Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Beternak Puyuh : Antara Mimpi Harapan dan Kenyataan

image

Sebelumnya .. Salam sukses senantiasa saya haturkan untuk seluruh Petani, Peternak, Nelayan di segenap penjuru Nusantara, Tanah Air Indonesia tercinta ini.
Khususnya juga untuk Para Peternak Puyuh dimanapun Anda berada, salam bahagia selalu.

Mimpi, impian, menjadi harapan, bisa membentuk sebongkah motivasi, semangat, untuk kemudian dinyatakan dalam kerja, kerja, dan kerja ( diiringi doa ).
Begitulah inti yang sedikit saya pahami dalam dunia usaha. Termasuk usaha beternak puyuh petelur yang (pernah)  saya jalani selama sekitar hanya 5 – 6 tahun.
Biarpun sebentar, namun banyak menggoreskan pelajaran dalam kenyataan hidup dan kehidupan.

Hampir setahun ini saya rehat dulu beternak puyuh. Tidak ada masalah dalam beternak puyuhnya. Saya akui,  ternak puyuh termasuk salah satu usaha yang menjanjikan. Sebenar-benarnya bisa menjadi upaya – ikhtiar – untuk meraih harapan yang kita inginkan, sehingga menjadi kenyataan.
Walau tentu saja ya impian dan harapan yang sewajarnya.

Lalu kenapa saya rehat, berhenti dulu beternak puyuh ? Padahal tidak ada masalah baik teknis maupun penghasilan.
Apalagi saya ikut kemitraan, terbukti sangat aman. Selama sekitar 5 – 6 tahun saya menjadi plasma, belum pernah kejadian “kolap” … saya istilahkan “kolap” begitu untuk apabila hasilnya bahkan untuk beli pakan pun tidak cukup. Kejadian pahit yang suka terjadi di bulan-bulan harga telur lagi ambleg ( kalau dulu-dulu biasa di bulan dengan akhiran BER ). Entah sekarang. Mengenai hal tersebut sudah banyak saya tuliskan di blog saya yang Puyuh Jaya … Blog yang saya persembahkan untuk dunia usaha puyuh. Minimalnya semoga bisa menjadi inspirasi yang bermanfaat.

Lalu apa masalahnya kok sampai istirahat berhenti beternak ???

Sepertinya bisa dan suka terjadi di dunia usaha.  Mungkin saya pun juga begitu. Ketika akhirnya mimpi dan harapan, melenceng jauh untuk menjadi kenyataan. Masalahnya adalah pada : terjadi “blunder” manajemen keuangan.

Tahun 2008 – 2010 hasilnya sangat bagus. Bulan harga buruk hanya sebentar. Di tahun-tahun tersebut, sebagian besar bulan-bulan harga telur selalu bagus. Penghasilan melimpah. Sisa masih sangat banyak setelah dikurangi kredit bulanan.
Wajar saja to …. kejadian 3 tahun menjadi dasar pemikiran untuk selanjutnya meningkatkan mimpi. Iya tentu saja melipatkan populasi puyuh. Bertujuan melipatkan keuntungan.

Namun begitulah kenyataan dunia usaha. Saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Bahwa kondisi kejadian yang sudah dilalui selama 3 tahun, tidak bisa menjadi ukuran pasti.
Kondisi harga telur puyuh (kemitraan) di tahun 2011 ternyata tidak bersahabat. Kalau tidak salah ingat, dalam waktu 12 bulan hanya dua bulan saja yang harga telurnya bagus. Bulan yg lainnya boleh dikatakan hampir sama dengan siklus rutin harga ambleg.
Padahal untuk melipatkan populasi dengan pertimbangan tiga tahun sebelumnya, tentu saja membutuhkan modal lagi. Bisa ditebak bagaimana kejadiannya. Tahun 2011 baru mengawali lagi kredit baru, terhempas oleh harga yang tidak bersahabat.  Dengan tanggungan beban modal yang berlipat, jangankan sisa, bahkan untuk kredit bulanan saja sering kurang.

Tidak perlu diceritakan lagi kelanjutannya. Walaupun masuk tahun 2012, kemudian 2013 juga harga telur puyuh sudah banyakan bagus lagi, namun tidak mampu menutup blunder manajemen yang terhempas di tahun 2011.

Itulah kemudian saya istirahat dulu di ternak puyuh petelur. Ngademke pikiran. Jadi berhenti istirahat dulu itu bukan karena ternak puyuhnya, namun karena manajemen saya yang bermasalah.

Terima kasih perhatiannya.
Semoga bermanfaat.

22 Maret 2015 - Posted by | Catatan Saya, Dunia Puyuh |

2 Komentar »

  1. Makasih atas infonya , Adria

    Komentar oleh John | 15 Agustus 2015 | Balas

  2. […] online Bapak penjual bunga dari Gunung Kidul … Sebutan itu cukup berkesan buat saya. Ada sisi kehidupan lain di samping yang nyata kita […]

    Ping balik oleh [ Bisnis Online ] Bapak Penjual Bunga dari Gunung Kidul « Ariefmas's Weblog | 22 Oktober 2016 | Balas


Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: