Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Sudah Menyesal Apa Anda Hari ini?

Masih ingin menyambung postingan sebelumnya. Belum habis juga rasanya membicarakan tentang “menyesal”. Sebagai salah satu tindakan hati yang rasanya tidak enak. Menyesakkan. Mungkin juga menyakitkan.

Postingan sebelumnya lebih menekankan penyebab menyesal secara “fisik”. Ada terlanjur, ternyata, terjadi, dan ketidakbaikan. Sekarang ingin melihat penyesalan sebagai hal yang positif. Jika menyesal
Dimulai dengan: sudah menyesal apa anda hari ini?

Menyesal terkait juga dengan ada rasa bersalah dari suatu akibat yang tidak baik. Jika tidak merasa bersalah, tentu tidak akan menyesal.

Dari esensi rasa bersalah dalam menyesal tersebut, berikut ini akibat-akibat positif dari penyesalan yang coba saya pahami :

1. Tidak mengulang hal yang sama.

Hal tersebut bisa melakukan perbuatan, atau tidak melakukan suatu perbuatan. Dengan menyesal, maka tidak akan mengulang lagi pada kesempatan berikutnya.

2. Mendapat pelajaran dan pengalaman hidup.

Biarpun toh bisa belajar dari pengalaman orang lain yang sudah mengalami, tapi jika sudah terlanjur dan menyesal, anggap saja sebagai pelajaran hidup.

3. Bahan untuk bercerita ataupun memberi nasehat untuk orang lain.

Dengan kata-kata “contohnya aku…”, maka kita bisa bercerita atau bahkan menasehati orang lain untuk berbuat atau tidak berbuat yang telah bikin kita menyesal.

4. Lebih berhati-hati dalam bertindak.

Memperhitungkan segala sesuatu sebelum melakukan, akan menjadi hal yang sangat penting. Tidak sembrono, tidak akan ceroboh, lebih menurut pada yang lebih pengalaman: agar tidak menyesal.

5. Lebih menimbang dan menyadarkan mana yang salah dan mana yang benar.

Pelajaran tentang benar salah, salah satunya menurut ajaran agama. Perintah dan larangan sudah jelas. Jika menyesal karena tidak menuruti perintah atau menyesal karena melanggar larangan, itu bagus. Selanjutnya bertekad untuk taat pada ajaran agama.

6. Lebih mendekatkan diri pada Tuhan.

Setelah rasa bersalah, selanjutnya menyesal, kemudian mohon ampun atas kesalahan yang terlanjur diperbuat. Mungkin juga minta maaf pada seseorang yang kita telah berbuat salah. Jalan menjadi terang.

Tentu masih banyak lagi manfaat atau kepositifan dari (jika ) menyesal. Disamping untuk tidak terjerumus pada penyesalan yang negatif. Berlangkah-langkah ke depan adalah kegelimangan kesuksesan. Biarpun nasi sudah menjadi bubur, toh bubur ayam juga lezat dan bergizi. Tinggal bagaimana menyikapi penyesalan. Itu yang penting.

Sudah menyesal apa anda hari ini? Mungkin ada orang datang minta pertolongan dan dengan kebutuhan yang sangat mendesak, namun tidak bisa menolong. Menyesalkah?

Penyesalan akan menjadi hal yang positif.

25 September 2011 - Posted by | Catatan Saya | , , ,

Belum ada komentar.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: