya tidak ada. Maaf, karena saya samakan mereka yang menggunakan rok mini dengan motor yang diparkir bersama kuncinya. Memang begitulah adanya.
    Mari kita bayangkan seorang wanita dengan rok mini naik ke mikrolet. Ia duduk beradu lutut dengan penumpang yang ada di hadapannya di bangku yang posisinya lebih rendah daripada lututnya, sehingga lutut dan pahanya terekspos jelas bagi semua penumpang untuk melihatnya. Dari jarak dekat. Tidak perlu ada seorang ‘pemerkosa profesional’ di dalam mikrolet tersebut. Hanya dibutuhkan seorang laki-laki normal yang tiba-tiba gelap mata untuk menghancurkan masa depan keduanya.

    Komentar oleh nandobase | 7 Oktober 2011 | Balas

    • Terima kasih kunjungan dan apresiasinya, Bro Nando.

      Memang demikianlah pada kenyataannya. Segala hal yang bahkan tidak disangka, bisa saja terjadi. Intinya adalah adanya kesempatan.
      Merupakan keniscayaan, pemakaian rok mini membuka peluang menuju pada kesempatan, niat yang muncul. Niat itu bisa berarti pula sudah merupakan peluang.
      Kembali pada menempatkan pada tempatnya. Saya kira lebih tidak memunculkan pikiran “pemancingan” niat perkosaan, jika sekiranya di mikrolet memakai celana panjang. Biarpun tetap dimungkinkan, segala hal tidak disangka bisa saja terjadi.

      Salam ngeblog.

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 7 Oktober 2011 | Balas

  3. kesempatan dalam kata lain tidak ada siapa2 bukan akibat pakean si korban kalau di situ ada banyak orang sedangkan ada gadis pake rok mini emg bisa di perkosa? bukan cuma karena niat dari pelaku tapi juga karena ada kesempatan maksudnya pelaku dah niat mau perkosa tapi juga tunggu kesempatan sepi/tidak ad yg melihat misalny yg kena ga sengaja orang pake jilbab juga pasti di perkosa misalny pas yg pake jilbab itu masuk angkot waktu g ada siapa2
    secara logika yang pantes di salahin itu si pelaku kenapa horny sampe segituny gimana kalo yg d perkosa adik sendiri (paling g peduli ud niatny jahat sih)
    lagi pula perempuan puny banyak sifatny apa kalian mau semua perempuan terlihat tomboy karena ga ada yg mau pakean yg bwt mereka terlihat cantik, perempuan ada yg puny sifat sifat ingin terlihat cantik ada juga yg lebih suka biasa2 saja jadi hargain saja selama pikiran pria itu sendiri bersih mereka juga pasti hargain wanita yang ingin terlihat cantik karena rok bisa membatasi gerak aktifitas mereka dan membuat terlihat cantik dan feminim (segi positif)
    masalah niat muncul setelah melihat ada berpakaian rok mini rasany kurang cocok karena rata2 semua yang lakuin supir tembak bukan supir asli (misal supir asli yg lakuin itu mereka juga pasti mikir mau nafkahin keluarga, maka dari itu dari awal mereka cuma niat cari nafkah bukan cari masalah beda dengan supir tembak yg biasany remaja g ada kerjaan yang tingkat horny masih tinggi karena belum menikah dan pnya anak /(perempuan)
    maaf kalo ada salah kata cuma mau sampein pendapat karena saya prihatin cari perempuan yg ingin terlihat cantik dan feminim susah jikalau ada malah di persalahkan gini

    Komentar oleh Andy | 17 Desember 2011 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: