Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Kisah Unik Puring Dewi Persik

image

Biarpun puring hibrid silangan baru semakin berjubel yang nyaris tanpa seleksi dari berbagai sisi kriteria, namun puring hibrid lama Dewi Persik menurut saya masih tetap puring pilihan kelas atas.

Namanya sesuai bingitz memakai nama penyanyi Dewi Persik yang juga artis kelas atas. Cantik. Mempesona. Tentu saja juga menarik ….

Karakter Puring Dewi Persik demikian kuat melekat. Ya seperti itulah …..

Namun ternyata ada kisah unik dan menarik dalam sejarah munculnya Puring Dewi Persik.

Baca lebih lanjut

10 Oktober 2015 Posted by | Jenis Puring, Puring Hybrid | , , , , | 2 Komentar

Lesung Cagar Budaya, Peninggalan dari Kisah Legenda Jaka Tarub dan 7 Bidadari

Barangkali banyak yang sudah paham, bagaimana kisah legenda Jaka Tarub dan tujuh bidadari. Cerita keisengan pemuda Jaka Tarub mengintip 7 bidadari yang sedang mandi di sungai, berlanjut dengan keisengan mencuri selendang milik salah satu bidadari yang diletakkan di pinggir sungai.
Setelah selesai mandi, ke-enam bidadari pulang kembali terbang ke kahyangan. Tinggal satu bidadari yang tidak bisa terbang, karena selendang saktinya dicuri Jaka Tarub. Konon bidadari itu bernama Dewi Nawangwulan.

Cerita selanjutnya, Baca lebih lanjut

22 November 2011 Posted by | Catatan Saya | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Dari Tukang Cari Rumput Sampai Sukses Menjadi Dosen [Kisah]

Terseok-seok langkah kaki anak kecil umuran kelas 2 SMP menyusuri jalan berbatu, naik turun, tapi ada juga yang rata. Di atas kepalanya keranjang bundar penuh dengan gaplek. Sekali-kali tangannya bergantian memegangi beban, kadang mengelap peluh yang bercucuran.

Hari masih remang-remang pagi. Jam 5 matahari belum menampakkan terangnya. Anak kecil itu sudah berangkat dari rumah agar bisa mampir pasar dan tidak telat masuk sekolah. Jarak 10 kilometer tidak lagi dirasakan jauh, karena sudah tiap hari dijalani. Berangkat sekolah sambil sekaligus membantu bapak angkatnya menjual gaplek di pasar. Maklumlah, waktu itu belum ada angkutan seperti sekarang. Baca lebih lanjut

8 Agustus 2011 Posted by | Catatan Saya | , , | 2 Komentar

Mig33 dan Kisah Petualangan Asmara mas Tukang Sayur

Sudah lama, beberapa tahun yang lalu saya suka sekali dengan aplikasi chating mig33. Bolehlah kalau waktu itu saya disebut chater mig33. Walaupun tidak tenar namun saya termasuk pengguna aktif salah satu ruang kerumunan dunia maya itu.
Hanya dengan handphone sekelas mid end yang kalau sekarang sudah masuk low end bisa ber-chating ria dengan siapa saja di seluruh dunia. Bermodal bahasa enggres yang hanya bisa yes or no, kadang masuk juga ke beberapa room luar negeri biarpun hanya menyimak.

Waktu itu pengguna mig33 masih terhitung sepi. Buktinya saya masih bisa membikin banyak nickname dengan nama-nama kota di pulau Jawa. Cuma tidak kepikiran bikin nickname dengan nama-nama kota di seluruh Indonesia. Baca lebih lanjut

8 Agustus 2011 Posted by | Catatan Saya | , , , , | 1 Komentar

Kerajaan Moungarang: Kisah Kerajaan yang Unik dan Asyik

Alkisah ada satu kerajaan bernama kerajaan Moungarang. Nama Moungarang ini diambil dari istilah asing, bukan dari bahasa milik bangsa Moungarang sendiri. Konon yang memberi nama Moungarang itu malah orang asing yang bangsanya pernah menjajah kerajaan Moungarang.
Kadang banyak yang salah ucap menjadi Mongarang atau Mungarang, karena untuk menekuk bibir dari O ke U suka males. Daripada mengeja Mo-ungarang, lebih sering jadi Mongarang.

Kerajaan Mongarang ini kerajaan yang aneh. Dipimpin oleh raja, tapi dipilih oleh rakyat. Unik kan ? Baca lebih lanjut

7 Juli 2011 Posted by | Catatan Saya | , , , , | Tinggalkan komentar

Syukurlah, Anak Buruh Tani ini Diterima di UGM Lewat Program PBUSV/PBUTM

Pendidikan. Tentu semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak seperti yang termaktub dalam UUD 1945. Tidak terkecuali, anak buruh tani yang menjadi tokoh postingan kali ini.

Pertama kali mengenalnya, yang paling terkesan adalah cerita bagaimana bapaknya menjalani keseharian sebagai buruh tani. Dari rumah sampai lahan garapannya berjarak sekitar lebih dari 6 kilometer. Ditempuh tiap hari dengan jalan kaki. Berangkat pagi-pagi sekali, pulangnya sudah senja menjelang malam. Dan perlu diketahui, lahan garapan di sini seperti rata-rata lahan pertanian di Gunungkidul: lahan tadah hujan yang tandus dan kering saat kemarau datang.
Baca lebih lanjut

21 Juni 2011 Posted by | Catatan Saya | , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar