Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Puisiku Puisi Petani

Puisiku Puisi Petani
bukan puisi indah penuh arti
Aku tulis dengan berani
Saat menggagahi bumi

Tintaku peluh
Kertasku legam terbakar matahari

Puisiku tak mengenal bunga-bunga
Karena di sini lumpur menanam asa
Berhias mimpi
Tak mampu berkata-kata

Wahai padi
Titip salamku untuk para pemimpin negeri
Sesampainya masuk gerbang mulut
Mereka pandai bicara

Wahai buah
Bawakan jabat erat tanganku dekil
Pada mereka pengatur bangsa
Sesampainya menyentuh
Lumasi bibir lembut mereka
agar tambah manis bicara

Puisiku puisi petani
Sederhana tak banyak kata
Sesempit harap yang kian pengap
Sebentar siang
Istirahat bekerja

Iklan

19 Januari 2012 - Posted by | Catatan Saya | ,

2 Komentar »

  1. aida pzex pok sng nggwe wgu akiend

    wgu dwe puisi ne

    Komentar oleh AIDA | 18 Maret 2012 | Balas

  2. petani adlh ‘pengusaha’ sejati, biar pabrik2 sedunia tutup kita masih bisa hidup jika ada petani
    salam hormat buat petani petani KECIL

    Komentar oleh ibban | 16 Februari 2013 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: