Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Membongkar Rahasia Perusahaan: Kemitraan Ternak Puyuh PT Peksi Gunaraharja

Membongkar Rahasia Perusahaan Kemitraan Ternak Puyuh: PT Peksi Gunaraharja

Mungkin boleh kalau blogger itu dikatakan anggenthong umos, susah menyimpan rahasia. Termasuk begitulah PT Peksi Gunaraharja, kok ya kebetulan ada salah satu peternak plasma sok menjadi blogger. Agak tau sedikit-sedikit, maunya ya ditulis, terus publish alias jadi postingan. Mudah-mudahan dari PT tidak ada yang membaca. Sebab postingan kali ini saya akan ngudhal wadi, membongkar rahasia perusahaan, yang saya tau tentunya.

Rahasia ini sepertinya hanya diketahui oleh daleman PT termasuk peternak plasma. Non itu sepertinya tidak tau, dan mungkin tidak boleh tau. Tapi tidak apa-apa akan saya beberkan di sini.

Rahasia ini terkait dengan kualitas telur puyuh “produksi” dari PT Peksi Gunaraharja. Sepertinya sekarang sudah tidak ada komplain lagi dari konsumen terkait dengan kualitas telur puyuh. Produksi telur puyuh PT Peksi Gunaraharja sudah terjamin bagus. Kerabang / kulit telurnya kuat, bobot mantap, isi telur juga penuh, warna kuning telurnya juga cemerlang tidak pucat kusam. Ada apa?

Nah ini dia rahasianya….

Pada waktu itu, terlihat dari “kata-kata” pihak PT, mengeluhkan tentang kualitas telur puyuh dari peternak plasma yang mayoritas buruk. Alhasil di pasaran pun menjadi kurang kompetitif. Ternyata…. Pengambilan pakan oleh peternak sangatlah minim. Banyak yang terlalu sedikit. Lho? Berarti puyuhnya pada ngirit-ngirit ya?
Bukan… bukan ngirit. Puyuh diberi pakan tetap sesuai jatah. Tapi jatah pakan pabrikan dari PT Peksi Gunaraharja hanya mengambil sedikit, lantas dicampur dengan bekatul/dedak, jagung giling, bahkan tepung gaplek.

Tentu saja pencampuran-pencampuran tersebut sangatlah menambah keuntungan bagi peternak. Didukung dengan pembelian dari PT Peksi Gunaraharja waktu itu dihitung butiran. Otomatis akan sangat rugi bagi peternak jika tidak mencampur pakan. Karena mau bobotnya berat sekalipun, harganya terhitung sama dengan telur puyuh yang bobotnya ringan. Jadi mencampur saja. Tidak peduli bagaimana kondisi pemasaran yang terengah-engah memasarkan telur dengan kualitas buruk. Yang penting peternak terbukti lebih untung.

Perkembangan waktu, akhirnya PT Peksi Gunaraharja merubah sistem pembelian dengan kiloan. Nah……. Pada keliatan mana peternak yang mencampur dan yang pakan puyuhnya murni.

Ternyata masih belum menjadi solusi. Peternak plasma yang mencampur masih sangatlah banyak. Wah…. Percuma saja dibeli dengan sistem kiloan. (paling begitu mikirnya). Berarti pembelian dengan sistem kiloan (ditimbang) tidak membantu mendongkrak kualitas telur puyuh, hanya sekedar bisa mengetahui mana peternak yang mencampur pakan dan mana yang tidak.

Lantas PT Peksi Gunaraharja memberlakukan lagi sistem baru. Sistem ini terbukti jitu mendongkrak kualitas telur puyuh dari peternak plasma. Dilihat dari record pengambilan pakan, jika tidak memenuhi standar, maka peternak tersebut akan dicontreng. Maksudnya dicontreng ialah tidak akan mendapatkan bibit puyuh jika pesan lagi. Hal ini terkait dengan loyalitas peternak plasma terhadap PT.

Wah…. Cara ini ternyata jitu sekali. Hingga sampai sekarang dan seterusnya, jika menginginkan telur puyuh yang berkualitas, silahkan kontak PT Peksi Gunaraharja. Kualitas telurnya dijamin bagus… top markotop.

11 Oktober 2011 - Posted by | Dunia Puyuh | , , , ,

6 Komentar »

  1. ini aturan mulai kapan mas? ada temen saya yg ikutan plasma PT Peksi sampai saat ini masih mencampur pakan, ts kelilingan juga tau, dulu pernah dapat peringatan tp sekarang sekampung juga nyampur pakan semua dan tidak dapat hukuman.

    Komentar oleh Teguh HJ (@teguh_hj) | 12 Oktober 2011 | Balas

  2. ini aturan mulai kapan mas? ada temen saya yg ikutan plasma PT sampai saat ini masih mencampur pakan, ts kelilingan juga tau, dulu pernah dapat peringatan tp sekarang sekampung juga nyampur pakan semua dan tidak dapat hukuman.

    Komentar oleh Teguh HJ (@teguh_hj) | 12 Oktober 2011 | Balas

    • Maaf Mas, baru nanggapi.

      Hal-hal begini lebih mendapat pencerahan di komentar…

      Aturan itu sebenarnya sudah cukup lama. Istilah “contreng” diberikan pada peternak plasma yang tidak loyal. Terkait dengan bibit untuk peternak plasma tidak loyal, ada yang ditunda-tunda, ada juga yang tidak diberi lagi.

      Mengenai pencampuran pakan, dalam kenyataannya berdasar pengamatan saya, ada dua sisi: sisi orang kantor dan sisi karyawan lapangan. Jika TS / mandor yang merupakan karyawan lapangan tau ada pencampuran, biasanya tidak masalah. Sehingga aturan tersebut menjadi tidak berlaku. Karena memang pelaksanaannya tidak tegas.
      Di sini saya masih melihat kemungkinan ada sedikit kekhawatiran jika PT ditinggalkan plasma.

      Sedangkan untuk karyawan kantoran, yang diketahui ya hanya lebih pada nota atau laporan. Terutama dengan memberi patokan atau standar yang saya nilai pelaksanaannya tidak tegas. Patokan atau standar itu adalah Feed intake sebesar 20 gram per ekor per hari.
      Kenyataannya, saya juga punya teman dengan feed intake 14 saja masih mudah pesan bibit. Sedangkan yang feed intake di atas 20 malah bisa susah pesan bibitnya. Pernah sampai di atas 5 bulan baru turun bibitnya.

      Jadi menurut saya, aturan itu pada kenyataannya, tidak berani tegas dilaksanakan. Entah apa pertimbangannya.
      Secara kenyataan juga, dilihat dari feed intake termasuk peternak loyal, tapi pesan bibit susahnya minta ampun, dibanding daerah lain yang peternaknya tidak loyal dilihat dari feed intake – nya.

      Begitu, Mas Teguh.
      Semoga PT sudah berbenah, dan memperhatikan juga peternak yang loyal.

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 12 Oktober 2011 | Balas

  3. kalo melihat permainan kemitraan seperti ini sebenernya lebih merugikan para Plasma bagaimana tidak untuk pakan sendiri PT. Peksi belum sanggup memproduksi pakan sendiri selama ini pakan yang drop dari PT adalah hasil pencampuran Pakan sudah jadi (lupa pakannya produksi mana) dicampur lagi dengan bahan lainya kata Bpk Harjono sebagai direksi dan juga sebagai insinyurnya.
    untuk kwalitas telornya kami akui sangat bagus dibanding dulu sebagai mantan kuli di PT. Peksi saya tahu perbandingan dengan produk kompetitor.
    sebenarnya untuk plasma yang loyal atau tidaknya tergantung plasmanya sendiri ada saatnya plasma harus loyal biasanya pada saat telor lagi tinggi harganya seperti menjelang puasa sampai lebaran haji tapi pada saat sepi plasma siap – siap ikut program regenerasi walaupun masa produksi burung belum berakhir, karena di PT peksi ada beberapa kepentingan dari divis trading egg dan divisi daging pejantan/afkir.
    kalo untung ruginya tetap plasma dirugikan walaupun plasma diuntungkan apabila banyak piutang ke PT ada program badept/pemutihan oleh PT itupun berlaku buat Agen telor dipasar.

    Komentar oleh WINNY ABON TUNA | 18 Januari 2012 | Balas

    • Terima kasih sharing ceritanya, Mas.
      Sedikit banyak beberapa hal yang saya amati dari kemitraan, mengelola dari hulu sampai hilir, berarti juga mendapat profit dari keseluruhan tahap. Namun satu hal yang menjadi pokok perhatian adalah tanggung jawab terhadap plasma, utamanya masalah pemasaran, baik telur maupun apkiran tetap dibeli.

      Mengenai apkir paksa pada saat harga buruk, alasannya ditujukan juga untuk ‘menolong’ puyuh yang masih muda. Namun saya kira alasan tersebut kurang mengena, sebab adanya puyuh muda yang seolah berbenturan dengan puyuh tua yang masih produktif, terkait pengaturan pengeluaran bibit. Jadi hatchery dalam hal ini tidak sengaja ikut diuntungkan, walaupun juga termasuk efektif untuk mengurangi jumlah telur yang beredar. Sedikit-sedikit pernah saya bahas tentang hal ini.

      Mengenai pakan, mungkin perlu lebih diperhatikan pada kualitas. Kenyataan yang saya pakai, entah apa pertimbangannya, namun mungkin perlu mengacu pada standar nutrisi yang dibutuhkan oleh puyuh.

      Semoga tetap jaya usaha perpuyuhan di Indonesia.

      Salam.

      Komentar oleh M. Arief B. | 18 Januari 2012 | Balas

  4. kontol lah

    Komentar oleh mbendol | 20 Oktober 2012 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: