Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Uniknya Pohon Pakai Selimut, Pelestarian Alam?

Pemandangan seperti gambar foto di atas, biasa dijumpai di desa saya. Beberapa ada pohon besar, lantas diberi pagar, kemudian diselubungi dengan kain putih. Sebenarnya ada yang lebih besar lagi. Malah pohon jati. Tapi ambil gambarnya yang paling dekat saja. Barangkali jika ada yang
melintas dan sempat mengamati, bisa jadi akan berkomentar: “Pohon kok pakai selimut”. Apakah kedinginan?

Sebutir biji zarah pun tidak ada maksud menertawakan. Hanya akan menceritakan. Sebab bagi saya memang unik. Siapa kira jika lama-lama sudah tidak ditemukan pemandangan itu. Bisa menjadi sepercik catatan untuk masa yang akan datang.
Namun pemandangan pohon diselimuti seperti itu, memang terkait dengan suatu keyakinan. Mungkin juga berdasar pada kepercayaan. Atau didasari tradisi.

Demi untuk menghargai keberagaman dalam masyarakat. Saya hanya akan mencoba sedikit mengulas dari segi positif sudut pandang “green”, utamanya pelestarian alam. Pohon-pohon sebesar itu, di desa saya sudah termasuk langka. Mungkin umurnya sudah ratusan tahun. Sampai kini masih bertahan. Menjadi saksi perkembangan jaman. Terlepas dari masalah kepercayaan ada penunggu pohonnya, biasa disebut dengan danyang. Dengan adanya penghargaan, yang berupa pemberian selimut, selubung kain putih. Jangankan menebangnya. Bahkan mungkin menjadi cerita berlebihan, jika mematahkan rantingnya pun jarang ada yang berani.

Akibat positifnya, pohon-pohon besar terjaga kelestariannya. Ranting-ranting tidak dipotong untuk diambil sebagai pakan ternak. Yang kadang jika berlebihan, mungkin bisa saja mengganggu pertumbuhan. Mungkin bisa juga ya perlu pemangkasan, agar tidak terlalu rimbun, yang rawan tumbang jika ada angin kencang. Namun tenang pohon besar di sini, hampir tidak pernah ada cerita pohon besar sampai tumbang. Kemungkinan akar-akar besarnya mencengkeram kuat berpegangan pada batu-batu besar di dalam tanah.

Semoga tetap lestari, pohon-pohon besar di bumi ini. Walau belum tentu, musti diberi selimut, selubung kain putih yang kadang berbau mistik. Next masih ada lagi, bukan saja pohon besar pakai selimut, batu pun juga ada yang selalu diselubungi kain putih.
Go green . .

[foto koleksi sendiri]
Artikel ini saya publish juga di Kompasiana.

Iklan

27 Oktober 2011 - Posted by | Catatan Saya | , ,

2 Komentar »

  1. Itu suatu tindakan penghargaan pelaku terhadap obyek (pohon) ini terlepas dari anggapan tahayul atau bukan dan diakui oleh orang disekitarnya, agar obyek tersebut tidak diganggu oleh siapapun mungkin dia mendapat manfaat dari obyek tersebut. Alangkah indahnya kalau semua obyek (tanaman) yg mempunyai nilai ekonomi diperlakukan seperti itu dan yg penting diikuti oleh orang sekitarnya dalam arti tidak diganggu oleh orang yang tidak berhak. Dengan demikian obyek tersebut akan memberi manfaat maksimal pada subyek(s), ini merupakan kearifan sikap yg harus ditanamkan dan dilestarikan.

    Komentar oleh Fendi | 28 Oktober 2011 | Balas

    • Terima kasih apresiasinya, Bung Fendi.
      Kearifan lokal, menjaga kelestarian alam, biarpun sepercik, namun jika berakumulasi, akan mewarnai seisi bumi. Pohon-pohon besar, menjaga air tanah, kesegaran alam, dll.

      Salam hijau Indonesia.

      Komentar oleh M. Arief B. Ariefmas | 28 Oktober 2011 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: