Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

[ Bisnis Online ] Bapak Penjual Bunga dari Gunung Kidul

image

Teringat suatu waktu ada yang menyapa saya dengan sebutan “Bapak penjual bunga dari Gunung Kidul” …
Eh iya ya ….. selain mengingatkan bahwa saya memang ( tak terasa ) sudah bapak-bapak, juga label penjual bunga rupanya tertempel manis melekat pada diri saya.
Tentu yang dimaksud bukan bunga dalam arti mekar, namun bunga sebagai istilah untuk tanaman hias secara umum mulai dari Sanse, Aglaonema, Puring, dan lain-lain …

Online .. ya tentu saja. Ketika jarak, ruang, dan waktu tak lagi menjadi pembatas. Dunia internet demikian mendekatkan kita semua dari berbagai penghujung belahan bumi ini. Sehingga dunia maya membuka lebar-lebar bisnis yang nyata.

Baca lebih lanjut

1 Juli 2015 Posted by | Catatan Saya | , , | 1 Komentar

Dari Tukang Cari Rumput Sampai Sukses Menjadi Dosen [Kisah]

Terseok-seok langkah kaki anak kecil umuran kelas 2 SMP menyusuri jalan berbatu, naik turun, tapi ada juga yang rata. Di atas kepalanya keranjang bundar penuh dengan gaplek. Sekali-kali tangannya bergantian memegangi beban, kadang mengelap peluh yang bercucuran.

Hari masih remang-remang pagi. Jam 5 matahari belum menampakkan terangnya. Anak kecil itu sudah berangkat dari rumah agar bisa mampir pasar dan tidak telat masuk sekolah. Jarak 10 kilometer tidak lagi dirasakan jauh, karena sudah tiap hari dijalani. Berangkat sekolah sambil sekaligus membantu bapak angkatnya menjual gaplek di pasar. Maklumlah, waktu itu belum ada angkutan seperti sekarang. Baca lebih lanjut

8 Agustus 2011 Posted by | Catatan Saya | , , | 2 Komentar

Kisah Telaga Buatan : Wujud Kepedulian Kepala Desa Terhadap Kebutuhan Warganya

Telaga buatan, adalah telaga yang sengaja dibuat. Tentu bukan telaga alami atau telaga tiban. Sekedar prolog dari postingan ini saja mengenai pengertian telaga.

Gunung Kidul, sebut saja South Mountain adalah termasuk wilayah Indonesia bagian selatan yang berbatasan dengan samudera (Samudera Hindia ya ? buka peta saja…). Berada dalam lingkup Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Hadiningrat). Ke selatan terus menyeberangi laut, akan sampai di Kutub Selatan, kalau tidak salah itu Benua Arktik ya (liat peta lagi aja…).

Sebagai wilayah Indonesia bagian selatan, pertahanan militer keliatannya tidak begitu diperhatikan, Baca lebih lanjut

14 Juli 2011 Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Syukurlah, Anak Buruh Tani ini Diterima di UGM Lewat Program PBUSV/PBUTM

Pendidikan. Tentu semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak seperti yang termaktub dalam UUD 1945. Tidak terkecuali, anak buruh tani yang menjadi tokoh postingan kali ini.

Pertama kali mengenalnya, yang paling terkesan adalah cerita bagaimana bapaknya menjalani keseharian sebagai buruh tani. Dari rumah sampai lahan garapannya berjarak sekitar lebih dari 6 kilometer. Ditempuh tiap hari dengan jalan kaki. Berangkat pagi-pagi sekali, pulangnya sudah senja menjelang malam. Dan perlu diketahui, lahan garapan di sini seperti rata-rata lahan pertanian di Gunungkidul: lahan tadah hujan yang tandus dan kering saat kemarau datang.
Baca lebih lanjut

21 Juni 2011 Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

UGM Operasikan Mesin Pengangkat Air Tenaga Matahari


Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengoperasikan alat pengangkat air dengan tenaga matahari di Dusun Banyumeneng I, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (25/3).

“Alat ini mampu mengangkat air di ketinggian 1.600 meter dengan 12 modul cell surya. Saat ini alat tersebut mampu membantu 150 keluarga warga dusun (Banyumeneng I) ini,” kata Sekretaris Jurusan Teknik Fisika UGM Yogyakarta Ahmad Agus. Baca lebih lanjut

26 Maret 2010 Posted by | Unduh dari media online | , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Menanam Pohon Jati ??? Sudah Tradisi….!!!!

Bagi masyarakat pedesaan dengan kondisi tanah pertanian yang kurang menguntungkan yaitu lahan kritis yang tidak begitu berteman, menanam pohon Jati sudah seperti menjadi kewajiban. Dengan sistem penanaman tradisional dan perawatan yang relatif tidak memerlukan pemeliharaan intens, terbukti tetap tangguh menopang ekonomi rumah tangga di pedesaan.
Tentu bukan untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari, tetapi untuk kebutuhan ekonomi jangka panjang. Misalnya, untuk kebutuhan membiayai sekolah, beli sepeda motor, sampai biaya pernikahan. Bahkan di saat-saat darurat seperti halnya sakit yang membutuhkan biaya besar, pohon jati menjadi andalan cadangan pembiayaan yang cukup menjanjikan. Baca lebih lanjut

3 Maret 2010 Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Dari Desa Menyorot Dunia

DARI DESA MENYOROT DUNIA….

Sebelum berlarut-larut, sebelum anggapan-anggapan belum tentu benar terus berlanjut, sedikit perlu memperkenalkan diri keadaan dan seputar kondisi pemilik blog dan bagaimana proses pengelolaan blog yang sederhana ini…

Dari desa menyorot dunia.. hehe.. Sulit mau mencari kata pengganti “menyorot”, jadi ya tetap kata itu yang saya pilih… Baca lebih lanjut

13 Januari 2010 Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , , , | 29 Komentar