Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Cerita Tentang Membuat Blog Copas (copy paste)

Awal dan sebelum register kompasiana, ada yang wanti-wanti (peringatan untuk hati-hati), “di Kompasiana tempat ngumpulnya blogger, hacker, dan penulis hebat-hebat.

Lho? Memangnya kenapa?
Saya menyadari kok kalau diri ini bahkan tak berkelas yang coba masuk ke lingkungan kelas hiu. Karena itu malah sengaja register. Siapa tahu ada master yang mau ngajari.
Eh, ternyata malah semua mau ngajari. Lewat blogshoptips. Bisa belajar dan konsultasi. Dengan gratis lagi.
Mau juga berteman dengan siapa saja. Tidak melihat apa profesinya. Pertemanan kebanyakan diterima. Baik-baik hati pokoknya.

Nah, mumpung lagi sepi. Perhatian masih tersedot tentang Titi. Kesempatan ini, saya mau nulis tentang membuat blog copas, blog yang isinya hanya copy paste. Hehe… Siap dilempar bata. Asal bahannya emas. Tidak apa-apa. Karena masalah copas memang bisa bikin beringas. Apalagi yang dicopas. Bisa-bisa teriaknya paling keras. Karena memang konon katanya bisa merusak kreatifitas, dan tidak menghargai yang sudah kerja keras.
Ah, yang bener? Kreatifitas apa dulu? Bukankah copas juga kreatifitas?

Sabar. Jangan lantas pasang tanduk. Bikin gemetaran mau nulis. Tidak saya masukkan blogshoptips kok. Antisipasi saja, kalau-kalau ada yang menganggap tips menyesatkan. Soalnya bicara copas, seolah menjadi hal yang diharamkan di Kompasiana ini.
Santai saja. Saya tidak akan berbagi tips kok. Hanya akan bercerita saja. Bukan juga pengetahuan dasar. Karena ini bukan pengetahuan.

Mungkin ada yang berpendapat, seperti ini kok diposting, walah postingnya menunjukkan rendahnya ilmu ngeblog, weleh postingnya memalukan, duh hapus saja deh, dll dll.
Tidak apa-apa. Yang jelas ini bukan hoax. Mungkin huex . . Hehe.

Ini cerita tentang membuat blog copas, copy paste. Jika ada yang kurang lengkap, silahkan menambah. Kalau sampai kelebihan, silahkan dicuwil.
Yang sudah punya blog pribadi nulis sendiri, boleh saja dicoba bikin lagi. Di blog gratisan saja. Selagi bikin blog belum harus pakai KTP. Selagi belum ada polisi dunia maya yang menyeret copaser-copaser ke penjara. Selagi belum ada hak cipta, yang jelas-jelas melindungi tulisan-tulisan di dunia maya. Masih bebas pokoknya.

Sabar dulu. Masukkan tanduknya. Baca yang lengkap.

Pertama. Harus punya perangkat internetan yang memadai. Komputer atau laptop. Bebas saja. Tentu juga sambungan internet yang bisa cepat bersiaga. Boleh juga di warnet, tapi yang dekat rumah, biar bisa lincah kalau mau posting.
Cara ini tidak bisa memakai HP. Upama bisa, tetap ribet. HPnya untuk pendukung saja. Nanti dipakai di lanjutan cerita ini.

Kedua. Tentukan dulu mau konten apa. Yang aktual, aneh-aneh, unik-unik, atau yang bagaimana. Harus punya tujuan, agar jelas punya arahan obyek yang dicopas. Kalau tidak jelas, malah mbingungi apa saja mau dicopas. Kurang bagus. Terlalu luas. Nanti blog gratisannya terlalu semrawut.

Ketiga. Sesudah menentukan konten. Misalnya yang aktual dan banyak dicari sebagai informasi terkini, tentu yang diarah adalah media-media online.
Kalau ini jangan copas dari blog orang lain.
Caranya, bookmark di HP semua media online dari Sabang sampai Merauke. Dari media daerah sampai nasional. Ini penting. Setelah nemu, langsung posting dan search alamat judul berita lewat Komputer / Laptop. Search sekaligus nge-cek sudah ada yang posting belum.
Ingat bahwa cara seperti ini sudah banyak sekali pemainnya. Jika masih awal, jangan coba memposting sama dengan blog-blog yang sudah lama. Percuma. Tidak ada yang langsung baca.

Jadi, di sini pentingnya syarat pertama. Siapa cepat bisa dapat.

Keempat. Jeli melihat berita. Mana berita yang menarik. Itu yang dicopas. Jangan asal berita. Kecuali kalau sekedar menjaga kontinuitas postingan. Untuk isi-isi tidak apa-apa. Minimal sehari sekali. Tapi pilih yang diperkirakan paling menjadi pencarian. Sense of minat. Penting.

Kelima. Ubah judulnya semenarik mungkin.

Keenam. Tulis sumber copasnya. Kalau sumbernya media online bisa juga saya lihat kadang cuma ditulis nama saja tanpa link. Mencantumkan sumbernya, malah akan menambah nilai blog. Tidak akan ada yang terus bertanya: “sumbernya dari mana??”
Selain itu juga lebih aman. Jika dianggap tidak beres, bisa dijawab: “Meluncur saja ke sumbernya.”

Ketujuh. Konsisten. Jangan terputus.

Kedelapan. Buka webmaster tools mulai dari yahoo, bing, juga google. Saya kurang paham untuk selain wp. Penting juga untuk membuka pintu agar search engine mau nyamper ke blog kita.

Kedelapan. Memilih tag. Ini juga penting. Kata mana yang akan di arah. Patokan sederhana, ambil tag dari kata-kata di judul, dan kata itu ada dalam 100 kata pertama di artikel postingan.
Saya tidak paham pengaruhnya apa. Yang jelas sepertinya membantu peng-index-an.

Kedelapan. Untuk awal-awal sebaiknya jangan ambil dari media tingkat nasional. Kemungkinan besar kalah cepat. Atau….. Selengkapnya silahkan membacanya DI SINI.

19 November 2011 - Posted by | Catatan Saya |

Belum ada komentar.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: