Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Asyik !!! Ibukota Mau Dipindah

Asyik! Ibukota Mau Dipindah
Mau dipindah kemana, wong ndeso seperti saya tidak bisa berpendapat kota mana baiknya yang “ketiban sampur” untuk jadi ibukota negara yang baru. Tidak akan memikirkan mau dimana pindahnya. Tidak penting.
Bagi wong ndeso, orang desa seperti saya, yang penting itu adalah proses pindahnya. Secepatnya saja, kondisi sudah mendesak. Terutama untuk untuk banyak orang desa di daerah tempat saya tinggal, di kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perlu dan mendesak agar ibukota segera pindah. Kenapa ya begitu penting ?

Kepindahan ibukota tentu tidak sekedar perpindahan status. Semua sarana prasarana infrastruktur juga akan pindah. Ada istana negara, ada gedung DPR/MPR, kantor-kantor kementerian, dan lain lain banyak sekali.
Kecuali kalau bangunan gedung DPR/MPR akan diboyong juga ke ibukota yang baru …
Atau bangunan gedung Istana Negara juga akan diangkut sekalian pagar-pagarnya.
Tentu tidak ya ….

Mungkinkah akan ada Bandung Bondowoso yang bisa membangun seribu candi dalam semalam, lantas akan membangun semua gedung yang diperlukan dalam semalam  juga ?
Tentu tidak  ya …

Itulah penting, perlu, dan mendesak agar ibukota segera pindah saja. Tentu akan dibangun gedung-gedung baru yang besar-besar. Saya akan mengabarkan ke teman-teman dan semua tetangga, siapa tahu bisa dapat kesempatan ngalap berkah, mendapat rejeki penghasilan dari pembangunan gedung-gedung di ibukota yang baru. Asyik !

Banyak dari kami wong ndeso di Gunung Kidul sudah biasa menjadi pekerja bangunan. Tenaga laden dan tukang batu. Itu mata pencaharian kami, sebab bertani di sini sudah tidak bisa diharapkan jadi penghasilan pokok.
Maka, ibukota dipindah ke tempat yang baru sangatlah kami harapkan. Siapa tahu butuh tenaga pekerja bangunan. Kami siap diberangkatkan menjadi, sebab tidak mungkin besi, semen, dan pasir bisa menempel sendiri. Pasti butuh kami  sebagian wong ndeso ini untuk mengerjakannya.

Mempertimbangkan bahwa yang akan dibangun adalah gedung-gedung penting, siapa tahu bayaran untuk pekerja bangunan juga jauh lebih besar. Biasa bayaran untuk tenaga laden sekitar Rp 50 ribu – Rp 75 ribu, semoga saja menjadi Rp 100 ribu. Biasa bayaran untuk tukang batu sekitar 85 ribu – 125ribu, mungkin bisa 200 ribu – 250 ribu. Itu per hari. Belum termasuk makan tiga kali ya !

Mempertimbangkan bahwa tenaga fisik kami banyak terkuras, maka jatah makan jangan nasi bungkus yang terbatas. Akan lebih menyenangkan model makannya yang prasmanan. Nasi boleh ambil bebas sebanyak yang kami mampu.
Lauknya juga ikan, daging, dan telur ya .. Syukur apabila ada rendang atau balado, kami nyaris tidak pernah makan jenis yang seperti itu.

Jikapun bayaran dan jatah makan seperti standar umumnya, ya tidak apa-apa. Bisa kami pertimbangkan.

Terima kasih. Salam Ndeso …

Iklan

8 Juli 2017 - Posted by | Catatan Saya |

Belum ada komentar.

Dipersilakan mohon Komentar di SiNi [trima kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: