Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Burung Elang Menyapa: Aku Masih Ada

Barangkali untuk daerah lain bukan merupakan hal yang luar biasa. Tapi suara itu: cuiiiiit cuiiiiit…. Begitu keras memekik terdengar di atas kandang. Bagi saya sekarang, itu bukan lagi hal yang biasa.

Saya hapal sekali. Itu adalah suara khas burung elang. Suara yang sudah sangat lama tidak saya dengarkan. Di sini. Di desa saya sendiri.

Kontan, langsung saya bergegas keluar. Menunda dulu aktivitas kandang.
Ya, seperti kalau dulu heboh tiap kali mendengar suara montor mebur meraung-raung di angkasa desa. Pesawat-pesawat kecil yang mungkin dari pelatihan lapangan terbang Gading, Playen, Gunungkidul melintas dan seolah-olah berputar-putar di langit sekitar desa. Kami anak-anak kecil keluar dan bersorak-sorak memanggil montor mebur, medhuno, seolah-olah pesawatnya bisa mendengar suara kami.

Kejadian ada burung elang bercuit-cuit sambil terbang melayang, memang dulu waktu masih kecil saja biasa saya saksikan. Waktu itu sepertinya hampir setiap hari bahkan. Malah pernah juga melihat burung elang menukik menyambar anak ayam.

Sekarang suara khas burung elang itu terdengar lagi. Bikin saya seperti anak kecil. Ingin melambai pada burung elang yang melayang-layang berputar-putar di angkasa di atas kandang. Turunlah sini, apa maumu..

Memakai handphone jadul ini kemudian saya ambil gambar burung elang di angkasa yang hanya terlihat kecil. Fotonya di-zoom lumayan juga nampak bentuk burung elang dengan sayap mengembang.

Hm… Kemana burung elang sekian lama ini menghilang?

Sayangnya saya bukan ahli lingkungan dan satwa. Sehingga tidak tahu bagaimana perkembangan burung elang sekarang. Mungkin itu termasuk satwa yang dilindungi dan hampir punah. Ternyata masih ada. Entah dimana sarangnya.

Mengapa bisa hampir punah? Sudah tidak adakah lagi tempat untuk berkembang biak? Ataukah sudah tidak ada lagi makanan sebagai rantai kehidupan?
Ingin tahu juga sebenarnya. Dan sekarang hanya bisa sekilas menyaksikan burung elang melayang di langit, di atas kandang. Memekik seolah berteriak: aku masih ada.

Ingat burung elang. Jadi ingat juga dengan burung kepodang. Biasa berkicau sambil nangkring di pucuk pohon besar di depan rumah. Kata teman-teman di desa, itu burung kepodang emas.
Indah nian suaranya. Memancing-mancing kepodang betina, menunjukkan perkasanya, memancing perhatian dengan kicauan. Mungkin begitu.
Tapi mana?
Mungkin kepodang-kepodang betina waktu itu sudah hampir punah. Sehingga tidak ada yang datang. Dan kepodang emas yang suka berkicau di depan rumah di atas pohon besar pun. Mungkin juga sekarang tinggal tulang. Meninggalkan kicauan yang bikin saya terkenang.

Sekarang tegalan dan hutan dekat desa, hanya banyak dipenuhi burung kutilang dan emprit. Burung dengan nilai ekonomis yang terhitung rendah.
Selain sesekali masih melintas serombongan induk dan anak-anaknya, ayam hutan. Juga masih terdengar kokok ayam hutan jantan, yang jika bisa dijerat, lumayan 150 ribu masuk kantong. Mungkin suatu saat juga bisa punah.

Lestari alamku. Lestari negeriku.

Salam.

*artikel ini saya publish juga di kompasiana

12 Desember 2011 - Posted by | Catatan Saya | , , , ,

7 Komentar »

  1. mas burung elang emang bunyinya cuittt…cuittt….???hehehe

    jadi pengen suasana desa deh mas mbaca artikelnya….heheehe

    Komentar oleh dira | 13 Desember 2011 | Balas

    • Wah, terima kasih menyempatkan hadir.
      Iya betul suaranya begitu. Tapi cuitnya panjang 🙂

      Ayolah main ke desa. Berwisata di alam desa. Refreshing 🙂

      Komentar oleh M. Arief B. | 13 Desember 2011 | Balas

      • yah…..q pgn mas wisata k desa….tp skrg dah byk prumahan…phon2 ijonya dah byk yg ilang…jd g adem lagi dh…….

        Komentar oleh redadipa | 14 Desember 2011 | Balas

  2. nice article

    Komentar oleh abdidobeldntea | 14 Desember 2011 | Balas

  3. wah saya sangat suka dengan burung elang, burung yang sangat gagah. tp sayang sekarang sudah susah sekali ditemukan di alam liar kecuali kebun binatang. saking cintanya dengan elang hampir semua nickname yg bertebaran di internet saya menggunakan elang. mungkin pernah menemukan nickname elangabdinegara, elangbelanegara, elangbiru dan masih banyak lagi.

    keep posting mas bro…..terutama mengenai elang ya ^_^

    Komentar oleh Wicaksono Dwi | 8 Maret 2012 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: