Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Lho, Apa Beda Facebook dan Internet?

Merebaknya pemakaian jejaring sosial, utamanya facebook, demikian luasnya menyelusup sampai ke desa-desa. Termasuk di desa saya juga. Dimana seolah facebook menjadi kelengkapan dari sebuah handphone, seperti halnya fitur sms, telpon, radio, kamera, dll. Bahkan setting gprs di handphone pun rata-rata sudah disematkan otomatis sejak buka bungkus.

Yang menarik, pernah ada dialog antara X dan Y ketika sedang membuka facebook. Biasa ada kiriman yang menyertakan tautan link.

X : “Gimana caranya buka internet yang download lagunya Kasih?”

Y : “Itu lho yang huruf-hurufnya warna hijau, kalo sudah ngeblok, diklik saja nanti masuk ke internetnya.”

Dari dialog tersebut terlihat bahwa facebook dan internet seolah terpisah. Walaupun tidak menutup kemungkinan memakai istilah ‘internet’ hanya untuk mempermudah nama link yang dimaksud. Daripada mengucapkannya terlalu panjang.
Tapi jika kemungkinan pertama yang terjadi, dimana facebook menjadi jalan masuk ke internet, berarti belum memahami bahwa membuka facebook juga sudah membuka internet. Seolah facebook menjadi bagian tersendiri terlepas dari dunia internet yang sedemikian luas.

Tidak akan membahas hal tersebut. Yang penting lewat jejaring sosial seperti facebook, kemajuan pemakaian teknologi internet berkembang semakin pesat. Menjadi kerumunan yang seolah hidup di dunia dalam dunia. Ada kehidupan lain di dunia ini, yaitu kehidupan dunia maya. Biarpun dinamai maya, namun beberapa kejadian sangat berpengaruh juga di dunia nyata. Tentu kedewasaan menjadi diperlukan agar menyadari bahwa membuka facebook maupun jejaring sosial lain bukan sedang main game.
Jika main game yang biasa disematkan di handphone, tidak masalah seupama ular dalam permainan menabrak dinding. Namun bagaimana jika membuka facebook juga dianggap seperti main game. Bisa-bisa kata-kata yang dituliskan menabrak dinding hak-hak privasi orang lain. Lebih-lebih jika sampai mempermalukan di depan umum (dunia maya).

Cerita sekitar pemakaian internet yang sudah sedemikian memasyarakat. Pernah juga saya mengikuti dialog lewat sms.

Sms X: “Gimana pengen ngerti nomer togel singapur yang keluar hari ini?”

Sms Y: “Walah, itu sudah diumumkan sama google tiap hari.”

Dialog itu juga bisa berarti hanya memudahkan istilah. Namun karena saya tahu bagaimana pemahaman yang pada sms tentang dunia internet, mereka memang tidak paham bahwa google ‘hanyalah’ sekedar mesin pencari. Bukan situs yang mengumumkan berapa nomer togel yang keluar hari ini.
Sekarang banyak blog-blog yang berkonsentrasi pada nomer togel baik tebak jitu, tembak tepat, prediksi angka, maupun pengumuman yang keluar hari ini.
Biarpun begitu, oleh “dialog” tersebut, blog-blog itu dianggap sebagai google. Bolehlah om google berbangga diri dianggap sebagai situsnya yang menuliskan informasi. Yang penting terbukti dunia maya sudah dimanfaatkan oleh berbagai kalangan dan strata pendidikan untuk berbagai kepentingan.

Ini sekedar curhat saja. Cerita di sekitar saya di desa tentang pemanfaatan dunia maya. Sebenar-benarnya telah menjadi koleksi yang kaya dan semakin kaya.

Ada lagi yang unik di dunia maya, terutama berkaitan dengan Kompasiana. Hal ini tentu setelah saya register sebagai Kompasianer.
Ternyata saya menemukan juga postingan-postingan di luar sana copas dari Kompasiana, dengan menyebutkan sumbernya tertulis: KOMPASIANA.
Lho? Apa uniknya?

Tulisan Kompasiana itu tanpa diberi link. Seberapa beratnya sih memasang tautan di satu kata ‘kompasiana’?
Ya tidak salah. Saya juga tidak menyalahkan. Hanya saja sebagai kompasianer, tentu akan lain rasanya jika kata ‘kompasiana’ itu diberi link tautan yang syukur-syukur alamat link-nya mengarah ke alamat artikel postingan yang dicopas. Sehingga kompasianer yang nulis, diikutsertakan namanya di luar sana.

Bolehlah tidak pasang alamat link artikel yang dicopas. Tapi minimalnya link-nya dibikin http://www.kompasiana.com, jadi menjalur ke blognya Kompas ini. Sekali lagi seberapa beratnya memasang tautan alamat dari artikel yang dicopas. Yagh… Sedikit menghargailah sama kompasianer yang sudah menyempatkan waktu menulisnya.
Menghimbau-pun tidak. Menyarankan juga tidak. Hanya cerita curhat saja.

Terima kasih.

Salam gerilya di dunia maya.

– – – – – –
Foto koleksi pribadi.
Artikel ini saya publish juga di Kompasiana.

13 November 2011 - Posted by | Catatan Saya | , , , ,

Belum ada komentar.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: